VW Tertekan, Ducati Terancam Dilepas demi Dana EV dan Selamatkan Restrukturisasi Besar

Volkswagen disebut sedang mempertimbangkan langkah besar yang bisa mengguncang industri otomotif Eropa. Salah satu opsinya adalah melepas Ducati, merek motor premium asal Italia yang selama ini berada di bawah naungan grup tersebut.

Kabar ini menarik perhatian karena Ducati bukan aset biasa. Merek yang kuat di MotoGP dan WorldSBK itu dikenal sangat menguntungkan, sehingga wacana penjualannya langsung memunculkan pertanyaan besar soal arah restrukturisasi Volkswagen.

Tekanan besar di tubuh Volkswagen

Dorongan untuk menjual aset muncul saat Volkswagen menghadapi tekanan finansial yang semakin berat. Grup otomotif asal Jerman itu juga sedang menyiapkan biaya besar untuk pengembangan kendaraan listrik generasi baru.

Persaingan di pasar kendaraan listrik global disebut makin ketat, terutama dari merek EV asal Tiongkok. Dalam situasi ini, penjualan aset bernilai tinggi dinilai bisa menjadi cara cepat untuk menambah modal segar.

Strategi restrukturisasi Volkswagen juga disebut sangat agresif. Rencana itu mencakup pemangkasan hingga 100 ribu karyawan dan penutupan sejumlah pabrik operasional di Jerman.

Beberapa lokasi yang disebut masuk dalam langkah penutupan antara lain Hanover, Emden, Zwickau, dan Audi Neckarsulm. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa tekanan yang dihadapi Volkswagen bukan lagi bersifat terbatas.

Menurut Rideapart, Volkswagen AG saat ini menaungi sejumlah merek besar seperti Porsche, Lamborghini, dan Ducati. CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz disebut menjadi tokoh utama di balik strategi restrukturisasi yang sedang berjalan.

Mengapa Ducati ikut masuk radar

Ducati dinilai sebagai salah satu aset premium paling berharga di portofolio Volkswagen. Reputasinya kuat, permintaannya tinggi, dan posisinya di pasar motor premium global masih sangat menonjol.

Justru karena itulah nama Ducati kembali muncul dalam pembahasan. Para penasihat keuangan disebut mendorong Volkswagen untuk mempertimbangkan penjualan aset bernilai tinggi yang bisa menghasilkan dana besar dalam waktu relatif cepat.

Visordown melaporkan adanya harapan dari para penasihat agar dorongan terbaru untuk menjual aset berharga seperti Ducati mendapat dukungan. Wacana itu muncul setelah Volkswagen sebelumnya berhasil melepas bisnis mesin laut Everllence senilai €7,4 miliar.

Penjualan Everllence menjadi sinyal bahwa Volkswagen memang membuka ruang untuk monetisasi aset di luar bisnis inti. Dalam konteks itu, Ducati dipandang sebagai nama yang secara finansial sangat menarik bagi calon investor atau pembeli strategis.

Jika penjualan benar-benar terjadi, Ducati akan keluar dari grup Volkswagen yang berbasis di Jerman. Dampaknya tidak hanya terasa di tingkat korporasi, tetapi juga di Bologna, Italia, tempat Ducati bermarkas.

Bukan rumor yang sepenuhnya baru

Spekulasi soal penjualan Ducati sebenarnya bukan cerita baru. Pada 2017, Volkswagen sempat mengeksplorasi opsi menjual Ducati dalam tinjauan strategis pasca skandal Dieselgate.

Namun, langkah itu pada akhirnya dibatalkan. Kini rumor serupa muncul lagi, kali ini di tengah tekanan yang dinilai lebih berat karena kebutuhan investasi besar di sektor elektrifikasi dan kompetisi pasar yang semakin sengit.

Kemunculan ulang isu ini membuat perhatian pasar meningkat. Sebab, jika pada masa lalu penjualan Ducati urung terjadi, situasi terbaru menunjukkan Volkswagen kini menghadapi agenda restrukturisasi yang jauh lebih luas.

Selain Ducati, Lamborghini juga ikut disebut dalam spekulasi pelepasan aset. Meski begitu, fokus perhatian tetap tertuju pada Ducati karena karakter bisnisnya berbeda dan posisinya sangat kuat di segmen roda dua premium.

Masih ada keraguan dari analis

Di tengah spekulasi yang berkembang, sejumlah analis menilai kemungkinan penjualan Ducati tetap rendah. Alasannya sederhana, Ducati justru termasuk aset yang masih sangat profitable bagi Volkswagen.

Pandangan ini menyoroti dilema utama Volkswagen. Menjual Ducati bisa memberi suntikan dana, tetapi langkah itu juga berarti melepas salah satu merek paling ikonik dan menguntungkan dalam grup.

Sebagian analis menilai Volkswagen akan lebih logis jika melepas aset yang merugi. Dalam pandangan itu, divisi seperti PowerCo yang bergerak di sektor baterai dianggap lebih masuk akal untuk dikaji ketimbang menjual Ducati.

Karena itu, wacana penjualan Ducati sejauh ini masih berada di wilayah spekulasi yang didorong tekanan restrukturisasi. Belum ada kepastian bahwa Volkswagen akan benar-benar melepas merek tersebut.

Namun, bobot isu ini tetap besar karena menyangkut salah satu nama paling berpengaruh di dunia motor performa. Bagi pasar global, perpindahan kepemilikan Ducati akan menjadi peristiwa penting yang bisa mengubah lanskap industri motor premium.

Bagi penggemar, pertanyaan utamanya bukan hanya siapa yang akan membeli Ducati. Isu yang lebih sensitif adalah apakah identitas merek itu akan tetap terjaga jika suatu hari benar-benar keluar dari naungan Volkswagen.

Source: www.suara.com
Terkait