Wuling membuka peluang membawa SUV listrik boxy ke Indonesia lewat Baojun Yep Plus, model yang langsung menarik perhatian karena formatnya kompak, bergaya gagah, dan masuk dalam tren desain SUV boxy yang sedang naik daun di pasar Tanah Air. Di Liuzhou, Guangxi, China, Direktur Pemasaran Wuling Motors Ricky Christian menyebut model ini sudah masuk radar sebagai kandidat produk untuk Indonesia.
Ricky mengatakan desain Baojun Yep Plus dinilai cocok dengan selera pasar Indonesia. Ia juga menyebut model itu sejak lama sudah dipelajari karena karakter desainnya termasuk yang favorit untuk konsumen di Indonesia.
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Wuling tidak hanya melihat Baojun Yep Plus sebagai model global, tetapi juga sebagai produk yang punya potensi relevan di pasar lokal. Namun, Wuling belum memberi kepastian soal waktu kehadiran maupun status finalisasi model tersebut untuk Indonesia.
Baojun sendiri merupakan bagian dari SAIC-GM-Wuling, perusahaan induk Wuling di China. Di bawah merek ini, SAIC-GM-Wuling memprioritaskan smart mobility yang mudah diakses, dengan model seperti Cloud, Cirro S, dan Yep Plus.
Cloud sudah lebih dulu masuk Indonesia, sehingga peluang Yep Plus ikut dipasarkan di sini terbuka. Meski begitu, Wuling masih menempatkan model ini sebagai salah satu masukan untuk pengembangan produk ke depan.
Dari sisi tampilan, Baojun Yep Plus hadir sebagai city SUV listrik kompak dengan desain kotak dan lima pintu. Karakternya dibuat lebih gagah dengan nuansa ala SUV off-road kecil, tetapi tetap mempertahankan ukuran yang ramah untuk penggunaan harian di perkotaan.
Mobil ini punya panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, dan tinggi 1.726 mm, dengan jarak sumbu roda 2.560 mm. Dimensi tersebut membuatnya tetap praktis untuk jalan perkotaan, sekaligus memberi ruang kabin yang lebih lega dibanding micro EV seperti Wuling Air EV.
Baojun Yep Plus juga dibekali ground clearance 150 mm dan radius putar 5,35 meter. Kombinasi ini membuatnya cukup aman untuk kondisi jalan kota dan tetap lincah saat dipakai di jalan sempit atau area parkir yang padat.
Untuk performa, mobil ini menggunakan motor listrik depan dengan tenaga 75 kW dan torsi 180 Nm. Karakter tenaga itu dinilai cukup untuk kebutuhan harian, terutama karena mobil listrik umumnya menawarkan respons instan di kecepatan rendah hingga menengah.
Sumber tenaganya berasal dari baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 41,9 kWh dari Guoxuan High-Tech. Dalam siklus CLTC, jarak tempuhnya diklaim mencapai 401 km, angka yang tergolong kompetitif untuk SUV listrik kompak.
Di sisi pengisian daya, Baojun Yep Plus mendukung fast charging. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen diklaim bisa selesai dalam sekitar 35 menit, sehingga masih cukup praktis untuk kebutuhan perjalanan jarak menengah.
Harga jualnya di China dipasarkan mulai 76.800 yuan hingga 105.800 yuan, atau sekitar Rp 202 juta sampai Rp 279 juta. Rentang harga itu membuat Baojun Yep Plus terlihat berada di posisi menarik bila benar masuk ke Indonesia, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap SUV listrik berukuran kompak dan berdesain boxy.
