Kecepatan puncak 67 mph terdengar biasa untuk mobil di jalan raya, tetapi angka itu terasa luar biasa untuk sebuah kapal penumpang besar. Itulah yang membuat HSC Francisco menonjol sebagai kapal penumpang tercepat yang masih beroperasi saat ini.
Feri cepat ini menggabungkan tenaga besar dan desain lambung yang efisien untuk membawa ratusan penumpang, mobil, dan beberapa fasilitas di dalamnya. Di air, performa seperti itu bukan hanya soal angka, melainkan juga soal bagaimana dorongan besar bisa disalurkan dengan stabil.
Dua turbin, 118.000 tenaga kuda
HSC Francisco mengandalkan dua mesin turbin gas GE LM2500, masing-masing berdaya 59.000 hp. Totalnya mencapai 118.000 hp, jumlah yang membantu menjelaskan mengapa kapal sepanjang 325 kaki ini bisa melaju sangat cepat.
Tenaga itu diteruskan ke dua waterjet axial Wartsila LJX 1720 SR. Menurut data yang disebutkan, tiap waterjet mampu membuang 24.000 liter air per detik, sebuah skala dorongan yang sesuai untuk kapal sebesar itu.
Francisco dimiliki oleh perusahaan feri Argentina, Buquebus, tetapi dibangun oleh galangan kapal Incat di Hobart, Tasmania, Australia. Kapal ini beroperasi terutama di rute sekitar 140 mil melintasi Rio de la Plata antara Buenos Aires dan Montevideo.
Bukan sekadar cepat, tetapi juga besar
Kapasitas HSC Francisco mencapai 1.024 penumpang dan 150 mobil. Untuk mendukung kenyamanan perjalanan, kapal ini juga memiliki toko bebas bea, bar, dan lounge kelas satu.
Di dalamnya, ruang penumpang dibagi ke dalam empat tingkat. Lapis bawah dipakai untuk penyimpanan mobil, tingkat kedua untuk kursi kelas ekonomi, toko bebas bea, toilet, dan bar, sedangkan tingkat ketiga didominasi lounge kelas satu dan VIP.
Desain catamaran berujung menembus gelombang membantu kapal ini mempertahankan stabilitas saat melaju cepat. Struktur dua lambung juga memberi ruang untuk tangki LNG di bagian bawah, sehingga area penumpang di atas bisa dimaksimalkan.
Mesin besar harus didukung rancangan yang tepat
Kecepatan tinggi di kapal sebesar ini tidak cukup dicapai hanya dengan tenaga besar. Jika desainnya tidak tepat, kapal bisa kehilangan efisiensi atau justru menjadi berbahaya saat melaju.
Karena itu, bentuk catamaran menjadi bagian penting dari karakter Francisco. Desain dua lambung membantu kapal membelah air dengan lebih stabil, sekaligus menjaga kenyamanan penumpang agar tidak mudah mabuk laut.
Turbin GE LM2500 sendiri bukan mesin baru. Keluarga mesin ini telah dikembangkan terus-menerus selama lebih dari 50 tahun, dengan model pertama hadir pada 1969.
Menurut GE, keluarga LM2500 memiliki catatan reliabilitas di atas 99 persen. Mesin ini juga digunakan di 95 persen kapal berbasis turbin gas dalam armada Angkatan Laut AS, yang menunjukkan reputasinya sebagai sumber tenaga yang tangguh dan konsisten.
Kecepatan yang sulit ditandingi
Gabungan tenaga besar, waterjet, dan desain lambung membuat HSC Francisco mampu mempertahankan posisi istimewanya. Selama belum ada kapal lain yang mampu melampaui catatan itu, kecepatan puncak 67 mph-nya tetap menjadi standar yang sangat tinggi untuk kapal penumpang.
Di atas kertas, angkanya mungkin terdengar seperti kecepatan mobil di jalan bebas hambatan. Namun untuk kapal sepanjang 325 kaki yang mengangkut penumpang, kendaraan, dan fasilitas komersial, laju tersebut tetap tergolong sangat cepat.







