VinFast VF MPV 7 datang dengan modal yang langsung relevan untuk pasar keluarga: kabin tujuh penumpang, pengendaraan yang nyaman, dan karakter yang mudah dipakai setiap hari. Dari pengujian awal sejauh 90 km, mobil ini menunjukkan fokus yang jelas pada kenyamanan suspensi, posisi berkendara yang ergonomis, serta kemudahan pengoperasian.
Di tengah pertumbuhan minat terhadap kendaraan listrik, kehadiran MPV 7-seater seperti ini menarik karena menyasar kebutuhan yang sangat spesifik di Indonesia. VinFast juga menempatkan model ini sebagai bagian dari langkah yang lebih besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik melalui jaringan dealer, layanan purnajual, dan solusi pengisian daya.
Menurut Antonio Zara, Market CEO VinFast Indonesia, Indonesia merupakan pasar strategis bagi VinFast di Asia Tenggara. Ia menyebut VF MPV 7 menjadi bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan solusi mobilitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Kenyamanan Jadi Daya Tarik Utama
Nilai jual terbesar VF MPV 7 ada pada rasa nyaman saat digunakan. Dalam pengujian dengan empat orang penumpang di dalam kabin, suspensinya mampu meredam jalan bergelombang dan sambungan jembatan dengan sangat baik.
Karakter suspensinya lembut dan lebih mengutamakan kenyamanan ketimbang sensasi sporty. Hasilnya, penumpang tetap merasa nyaman meski mobil melintasi permukaan jalan yang tidak rata.
Pendekatan ini membuat VF MPV 7 terasa pas sebagai kendaraan keluarga. Mobil ini lebih cocok dipakai untuk mobilitas harian dan perjalanan bersama penumpang daripada untuk gaya berkendara agresif.
Namun ada konsekuensi dari setelan yang sangat empuk itu. Saat berpindah jalur atau melahap tikungan pada kecepatan cukup tinggi, body roll masih terasa dan bodi terlihat lebih banyak mengayun.
Posisi Mengemudi Beda dari MPV Kebanyakan
Salah satu hal yang menonjol justru datang dari posisi berkendaranya. Berbeda dari banyak MPV yang menawarkan posisi duduk tinggi, VF MPV 7 memberi posisi mengemudi yang lebih rendah dan sedikit rebah, mendekati sedan atau crossover modern.
Jok pengemudi sudah memakai pengaturan elektrik lengkap. Setir juga mendukung pengaturan tilt dan telescopic, sehingga pengemudi lebih mudah menemukan posisi duduk yang ergonomis.
Kenyamanan kursi ikut mendukung pengalaman tersebut. Bantalan jok terasa tebal dengan busa yang empuk, sehingga tubuh tetap tertopang dengan baik dalam perjalanan yang lebih panjang.
Kombinasi posisi duduk, desain dasbor, dan visibilitas ke depan membuat mobil ini terasa cukup bersahabat dikendarai. Hal itu penting mengingat dimensi bodinya tergolong besar untuk sebuah kendaraan keluarga.
Performa Cukup untuk Harian dan Luar Kota
Di balik karakter yang nyaman, VF MPV 7 tetap menawarkan performa yang memadai. Mobil ini memakai motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga 201 dk dan torsi instan 280 Nm.
Karakter motor listrik membuat respons awal terasa spontan sejak pedal akselerator diinjak. Tenaga hadir tanpa jeda seperti pada mesin konvensional, sehingga mobil terasa sigap saat mulai berjalan.
Selama pengujian, akselerasinya terasa halus namun tetap bertenaga. Untuk kebutuhan harian maupun perjalanan luar kota, performanya dinilai lebih dari cukup.
VinFast mengklaim akselerasi 0-100 kpj dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 detik. Angka itu tergolong baik untuk MPV berukuran besar dengan konfigurasi tujuh penumpang.
Karakter pedal akselerator juga mudah dikendalikan. Penyaluran tenaga berlangsung progresif, sehingga mobil tetap nyaman saat menghadapi lalu lintas padat maupun ketika melaju di jalan bebas hambatan.
Jarak Tempuh dan Efisiensi
Sumber tenaganya berasal dari baterai 60,2 kWh yang sudah menggunakan sistem pendingin cairan. Dalam kondisi penuh, VF MPV 7 diklaim mampu menempuh hingga 450 km berdasarkan pengujian NEDC.
Jarak tempuh itu memberi nilai praktis yang penting untuk mobil keluarga. Pengguna bisa memakainya untuk rutinitas harian maupun perjalanan antarkota tanpa terlalu sering mencari titik pengisian daya.
VinFast juga membekali mobil ini dengan Regenerative Braking. Sistem ini mengubah energi saat deselerasi menjadi daya listrik untuk membantu mengisi kembali baterai.
Tingkat kekuatan regeneratif dapat diatur sesuai preferensi pengemudi. Pengguna bisa memilih efek engine brake yang ringan atau lebih kuat, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Saat level regeneratif dipilih lebih tinggi, mobil akan melambat otomatis ketika pedal akselerator dilepas. Fitur ini membantu mengurangi penggunaan rem konvensional sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Catatan pada Kemudi dan Harga yang Ditawarkan
Selain body roll, catatan lain ada pada sistem kemudi. Bobot setir terasa sangat ringan, terutama saat mobil melaju pada kecepatan tinggi.
Karakter ini memang memudahkan manuver di area parkir dan jalan perkotaan yang padat. Namun ketika kecepatan meningkat, bobot setir tidak banyak berubah sehingga feedback dari roda depan terasa minim.
Bagi pengguna yang menyukai setir ringan, karakter itu mungkin bukan masalah besar. Tetapi untuk pengemudi yang menginginkan komunikasi kemudi yang lebih jelas, aspek ini masih menjadi kekurangan VF MPV 7.
Dari sisi harga, VinFast menawarkan dua skema kepemilikan. Konsumen dapat memilih membeli kendaraan dengan sistem sewa baterai atau langsung membeli kendaraan beserta baterainya.
Untuk skema sewa baterai, VF MPV 7 dipasarkan dengan harga Rp 345 juta. Sementara versi dengan baterai dimiliki langsung dibanderol Rp 420 juta.
Selisih sekitar Rp 75 juta itu memberi fleksibilitas bagi konsumen untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran. Dengan kombinasi kabin tujuh penumpang, fokus kenyamanan, performa yang cukup, serta klaim jarak tempuh 450 km, VF MPV 7 masuk sebagai salah satu pemain baru yang patut diperhatikan di segmen MPV listrik Indonesia.
Source: kabaroto.com






