CATL Ubah Baterai Mobil Listrik Jadi Aset Penghasil Uang, Begini Cara Kerjanya

CATL sedang mengubah baterai mobil listrik dari sekadar komponen kendaraan menjadi aset yang berpotensi menghasilkan uang. Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia itu mendorong model penukaran baterai yang bukan hanya mempercepat pengisian energi, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi pemilik baterai.

Langkah ini muncul di tengah ekspansi agresif jaringan penukaran baterai Chocolate Swap Ecosystem atau Choco-SEB di China. Hingga 30 Juni 2025, jaringan CATL telah mencapai 2.000 stasiun yang tersebar di seluruh China, jauh naik dari sekitar 700 unit yang sudah beroperasi pada akhir tahun lalu.

Jaringan melebar ke kota kecil, tol, hingga Hong Kong

Cakupan Choco-SEB kini hadir di 31 provinsi dan lebih dari 180 kota, termasuk wilayah kota kecil dan menengah. Jaringan itu disebut telah menjangkau lebih dari 80 persen wilayah di China, dengan pembangunan yang rata-rata mencapai sekitar 200 stasiun baru setiap bulan sepanjang tahun ini.

CATL juga menempatkan stasiun di lokasi strategis seperti pusat kota, kawasan wisata, pusat budaya, area komersial, dan pusat pertumbuhan ekonomi regional. Di saat yang sama, perusahaan memperluas jaringan ke ruas jalan tol untuk mendukung perjalanan jarak jauh kendaraan listrik.

Salah satu titik pengembangan terbaru berada di ruas tol Guangzhou-Shenzhen di kawasan Greater Bay Area. Setelah itu, ekspansi juga diarahkan ke sejumlah koridor utama seperti Beijing-Harbin, Beijing-Kunming, Beijing-Tibet, Daqing-Guangzhou, dan Lanzhou-Haikou.

Ekspansi CATL tidak berhenti di daratan China. Perusahaan juga mulai membawa Choco-SEB ke Hong Kong sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di kawasan tersebut.

CATL menargetkan pembangunan sekitar 36 stasiun penukaran baterai di Hong Kong hingga 2030. Untuk tahun ini, perusahaan menargetkan total 3.000 stasiun battery swapping yang akan menjangkau lebih dari 190 kota di China.

Teknologi baru di stasiun swap

Pada April lalu, CATL mengumumkan pembaruan jaringan Chocolate Swap dengan menghadirkan Shenxing Supercharging sebagai fitur standar. Teknologi ini memungkinkan satu stasiun melayani pengisian daya cepat sekaligus penukaran baterai, baik untuk kendaraan penumpang maupun sistem Qiji untuk truk berat.

CATL menyebut langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi kehilangan daya lebih dari 13 persen dibandingkan sistem sebelumnya. Untuk mendukung skema itu, perusahaan juga memperkenalkan baterai Chocolate 26# yang memakai arsitektur 800 volt atau 800V agar proses pengisian daya bisa berlangsung lebih cepat.

Model ini menempatkan stasiun penukaran baterai bukan sekadar sebagai fasilitas pendukung, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur energi yang lebih fleksibel. Dengan satu jaringan yang bisa melayani pengisian cepat dan penukaran baterai, CATL memperluas fungsi stasiun di luar penggunaan konvensional.

Baterai bisa jadi sumber pendapatan

Aspek paling menarik dari strategi CATL ada pada model bisnis baru untuk pengguna baterai. Mulai semester kedua tahun ini, pemilik baterai dapat menukarkan baterainya saat harga listrik sedang tinggi.

Skema itu berpotensi menghasilkan pendapatan hingga 40 yuan atau sekitar Rp 150 ribu per hari. Dengan begitu, baterai tidak lagi hanya berfungsi sebagai sumber daya kendaraan listrik, tetapi juga dapat menjadi aset yang memberi nilai ekonomi tambahan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa CATL tidak hanya mengejar pertumbuhan infrastruktur. Perusahaan juga mendorong ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas, dengan kombinasi antara teknologi penukaran baterai, efisiensi operasional, dan potensi keuntungan bagi pengguna.

Di tengah ekspansi jaringan yang terus berjalan, strategi ini memperlihatkan arah baru industri kendaraan listrik di China. Baterai yang sebelumnya hanya dipakai untuk mobil kini mulai diposisikan sebagai bagian dari sistem energi yang bisa diputar menjadi sumber penghasilan.

Source: www.liputan6.com
Terkait