BYD Atto 2 terbaru mulai menarik perhatian setelah muncul dalam pengujian jalan di Tiongkok dengan perubahan yang jauh lebih dalam dari sekadar penyegaran tampilan. SUV listrik kompak ini disebut sedang disiapkan dengan penggerak roda belakang, opsi LiDAR, serta kabin yang lebih lapang.
Pembaruan itu penting karena Atto 2 tidak hanya membidik efisiensi, tetapi juga pengalaman berkendara dan teknologi bantuan pengemudi yang lebih maju. Jika spesifikasi yang beredar bertahan hingga versi produksi, model ini berpotensi naik kelas di segmen SUV listrik kompak.
Di pasar domestik Tiongkok, model ini dipasarkan dengan nama Yuan UP. Unit pengujian yang tertangkap kamera terlihat memakai aksen turquoise di beberapa bagian seperti bumper, spion, gagang pintu, dan side skirt.
Belum ada kepastian apakah aksen warna itu akan menjadi pilihan resmi atau hanya bagian dari kamuflase pengembangan. Namun, kemunculan unit uji tersebut memperlihatkan bahwa BYD sedang menyiapkan revisi yang menyentuh sisi teknis dan fungsional.
RWD Jadi Perubahan Besar
Perubahan paling signifikan ada pada sektor mekanis. Berdasarkan informasi dari proses homologasi dan pengujian di Tiongkok, motor listrik kini dipindahkan ke gandar belakang sehingga Atto 2 terbaru memakai konfigurasi Rear-Wheel Drive atau RWD.
Langkah ini menjadi pembeda besar dari model sebelumnya yang menggunakan penggerak roda depan. Perubahan konfigurasi tersebut diyakini akan mengubah karakter mobil, terutama dalam hal distribusi bobot, stabilitas, dan respons saat bermanuver.
Untuk pasar Tiongkok, Atto 2 terbaru diperkirakan hadir dengan dua pilihan motor listrik. Tenaganya disebut berada di kisaran 100 kW dan 120 kW.
Angka itu memang sedikit lebih kecil dibanding motor 130 kW pada versi sebelumnya. Meski begitu, konfigurasi RWD dinilai dapat memberi pengendalian yang lebih seimbang dan kenyamanan berkendara yang lebih baik.
BYD juga diperkirakan membekali seluruh varian dengan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link. Kombinasi ini diarahkan untuk meningkatkan kestabilan sekaligus menjaga kenyamanan saat mobil melintasi beragam kondisi jalan.
Kabin Makin Lega
Selain perubahan penggerak, revisi konstruksi kendaraan juga berdampak langsung pada ruang kabin. Wheelbase bertambah dari sekitar 2.620 mm menjadi 2.770 mm, yang berpotensi memberi ruang kaki belakang lebih lapang.
Perubahan ini membuat Atto 2 lebih menarik untuk penggunaan keluarga maupun perjalanan jarak jauh. Di segmen SUV listrik kompak, tambahan ruang kabin menjadi nilai jual yang penting karena langsung terasa dalam pemakaian harian.
Secara keseluruhan, ukuran bodi juga ikut membesar. Panjang kendaraan mencapai sekitar 4.665 mm, dengan lebar 1.895 mm dan tinggi 1.675 mm.
Dimensi tersebut membuat Atto 2 tetap berada di kelas SUV listrik kompak, tetapi dengan proporsi yang lebih besar dari model sebelumnya. Hasilnya, mobil ini tidak hanya berpotensi lebih nyaman di dalam, tetapi juga terlihat lebih matang secara kemasan produk.
LiDAR dan DiPilot 300 Jadi Sorotan
Salah satu pembaruan yang paling menonjol adalah hadirnya opsi teknologi LiDAR. Sensor ini akan mendukung sistem bantuan mengemudi DiPilot 300.
Dengan LiDAR, kemampuan keselamatan aktif dan fitur semi-otonom diperkirakan meningkat dibanding model sebelumnya. Sensor ini memungkinkan pemetaan lingkungan sekitar kendaraan dengan presisi yang lebih tinggi, terutama saat menghadapi lalu lintas yang kompleks.
Di kelas SUV listrik kompak, langkah ini dapat menjadi pembeda penting. Sejumlah rival masih mengandalkan kombinasi kamera dan radar, sementara LiDAR memberi lapisan kemampuan tambahan untuk membaca kondisi sekitar kendaraan.
Perubahan pada sisi praktis juga terlihat dari posisi port pengisian daya. Jika sebelumnya berada di fender depan, kini charging port dipindah ke sisi belakang kendaraan seperti posisi tutup tangki pada mobil konvensional.
Penempatan baru ini dinilai bisa memudahkan proses pengisian daya di berbagai tipe stasiun pengisian. Detail seperti ini memang kecil, tetapi sangat berpengaruh pada kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Baterai LFP dan Jarak Tempuh
Untuk sumber energi, Atto 2 terbaru tetap memakai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP. Jenis baterai ini dikenal punya daya tahan tinggi dan tingkat keamanan yang baik.
Tersedia dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 42 kWh dan 52 kWh. Estimasi jarak tempuhnya masing-masing mencapai hingga 410 kilometer dan 505 kilometer berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle atau CLTC.
Meski membawa banyak pembaruan, model ini disebut masih belum mengadopsi teknologi pengisian daya ultra-cepat yang mulai diperkenalkan BYD pada beberapa produk terbarunya. Artinya, fokus pembaruan kali ini lebih condong pada penggerak, pengemudian, ruang kabin, dan sistem bantuan berkendara.
Dari sisi desain, perubahan eksterior terlihat relatif konservatif. BYD menghapus aksen warna pada bagian bawah bumper depan sehingga tampilannya menjadi lebih sederhana.
Interior secara umum juga masih mempertahankan konsep sebelumnya. Perbedaan yang terlihat terutama ada pada penggunaan logo “Yuan” di lingkar kemudi untuk pasar domestik Tiongkok.
Hingga kini, BYD belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun spesifikasi final untuk pasar global. Namun rangkaian pembaruan yang sedang diuji menunjukkan bahwa Atto 2 terbaru disiapkan sebagai SUV listrik kompak dengan fokus yang lebih kuat pada kenyamanan, teknologi, dan kualitas berkendara.







