Huajing S, SUV Raksasa Wuling-Huawei Yang Menyatukan Kabin Luas, PHEV Kencang, Dan Otak Pintar

Kolaborasi SAIC-GM-Wuling dan Huawei melahirkan sebuah SUV besar yang langsung mencuri perhatian: Baojun Huajing S. Model ini tidak hanya tampil sebagai kendaraan keluarga, tetapi juga sebagai flagship PHEV yang menggabungkan kemampuan manufaktur Wuling dan ekosistem digital Huawei.

Yang membuatnya menonjol bukan sekadar nama besar di balik pengembangannya. Huajing S membawa format SUV premium dengan kabin lapang, teknologi bantuan berkendara canggih, dan sistem elektrifikasi yang dirancang untuk menyeimbangkan performa serta efisiensi.

Dimensi besar untuk kabin yang lega

Secara visual, Huajing S tampil dengan postur yang tegas dan elegan. Dimensinya mencapai panjang 5.235 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda 3.105 mm.

Ukuran tersebut memberi dampak langsung pada ruang interior. Kabinnya memakai konfigurasi 5 pintu dengan 6 kursi, dan ruang kaki serta ruang kepala di baris pertama, kedua, hingga ketiga terasa lapang untuk penumpang dewasa.

Akses masuk dibuat natural lewat pintu berengsel konvensional di empat pintu utamanya. Untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh, mobil ini juga menawarkan bagasi fleksibel dengan kapasitas 423 liter saat semua kursi digunakan, lalu membesar menjadi 1.268 liter ketika baris ketiga dilipat rata.

Tiga varian, fokus pada jarak tempuh dan penggerak

Huajing S dipasarkan dalam tiga varian utama. Ketiganya dibedakan oleh jarak tempuh elektrik murni dan sistem penggerak roda.

VarianKeterangan
Huajing S 200km Qiankun Enjoy EditionVarian dasar
Huajing S 255km Qiankun Premium EditionFokus jarak tempuh elektrik lebih jauh
Huajing S 235km 4WD Qiankun Premium EditionVarian penggerak semua roda

Susunan varian ini memperlihatkan arah produk yang jelas. Konsumen bisa memilih model yang menitikberatkan efisiensi, jarak tempuh listrik, atau performa melalui sistem 4WD.

Mesin 1.5L turbo dan dorongan motor listrik

Di balik kapnya, semua varian mengandalkan mesin bensin 1.5L berkode LBT dengan turbocharger. Mesin 4-silinder segaris ini memakai konfigurasi DOHC, 4-katup per silinder, dan direct injection.

Mesin bensinnya menghasilkan 143 PS atau 105 kW pada 5.500 rpm, dengan torsi puncak 220 Nm. Menariknya, mesin ini masih bisa menggunakan bensin dengan oktan minimal 92.

Karakter utamanya datang dari kombinasi dengan motor listrik. Varian penggerak roda depan memiliki torsi instan 310 Nm dan mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 8,3 hingga 8,6 detik.

Varian 4WD Qiankun Premium Edition mendapat motor listrik tambahan di gandar belakang. Output totalnya melonjak, dengan tambahan tenaga 253 PS atau 186 kW dan torsi 310 Nm, sehingga sprint 0-100 km/jam selesai dalam 5,2 detik.

Efisien meski berbobot besar

Walau berbobot berat, Huajing S tetap diklaim efisien. Bobot kosongnya berada di rentang 2.385 kg hingga 2.665 kg, sementara kecepatan puncak dibatasi secara elektronik di 190 km/jam.

Dalam pengujian standar WLTC saat baterai habis, konsumsi bahan bakarnya tercatat 5,98 liter per 100 km hingga 6,98 liter per 100 km untuk varian 4WD. Angka itu didukung tangki bensin 60 liter, yang membantu memperpanjang daya jelajah total.

Baterai LFP dan sentuhan digital Huawei

Seluruh varian memakai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP. Untuk varian Enjoy Edition, sel baterainya dipasok Repsys, sedangkan varian Premium Edition menggunakan CATL.

Setiap paket baterai juga dilindungi teknologi Divine Refined Battery. Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dari benturan maupun korsleting.

Huawei memegang peran penting di bagian teknologi kabin dan bantuan berkendara. Sistem HarmonySpace mengelola infotainment, sementara Huawei Qiankun ADS menangani fungsi berkendara otonom canggih.

Salah satu detail menarik ada pada sensor LiDAR. Alih-alih dipasang menonjol di atap, Huawei menyematkan in-cabin LiDAR atau Huawei Limera di balik area kaca depan.

Mudah dikendalikan untuk ukuran SUV besar

Meski dimensinya panjang, Huajing S tetap dirancang agar tidak merepotkan di lingkungan perkotaan. Radius putarnya hanya 5,65 meter, angka yang tergolong kecil untuk SUV sebesar ini.

Mobil ini juga dibekali approach angle 17° hingga 18° dan departure angle 20°. Kombinasi tersebut membuatnya lebih percaya diri saat melewati jalan bergelombang atau tanjakan curam di area parkir bertingkat.

Di pasar Indonesia, peluangnya dinilai terbuka lebar. Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, menyebut SUV ini punya potensi besar untuk pasar Indonesia karena menawarkan kenyamanan ruang yang luas dan konfigurasi captain seat yang dinilai dinantikan konsumen.

Source: www.oto.com
Terkait