Chery resmi membuka pabrik Rosslyn di Pretoria, dan langkah ini menandai perubahan besar bagi merek asal China tersebut di Afrika Selatan. Dari sekadar importir, Chery kini masuk ke tahap perakitan dan produksi lokal di negara yang menjadi salah satu pasar otomotif penting di kawasan itu.
Pabrik yang diambil alih dari Nissan itu akan menjadi basis baru bagi ekspansi Chery di Afrika bagian selatan. Kapasitas akhirnya ditargetkan mencapai 50.000 unit per tahun dengan satu shift, setelah proses peningkatan fasilitas selesai dan produksi dimulai pada pertengahan tahun depan.
Dari aset Nissan ke pusat produksi baru
Rosslyn bukan fasilitas baru. Pabrik tersebut awalnya dibangun pada 1963, lalu Chery mengumumkan pada Januari bahwa mereka akan membeli lahan, bangunan, dan aset terkait dari Nissan, termasuk fasilitas stamping yang berada di dekatnya.
Nissan sebelumnya menyebut faktor eksternal telah memengaruhi tingkat utilisasi pabrik itu. Perusahaan juga menilai masa depan fasilitas tersebut di dalam sistem Nissan sudah tidak lagi kuat, sementara output tahunannya dalam beberapa tahun terakhir tetap berada di bawah 25.000 unit.
Angka itu jauh di bawah capaian 54.000 unit pada 2012. Kondisi tersebut membuat pengambilalihan oleh Chery menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aset industri yang sebelumnya kurang optimal.
Target tenaga kerja dan lokalisasi
Chery South Africa berjanji mempertahankan seluruh 692 karyawan yang sudah ada di pabrik tersebut. Di saat yang sama, perusahaan memperkirakan hampir 3.000 lapangan kerja baru akan tercipta di sepanjang rantai pasok.
Perusahaan juga telah meluncurkan program lokalisasi yang luas. Target awalnya adalah mencapai tingkat lokalisasi 40% pada 2028, sejalan dengan upaya Chery membangun basis manufaktur yang lebih terintegrasi di pasar lokal.
Ambisi menjadikan Afrika Selatan pusat regional
Chery tidak hanya melihat Rosslyn sebagai pabrik perakitan. Perusahaan ingin mengubahnya menjadi pusat otomotif terintegrasi yang mencakup riset dan pengembangan, manufaktur, rantai pasok, pelatihan keterampilan, dan operasi ekspor.
Dari titik ini, Chery juga berencana menjadikan Afrika Selatan sebagai pusat operasi regional untuk kawasan Afrika bagian selatan. Strategi itu menunjukkan bahwa pabrik Rosslyn diposisikan sebagai fondasi jangka panjang, bukan sekadar fasilitas produksi tunggal.
Momentum bisnis Chery di pasar Afrika Selatan
Langkah ini datang saat Chery sedang tumbuh cepat di Afrika Selatan. Sejak masuk pasar tersebut pada 2021, Chery menjadi salah satu merek otomotif dengan pertumbuhan tercepat di negara itu.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, Chery Group berada di posisi kedua penjualan di Afrika Selatan, hanya di bawah Toyota. Chery juga telah membangun portofolio merek yang lengkap di negara tersebut, mencakup Chery, Omoda & Jaecoo, Jetour, iCaur, dan Lepas, dengan lini mesin bensin, hybrid, dan battery electric.
Di antara merek itu, Jetour T2 menjadi kendaraan merek China pertama yang meraih gelar Car of the Year secara keseluruhan di Afrika Selatan pada 2026. Omoda juga mencatat penjualan kumulatif lebih dari 20.000 unit sejak diluncurkan pada 2023.
Dukungan pemerintah dan rencana lanjutan
Upacara peresmian dihadiri Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile, Duta Besar China untuk Afrika Selatan Wu Peng, dan Ketua Chery Yin Tongyue. Dalam acara itu, Yin menyampaikan filosofi “In somewhere, For somewhere, Be somewhere” sebagai pendekatan Chery untuk berintegrasi dengan ekonomi dan komunitas lokal di setiap pasar.
Chery juga menyebut kehadiran Rosslyn sebagai awal dari ekosistem rantai industri penuh di Afrika. Ekosistem itu mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, mesin pertanian pintar, energi surya hijau, sumber daya mineral, robotik, dan ekonomi sirkular.
Di luar otomotif, Chery juga mengumumkan proyek kerja sama di kawasan konservasi alam utama di Afrika Selatan melalui kerangka kemitraan global dengan International Union for Conservation of Nature atau IUCN. Pada 2025, Chery Auto membukukan penjualan 2.631.381 kendaraan, naik 8% secara tahunan, dan mengekspor 1.344.020 kendaraan, meningkat 17,4%.
Source: cnevpost.com






