Clicks Communicator Makin Nyata, Android Bergaya BlackBerry Ini Punya Jack Audio dan Keyboard Fisik

Clicks Communicator akhirnya muncul lebih jelas lewat video prototipe aktif berdurasi 6 menit 25 detik yang diunggah ke YouTube. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menghadirkan nuansa BlackBerry dalam format ponsel Android modern.

Ketertarikan itu sebenarnya sudah muncul sejak CES pada Januari, meski saat itu belum banyak yang diperlihatkan. Kombinasi keyboard fisik, tampilan yang mengingatkan pada perangkat lawas produktivitas, dan janji untuk membantu mengurangi kecanduan perangkat menjadi daya tarik utamanya.

Yang paling menonjol dari penampilan terbaru ini adalah perangkat kini bisa dilihat benar-benar berfungsi, bukan sekadar konsep. Video tersebut memberi gambaran pertama tentang bagaimana antarmuka dan perangkat kerasnya dirancang untuk penggunaan yang lebih fokus.

Jeff Gadway, Co-founder sekaligus Chief Marketing Officer Clicks, membuka demonstrasi dengan menampilkan homescreen Communicator. Dari sini terlihat bahwa perusahaan tidak hanya menjual nostalgia desain, tetapi juga mencoba membangun pengalaman Android yang berbeda.

Pada layar utama, terdapat app ribbon yang disusun secara alfabetis. Pengguna juga bisa menempatkan aplikasi favorit di posisi paling depan, sementara widget dapat dipakai untuk mengendalikan aplikasi yang sedang aktif seperti Spotify.

Keyboard fisik menjadi pusat interaksi perangkat ini. Saat Gadway mulai mengetik nama aplikasi, sistem langsung menampilkan aplikasi terkait, menegaskan bahwa papan ketik tidak hanya berfungsi untuk mengetik pesan atau dokumen.

Fokus pada perangkat keras

Dari sisi bodi, Communicator membawa sejumlah elemen yang kini mulai jarang ditemukan di ponsel modern. Salah satu yang paling mencolok adalah kehadiran jack headphone 3,5 mm, selain keyboard fisik yang memang menjadi identitas utama perangkat ini.

Susunan speaker juga dibuat di dua sisi, yaitu bagian atas dan bawah perangkat. Pendekatan ini memberi kesan bahwa Clicks tidak hanya memikirkan input fisik, tetapi juga pengalaman multimedia dan komunikasi sehari-hari.

Communicator dibekali tiga mikrofon. Masing-masing ditempatkan di bagian atas, bawah, dan belakang perangkat, sebuah detail yang menunjukkan perhatian pada kebutuhan panggilan suara dan perekaman.

Sensor sidik jari turut dibenamkan ke tombol spasi pada keyboard. Penempatan ini terasa tidak biasa untuk ponsel Android saat ini, tetapi sejalan dengan upaya menghadirkan kontrol yang serba fisik dan langsung dijangkau jari.

Bagian belakang perangkat juga membawa pendekatan yang berbeda. Untuk mengakses kartu SIM dan microSD, pengguna cukup melepas penutup belakang tanpa memerlukan alat bantu.

Meski penutup belakang bisa dibuka, baterainya tidak dapat dilepas. Artinya, Clicks tetap mengadopsi kompromi desain modern sambil mempertahankan beberapa ciri lama yang disukai pengguna perangkat keyboard.

Warna dan personalisasi

Clicks menyiapkan tiga pilihan warna untuk Communicator. Varian itu terdiri dari Smoke, yang digambarkan sebagai warna putih dengan sedikit nuansa abu-abu, lalu Onyx yang hitam solid, serta Clover yang hadir dalam hijau tua.

Perusahaan juga menyiapkan beragam back cover dengan warna berbeda. Opsi ini memberi ruang personalisasi lebih luas, sesuatu yang selaras dengan identitas perangkat yang ingin tampil menonjol di tengah pasar ponsel Android yang cenderung seragam.

Fitur yang belum diperlihatkan sepenuhnya

Meski video terbaru sudah memperlihatkan lebih banyak hal, masih ada sejumlah fitur yang belum didemonstrasikan secara penuh. Gadway mengatakan demonstrasi lain akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan.

Fitur yang dijanjikan untuk diperlihatkan berikutnya mencakup kill switch, keyboard yang peka sentuhan, message hub, signal light, prompt key, dan lainnya. Daftar ini memberi sinyal bahwa Clicks ingin menjual Communicator sebagai perangkat dengan filosofi penggunaan yang berbeda, bukan hanya Android dengan keyboard tambahan.

Perusahaan juga masih menunggu proses sertifikasi. Di saat yang sama, Communicator dijadwalkan masuk tahap beta testing pada kuartal ini, sebelum pengiriman perangkat diperkirakan berlangsung pada kuartal keempat.

Reservasi untuk perangkat ini sudah dibuka. Minat awal terhadap Communicator tampaknya bertumpu pada satu hal yang jarang muncul belakangan ini: ponsel Android yang mencoba menghidupkan kembali rasa BlackBerry, tetapi dengan sentuhan fitur modern yang lebih sadar akan kebiasaan digital pengguna.

Source: www.androidpolice.com
Terkait