Mazda CX-5 generasi ketiga langsung mencuri perhatian di Jepang berkat kombinasi desain premium, teknologi baru, dan respons pasar yang kuat. Yang paling menonjol, varian tertinggi tipe L justru menjadi pilihan favorit konsumen dengan porsi sekitar 65 persen dari total pemesanan.
Pencapaian itu menegaskan bahwa permintaan SUV premium di pasar domestik Jepang masih sangat dipengaruhi oleh kelengkapan fitur. Mazda CX-5 terbaru juga hadir dengan pendekatan yang lebih matang, mulai dari desain Kodo Design yang elegan hingga peningkatan performa mesin yang terasa lebih serius.
Mesin baru dan teknologi mild hybrid
Seluruh varian Mazda CX-5 generasi ketiga di Jepang memakai mesin e-Skyactiv G 2.5 liter empat silinder naturally aspirated dengan siklus Miller. Mesin berkode PY-VPH ini menghasilkan tenaga 178 PS pada 6.000-6.200 rpm dan torsi 237 Nm pada 3.800-4.000 rpm.
Angka itu disebut lebih tinggi dibandingkan spesifikasi saat debut globalnya. Mazda juga menambahkan teknologi mild hybrid 24 volt yang terintegrasi lewat Integrated Starter Generator atau ISG untuk membantu akselerasi awal agar terasa lebih halus.
Sistem mild hybrid tersebut memberi tambahan tenaga 6,5 PS dan torsi 60,5 Nm. Selain itu, fitur i-Stop tetap ikut bekerja untuk mendukung efisiensi bahan bakar dengan mematikan mesin secara otomatis saat mobil berhenti dalam kondisi tertentu.
Pilihan varian dan harga di Jepang
Mazda hanya menawarkan tiga varian utama untuk CX-5 generasi terbaru di Jepang, yaitu S, G, dan L. Seluruhnya menggunakan transmisi otomatis Skyactiv-Drive enam percepatan, dengan pilihan penggerak roda depan atau all-wheel drive.
Harga jualnya berada di kisaran 3,3 juta yen hingga 4.306.500 yen, termasuk pajak konsumsi 10 persen. Rentang ini setara sekitar Rp330 juta hingga Rp431 jutaan, sehingga CX-5 tetap masuk ke segmen SUV premium yang kompetitif.
Data pemesanan menunjukkan preferensi yang cukup jelas dari konsumen. Tipe L memimpin dengan kontribusi sekitar 65 persen, sementara tipe G mencatat sekitar 32 persen dan tipe S hanya sekitar 3 persen.
Mengapa varian tertinggi paling diminati
Dominasi tipe L menunjukkan bahwa pembeli di Jepang cenderung mengejar paket paling lengkap. Dalam kasus CX-5 generasi ketiga, kombinasi desain premium, teknologi modern, mesin yang lebih bertenaga, dan dukungan mild hybrid tampaknya menjadi daya tarik utama.
Pola ini juga menguatkan posisi CX-5 sebagai SUV yang bukan hanya mengandalkan nama besar Mazda, tetapi juga menawarkan karakter produk yang lebih bernilai bagi konsumen yang mencari kenyamanan dan kelengkapan fitur. Respons awal yang positif ini memberi sinyal bahwa strategi Mazda di segmen SUV premium masih sangat relevan di pasar domestik.
Ke depan, Mazda juga akan membawa CX-5 generasi ketiga ke berbagai negara lain, termasuk Malaysia dan pasar global lainnya. Untuk pasar internasional, tiga pilihan varian S, G, dan L tetap disiapkan agar kebutuhan konsumen di segmen SUV premium bisa dijangkau lebih luas.







