SUV hybrid berukuran besar biasanya identik dengan konsumsi BBM tinggi. Namun JAECOO J8 SHS ARDIS justru menunjukkan hal sebaliknya dengan catatan efisiensi hingga sekitar 27 km per liter pada rute kombinasi.
Angka itu menjadi sorotan karena mobil ini bukan SUV ringkas dengan tenaga terbatas. JAECOO J8 SHS ARDIS adalah SUV premium tujuh penumpang dengan tenaga sistem mencapai 530 dk dan torsi maksimum 650 Nm.
Di tengah tren elektrifikasi, efisiensi bahan bakar kini menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen. Faktor biaya operasional semakin penting, terutama untuk kendaraan besar yang lazimnya menuntut pengeluaran lebih tinggi untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Kondisi itu membuat pendekatan yang dipakai JAECOO menjadi relevan. Pabrikan ini memadukan mesin bensin turbo dengan motor listrik untuk mengejar dua target sekaligus, yakni performa tinggi dan konsumsi bahan bakar yang tetap terkendali.
Efisiensi Jadi Daya Tarik Utama
Berdasarkan hasil pengujian, konsumsi BBM JAECOO J8 SHS ARDIS pada rute kombinasi mencapai sekitar 27 km per liter. Untuk ukuran SUV besar dengan konfigurasi tiga motor listrik dan tenaga lebih dari 500 dk, hasil tersebut tergolong sangat efisien.
Efisiensi itu tidak hanya muncul di atas kertas, tetapi juga memberi gambaran biaya pemakaian yang lebih ringan. Dengan asumsi menggunakan Pertamax seharga sekitar Rp16.250 per liter, biaya bahan bakarnya diperkirakan berada di kisaran Rp602 per kilometer pada konsumsi rata-rata 27 km per liter.
Perhitungan itu menunjukkan bahwa performa tinggi tidak otomatis berujung pada ongkos harian yang mahal. Bagi konsumen yang mencari SUV keluarga bertenaga besar, angka tersebut memberi konteks baru soal efisiensi di segmen premium.
Saat dipakai di dalam kota, konsumsi bahan bakarnya tercatat sekitar 26,3 km per liter. Dengan efisiensi itu, biaya operasional BBM berada di kisaran Rp618 per kilometer.
Catatan tersebut penting karena lalu lintas perkotaan umumnya menjadi tantangan bagi kendaraan besar. Dalam kondisi seperti itu, sistem hybrid tetap dinilai mampu bekerja efektif untuk menjaga pemakaian bahan bakar tetap hemat.
Di Tol Turun, Tapi Tetap Kompetitif
Pada penggunaan di jalan tol dengan kecepatan lebih tinggi, konsumsi BBM JAECOO J8 SHS ARDIS tercatat sekitar 16,1 km per liter. Estimasi biaya bahan bakarnya dalam kondisi ini naik menjadi sekitar Rp1.009 per kilometer.
Penurunan efisiensi di kecepatan tinggi merupakan hal yang wajar pada banyak kendaraan. Meski begitu, angkanya tetap memberi gambaran bahwa SUV ini masih menawarkan biaya penggunaan yang kompetitif untuk kelas dan performanya.
Jika tangki berkapasitas 70 liter diisi penuh dengan Pertamax seharga sekitar Rp16.250 per liter, biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp1.137.500. Besaran ini memberi gambaran pengeluaran awal saat pengisian penuh, meski jarak tempuh yang didapat tetap dipengaruhi pola penggunaan kendaraan.
Performa Besar Ditopang Tiga Motor Listrik
JAECOO J8 SHS ARDIS mengandalkan mesin 1.500 cc turbo empat silinder. Mesin ini bekerja bersama tiga motor listrik dalam satu sistem penggerak hybrid.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sistem hingga 530 dk dan torsi maksimum 650 Nm. Dengan output sebesar itu, SUV ini masuk ke jajaran hybrid yang sangat bertenaga di kelasnya.
Kekuatan besar itu menjadi menarik karena dibarengi efisiensi yang tinggi. Biasanya, tenaga besar identik dengan konsumsi BBM besar pula, tetapi pendekatan teknologi pada model ini mencoba memutus anggapan tersebut.
Cara Kerja Sistem Hybrid
JAECOO membekali model ini dengan Super Hybrid System atau SHS. Sistem ini mengatur kerja mesin bensin dan motor listrik secara optimal sesuai kondisi berkendara.
Lewat mekanisme tersebut, kendaraan dapat memanfaatkan tenaga listrik ketika dibutuhkan sekaligus menjaga konsumsi bahan bakar tetap rendah. Sistem hybrid juga memungkinkan kerja seri maupun paralel agar sumber tenaga saling mendukung sesuai kebutuhan.
Pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan ketika kapasitas daya baterai berada pada level tertentu. Kondisi itu penting agar sistem hybrid dapat bekerja dalam skema seri maupun paralel sehingga efisiensi tetap terjaga selama pengujian.
Perhitungan biaya bahan bakar yang muncul dalam pengujian ini juga belum memasukkan pengisian daya baterai dari sumber listrik eksternal. Artinya, potensi penghematan masih bisa lebih besar jika pemilik rutin mengisi baterai di rumah atau di stasiun pengisian.
Selain urusan efisiensi, JAECOO J8 SHS ARDIS juga membawa karakter SUV premium lewat kabin yang lapang dan kualitas peredaman suara yang baik. Kehadiran teknologi hybrid pada akhirnya tidak hanya menekan konsumsi BBM, tetapi juga membuat kendaraan tidak perlu terlalu sering singgah ke SPBU.
