Motor Konvensional Masih Diburu Meski BBM Nonsubsidi Naik, Ini Alasannya

Kenaikan harga BBM nonsubsidi belum terbukti mengerem permintaan motor konvensional, setidaknya bagi PT Astra Honda Motor (AHM). Perusahaan justru melihat penjualan Honda dalam satu hingga dua bulan terakhir bergerak positif.

Direktur Pemasaran PT AHM Octavianus Dwi menyebut pihaknya belum melihat penurunan minat beli setelah penyesuaian harga bahan bakar. Ia mengatakan permintaan tetap ada dan bahkan menunjukkan peningkatan di tengah kondisi tersebut.

Motor masih jadi kebutuhan harian

AHM menilai sepeda motor tetap masuk kategori kebutuhan utama masyarakat Indonesia untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Karena itu, keputusan membeli motor roda dua dinilai tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan BBM nonsubsidi.

Octavianus menjelaskan Honda masih dipandang konsumen sebagai pilihan yang andal, hemat bahan bakar, dan fungsional. Kombinasi itu membuat motor tetap relevan sebagai alat transportasi utama pada situasi saat ini.

Penjualan Honda tembus 400 ribu unit

AHM menyebut penjualan motor Honda pada Mei 2026 telah menembus lebih dari 400 ribu unit. Untuk Juni 2026, data belum terkumpul seluruhnya, tetapi perusahaan memperkirakan angkanya kembali meningkat.

Octavianus menegaskan kondisi di lapangan menunjukkan permintaan masih terjadi. Ia menambahkan, dari yang terlihat saat ini, tren penjualan justru bergerak naik.

Pasar nasional bergerak berbeda

Di sisi lain, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan sepeda motor nasional pada Mei 2026 justru turun dibandingkan April 2026. Angkanya berada di kisaran 470 ribu unit, dari sekitar 520 ribu unit pada bulan sebelumnya.

Data penjualan nasional untuk Juni 2026 belum dirilis AISI. Meski begitu, AHM tetap optimistis performa penjualan Honda pada periode itu akan membaik meski konsumen menghadapi harga BBM nonsubsidi yang lebih mahal.

BBM naik, motor tetap diminati

AHM menyebut harga BBM nonsubsidi di Indonesia memang sudah mengalami penyesuaian. Namun, tarif yang berlaku saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum kenaikan pertama diberlakukan.

Situasi itu ternyata belum cukup kuat untuk mengubah preferensi sebagian besar konsumen motor Honda. Bagi AHM, daya tarik efisiensi bahan bakar dan fungsi harian motor konvensional masih menjadi alasan utama pembelian tetap mengalir.

Source: voi.id
Terkait