He Xiaopeng kembali menegaskan arah besar pasar otomotif China: penjualan kendaraan energi baru atau NEV di pasar mobil baru diperkirakan menembus 90% pada 2030. Pernyataan ketua dan CEO Xpeng itu sejalan dengan pandangan pendiri Nio, William Li, sehingga memberi sinyal bahwa para pelaku utama industri melihat masa depan elektrifikasi semakin jelas.
Kesamaan pandangan dua tokoh ini penting karena datang di tengah perubahan cepat pasar. Data terbaru menunjukkan penetrasi NEV ritel di China sudah mencapai rekor 62,9% pada Mei, sementara porsi BEV atau mobil listrik murni juga terus naik di dalam pasar NEV.
Target 2030 kian menguat
He menyampaikan pandangannya setelah debut Xpeng Mona L03 SUV di China, menurut laporan Sina Tech. Ia mengatakan bahwa pada 2014 dan 2015, hampir tidak ada yang percaya NEV bisa mendekati 60% dari penjualan mobil baru bulanan.
He menilai tema besar satu dekade terakhir adalah penggantian kendaraan bensin oleh kendaraan listrik. Dalam dekade berikutnya, menurut dia, arah transformasi industri akan bergeser ke integrasi AI dan mobil.
Ia bahkan memperkirakan setiap mobil di masa depan akan menjadi “robot on four wheels”. Menurut He, inti transformasi otomotif ada pada cara memberi mobil “soul” dan menghubungkan mobil dengan robot secara nyata agar konsumen merasakan nilainya.
Pandangan yang sejalan dari Nio
William Li menyampaikan proyeksi yang lebih spesifik pada Nio Partner Day. Ia mengatakan penetrasi NEV di China akan melampaui 90% pada 2030, dan BEV juga akan menyumbang lebih dari 90% pasar NEV China pada periode yang sama.
Pandangan itu mempertegas keyakinan bahwa jalur listrik murni akan menjadi arus utama dari gelombang elektrifikasi. Strategi itu juga selaras dengan arah bisnis Nio, yang termasuk salah satu dari sedikit produsen mobil China yang hanya menjual model BEV.
Data pasar masih memberi ruang tumbuh
Meski optimistis, pasar NEV China masih menghadapi tekanan jangka pendek. Data China Passenger Car Association atau CPCA menunjukkan penjualan ritel NEV pada Mei mencapai 950.000 unit, turun 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Itu menjadi penurunan tahunan kelima berturut-turut dalam penjualan ritel NEV di China. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan masih terasa lemah di pasar otomotif yang lebih luas.
Namun, tren penetrasi tetap bergerak naik. CPCA mencatat penetrasi NEV ritel mencapai 62,9% pada Mei, dan BEV mengambil 67,1% dari penjualan ritel NEV, menandakan konsumen makin condong ke model listrik murni.
Ekspektasi bulan berikutnya tetap positif
Untuk Juni, CPCA memperkirakan penjualan ritel NEV di pasar penumpang China sekitar 1,05 juta unit. Angka itu setara kenaikan 10,5% dari bulan sebelumnya.
Penetrasi NEV pada Juni juga diperkirakan naik menjadi sekitar 63,6%, yang akan menjadi rekor baru menurut laporan CPCA tertanggal 18 Juni. Angka ini memperlihatkan bahwa meski laju pasar masih naik turun, arah jangka panjang menuju elektrifikasi penuh tetap mendapat dukungan kuat dari data dan dari para pemimpin industri.
