Haji Haryanto Buka Pintu Lagi untuk Rian Mahendra, Ini Alasan di Baliknya

Kepulangan Rian Mahendra ke posisi direktur operasional PO Haryanto bukan sekadar soal jabatan. Di balik keputusan itu, ada harapan besar dari Haji Haryanto agar putra pertamanya kembali menjadi penerus perusahaan keluarga yang sudah dirintis lama.

Haji Haryanto menyebut Rian sebagai sosok yang sejak awal memang disiapkan untuk melanjutkan usaha. Ia juga menilai anaknya itu punya kecerdasan dan kemampuan strategi yang dibutuhkan untuk menggerakkan perusahaan.

Rian Dipandang Sebagai Penerus

Menurut Haji Haryanto, alasan utama membuka kembali pintu untuk Rian adalah karena dirinya melihat potensi besar pada sang putra. Dalam pernyataannya kepada detikcom di garasi bus PO Haryanto, Kudus, ia menegaskan bahwa Rian adalah sosok yang ditunggu-tunggu untuk meneruskan perusahaan.

“Ini sangat istimewa karena anak saya ini (Rian Mahendra) yang saya tunggu-tunggu untuk menjadi penerus. Karena dia itu pintar, pintar, cerdas,” kata Bos PO Haryanto, Haji Haryanto kepada detikcom ditemui di garasi bus PO Haryanto di Kudus, Kamis (2/6).

Strategi Operasional Sudah Disiapkan

Haji Haryanto juga menyoroti kemampuan Rian dalam menyusun strategi untuk perusahaan. Ia bahkan menyebut putra pertamanya itu memiliki “strategi perang” untuk membawa PO Haryanto berkembang.

“Dia memang itu, Rian pintar, strategi perang untuk perusahaan itu pintar. Ini sudah saya siapkan armada yang baru-baru. Dengan Mas Rian pulang saya semangat untuk Haryanto bangkit. Bagaimana kalau tidak bangkit karena masih ada tanggungan yang harus kita selesaikan ini,” ungkapnya.

HalKeterangan
Jabatan Rian MahendraDirektur operasional PO Haryanto
Bagian kerjaMengatur lapangan, tidak memegang keuangan
Alasan tidak pegang financeDinilai boros jika mengelola keuangan
Respons Haji HaryantoSudah menyiapkan armada baru dan semangat membangkitkan perusahaan

Kepulangan Rian juga dipandang sebagai momen emosional bagi keluarga Haryanto. Haji Haryanto menyebut dirinya senang melihat anak kembali rukun dan menganggap anak sebagai harta yang tak ternilai.

“Saya sudah senang Mas Rian pulang, anak rukun. Anak itu harta tidak ternilai harganya,” tuturnya.

Ia bahkan menyinggung hubungan orang tua dan anak dalam konteks pekerjaan keluarga yang tidak selalu sederhana. Menurutnya, kondisi perusahaan dan tanggung jawab yang masih harus diselesaikan membuat peran Rian dianggap penting untuk membantu bangkit bersama.

“Terkadang anak itu, kalau orang tua punya, itu yang punya anak, tapi kalau anak punya, orang tua jadi babu. Kebanyakan seperti itu. Kerja seperti ini buat siapa kalau tidak buat anak,” tambahnya.

Rian Mahendra sebelumnya sempat dikeluarkan dari perusahaan otobus milik ayah kandungnya tersebut. Kini, ia kembali dipercaya menangani operasional, sementara urusan keuangan tetap tidak diberikan kepadanya.

Dengan susunan itu, PO Haryanto tampak ingin memadukan kepercayaan keluarga dengan kebutuhan bisnis, sambil memberi ruang bagi Rian untuk bekerja di area yang dianggap paling sesuai.

Source: oto.detik.com
Terkait