Mobil Ini Asli, Tapi Tampak Seperti Sketsa Komik Di Museum Petersen

Sekilas, mobil-mobil klasik itu tampak seperti gambar pensil dari halaman komik, bukan kendaraan nyata yang diparkir di museum. Padahal, semuanya adalah mobil sungguhan yang diperlakukan sebagai kanvas oleh seniman Joshua Vides di Petersen Automotive Museum, Los Angeles.

Pameran berjudul Flat Out ini mengubah beberapa model klasik menjadi objek visual yang terasa datar, tegas, dan hampir kartun. Efeknya datang dari teknik lukis yang membuat bentuk mobil seolah kembali ke tahap sketsa awal, bukan produk akhir yang sudah selesai.

Mobil klasik yang terlihat seperti ilustrasi

Di dalam instalasi itu, hadir model-model tua dari Mercedes, Porsche, dan Ferrari. Setiap mobil dicat putih terlebih dahulu, lalu diberi aksen hitam yang rumit untuk menciptakan ilusi dua dimensi yang mencolok.

Perubahan tidak berhenti di panel bodi. Bumper, lampu, grille, dan air intake juga mendapat perlakuan serupa agar seluruh tampilan mobil tetap konsisten seperti coretan komik yang hidup.

Salah satu yang paling menonjol adalah Ferrari 308 GTS. Garis hitam yang mengalir di bodi membuat mobil itu terlihat seperti baru keluar dari lembar sketsa yang belum selesai diwarnai.

Bukan hanya mobil yang diubah

Joshua Vides tidak hanya mengecat kendaraan. Seluruh ruang mock garage tempat mobil-mobil itu dipajang juga mendapat sentuhan visual yang sama, sehingga pengunjung melihat satu lingkungan yang menyatu dengan gaya komiknya.

Hasilnya membuat instalasi ini terasa lebih besar dari sekadar pajangan mobil klasik. Ruangan, mobil, dan detail permukaan bekerja bersama untuk menipu mata dan membuat objek tiga dimensi tampak seperti gambar datar.

Vides mengatakan kepada Hemmings bahwa proyek ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Ia menyebut kesempatan untuk menghadirkan “Reality to Idea” di Petersen sebagai kehormatan besar dan berharap publik bisa merasakan langsung pameran tersebut.

Jejak gaya yang sudah dikenal

Vides bukan nama baru di dunia kolaborasi seni dan budaya populer. Sebelumnya, ia pernah bekerja dengan NBA, Formula 1, BMW, dan Fendi, dengan gaya yang ia sebut “Reality to Idea”.

Pendekatan itu berfokus pada mengembalikan desain yang sudah selesai ke bentuk sketsa awal. Dalam pameran ini, pendekatan tersebut diterapkan pada mobil-mobil klasik dan ruang pajang di sekitarnya dengan hasil yang sangat mudah dikenali.

Pameran Flat Out berlangsung di Petersen Automotive Museum sampai Juli tahun depan. Akses ke koleksi lima mobil serta garasi tempat mereka dipamerkan sudah termasuk dalam tiket masuk standar museum.

Source: www.carscoops.com
Terkait