SAIC-GM-Wuling atau SGMW mencatat tonggak besar di pasar kendaraan ramah lingkungan. Grup ini berhasil menjual lebih dari 3 juta unit mobil ramah lingkungan di pasar global, dan Indonesia ikut masuk dalam daftar penyumbang penjualan terbesar.
Pencapaian itu menarik karena SGMW memulai langkah di segmen ini dari angka yang masih sangat kecil. Pada awal pengembangan kendaraan energi baru pada 2017, penjualannya baru sekitar 11 ribu unit, sebelum kemudian berkembang menjadi lini produk yang jauh lebih luas dan berhasil dipasarkan ke berbagai negara.
Dari satu model ke lini global
Keberhasilan SGMW tidak datang dari satu model saja. Perusahaan ini mengembangkan beragam mobil listrik murni atau BEV dan hybrid plug-in atau PHEV untuk pasar global, lalu menempatkan beberapa modelnya di luar China.
Di Indonesia, Air EV menjadi mobil listrik murni pertama Wuling yang dijual. Setelah itu, Wuling menghadirkan Darion PHEV sebagai model PHEV pertama di Indonesia, menunjukkan bahwa strategi elektrifikasinya tidak berhenti pada satu jenis teknologi saja.
Hongguang Mini EV jadi andalan utama
Di antara semua model ramah lingkungan yang dijual SGMW, Hongguang Mini EV masih menjadi yang paling besar kontribusinya di China. Model ini bahkan sempat menjadi BEV terlaris di negara asalnya pada 2023, meski kini menghadapi persaingan yang makin ketat dari rival seperti Geely EX2.
Posisi Hongguang Mini EV tetap penting karena model ini disebut sebagai penyumbang utama penjualan SGMW selama ini. Popularitasnya di pasar domestik menjadi salah satu alasan mengapa total penjualan kendaraan ramah lingkungan SGMW bisa menembus angka jutaan unit.
Portofolio tidak hanya mobil kecil
SGMW juga tidak membatasi pengembangan produknya pada satu segmen. Mereka memiliki jajaran SUV, MPV, sedan, hatchback, city car, hingga kendaraan komersial yang memakai teknologi elektrifikasi.
Di segmen kendaraan niaga, mereka mengembangkan Yangguang yang dikenal sebagai Mitra EV di Indonesia. Model ini disebut cukup mendapat sambutan baik di pasar tujuan, memperlihatkan bahwa teknologi elektrifikasi SGMW juga bisa diterapkan untuk kebutuhan usaha.
SUV dan model global yang terus berkembang
Untuk lini SUV, SGMW menyiapkan model dari kelas entry level sampai premium. Salah satu contohnya adalah Wuling Starlight series yang terdiri dari S, L, dan 560, meski baru 560 yang dijual di pasar global dengan nama Eksion di Indonesia.
Eksion juga mendapat sambutan baik dari konsumen sejak diluncurkan awal tahun ini. Model itu dirakit secara lokal, sehingga menjadi bagian penting dari strategi Wuling di Indonesia.
Indonesia jadi pasar penting
Indonesia memegang peran yang semakin besar dalam strategi kendaraan ramah lingkungan SGMW. Selain menjadi penyumbang penjualan ketiga terbesar secara global, pasar ini juga menjadi tempat Wuling memperluas lini produk elektrifikasinya secara bertahap.
Saat ini, Wuling di Indonesia sudah menjual Air EV, Binguo EV, Cloud EV, Mitra EV, Darion, dan Eksion. Darion dan Eksion sama-sama hadir dengan varian PHEV, sementara model-model lain memperkuat pilihan BEV di pasar lokal.
Wuling juga disebut masih punya rencana untuk memperluas lini model kompak di Indonesia. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah Aira EV yang diperkirakan akan menggantikan posisi Air EV, meski keputusan resminya belum diumumkan.
Selain itu, belum jelas apakah tiga model anyar lainnya akan hadir sebagai BEV atau PHEV. Yang pasti, Wuling tidak menunjukkan tanda-tanda akan memperlambat ekspansi kendaraan ramah lingkungannya di Indonesia, apalagi setelah pasar ini ikut menyumbang pencapaian global yang besar bagi SGMW.
Source: ridertua.com






