Kemacetan parah terjadi di kawasan Cibubur, terutama pada akses Jalan Jambore dan Jalan Alternatif Cibubur menuju Jakarta. Pengguna jalan diimbau segera menyiapkan rute lain karena kepadatan diperkirakan masih berulang dalam beberapa pekan ke depan.
Titik yang paling terdampak berada di sekitar depan Cibubur Junction. Pada pagi hari, antrean kendaraan sudah mengular sejak sebelum simpang, bahkan arus lalu lintas sempat tersendat hingga nyaris tidak bergerak di sejumlah titik.
Kondisi ini penting diantisipasi karena gangguan lalu lintas tidak hanya terjadi sesaat. Perbaikan jalan beton di lokasi tersebut masih berlangsung hingga 22 Juli 2026, sehingga potensi antrean panjang akan terus muncul terutama pada jam berangkat kerja.
Kemacetan di area ini juga dipicu oleh karakter simpang yang menampung beberapa arus sekaligus. Ada pertemuan kendaraan dari Jalan Alternatif Cibubur, Jalan Transyogi, serta kendaraan yang keluar masuk kawasan Stasiun LRT Harjamukti.
Di saat bersamaan, aktivitas naik turun penumpang bus Transjakarta ikut menambah beban lalu lintas. Mobilitas warga menuju Stasiun LRT Cibubur juga membuat kepadatan di sekitar lokasi menjadi lebih tinggi pada pagi hari.
Perbaikan jalan dilakukan dengan metode Beton Fast Track 8 Jam. Berdasarkan pemberitahuan di lokasi pekerjaan, pengerjaan berlangsung mulai 22 Juni hingga 22 Juli 2026.
Pekerjaan dilakukan setiap hari pada malam hingga dini hari. Jadwalnya dimulai pukul 21.00 WIB sampai 04.00 WIB, lalu dilanjutkan proses pengeringan beton dari pukul 04.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Meski pengerjaan utama dilakukan malam hari, lajur yang diperbaiki belum bisa dipakai normal pada pagi hari karena menunggu beton mengering. Dampaknya, kendaraan melambat justru saat volume lalu lintas sedang tinggi.
Sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi lalu lintas umumnya kembali lebih normal karena lajur yang diperbaiki sudah bisa dilintasi. Karena itu, periode paling rawan macet berada pada pukul 06.00 WIB hingga menjelang siang.
Titik yang Perlu Dihindari
Sejumlah titik diperkirakan menjadi lokasi penumpukan kendaraan selama perbaikan berlangsung. Kawasan itu meliputi Simpang Cibubur Junction, ruas Jalan Alternatif Cibubur arah Jakarta, akses menuju Tol Jagorawi Cibubur pada jam sibuk, serta Simpang Transyogi menuju Jalan Alternatif Cibubur.
Pengguna jalan disarankan menghindari area tersebut pada hari kerja, khususnya antara pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Waktu itu menjadi periode dengan risiko kemacetan terberat.
Pilihan Jalur Alternatif ke Jakarta
Bagi pengendara yang menuju Cawang, Tebet, Pancoran, dan Jakarta Pusat, jalur tol menjadi opsi yang bisa dipertimbangkan. Dari arah Cileungsi maupun Cibubur, kendaraan dapat langsung masuk ke Tol Jagorawi melalui Gerbang Tol Cibubur di depan Sate Maranggi Hj Yetty.
Rute ini dinilai menjadi pilihan tercepat menuju Cawang, Pancoran, Semanggi, hingga pusat Jakarta jika kondisi lalu lintas di dalam tol masih lancar. Jalur tersebut juga membantu mengurangi ketergantungan pada Jalan Alternatif Cibubur.
Untuk tujuan Pasar Rebo, Kramat Jati, dan wilayah Jakarta Timur, pengendara dapat memilih rute Jalan Transyogi, lalu masuk ke Jalan Raya Bogor, melintasi Simpang Cimanggis, kemudian menuju Pasar Rebo dan Kramat Jati. Jalur ini dapat dipakai untuk menghindari kepadatan di koridor utama Cibubur.
Sementara itu, pengendara yang menuju Depok, Cinere, dan Sawangan bisa melalui Jalan Raya Kranggan, Jalan Raya Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Margonda, Juanda, lalu Cinere. Alternatif lain juga tersedia melalui Jalan Raya Hankam, Kranggan, dan Cimanggis, menyesuaikan kondisi lalu lintas.
Bagi kendaraan yang mengarah ke Jatiasih dan Bekasi, rute yang dapat dipilih adalah Jalan Transyogi, Jatikarya, Jatirangga, Jatiasih, hingga Bekasi Barat. Jalur ini memungkinkan pengendara menghindari kepadatan di depan Cibubur Junction.
Pengguna jalan yang ingin menuju Tol JORR juga memiliki opsi tersendiri. Rute yang bisa dimanfaatkan adalah Jalan Transyogi, Jatikarya, lalu masuk melalui Gerbang Tol Jatikarya menuju Cimanggis-Cibitung atau JORR 2.
Akses ini dapat dipilih oleh kendaraan yang hendak menuju Bekasi, Cikunir, Bandara Soekarno-Hatta, maupun wilayah Tangerang. Dengan begitu, pengendara tidak perlu melewati Jalan Alternatif Cibubur yang sedang padat.
Selama pekerjaan masih berjalan, pengaturan waktu perjalanan menjadi langkah penting. Pengguna jalan yang tetap harus melintasi kawasan Cibubur pada pagi hari disarankan berangkat lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang.
Pemantauan kondisi lalu lintas secara real time juga menjadi bagian dari antisipasi. Aplikasi navigasi dapat membantu pengendara memilih rute dengan waktu tempuh paling efisien sebelum memasuki kawasan yang terdampak perbaikan jalan.
Source: otomotif.kompas.com






