Kenaikan torsi New Honda Vario Evo 160 membuat skutik ini terasa lebih buas dari bawah, tetapi ada konsekuensi yang langsung dirasakan di jalan harian. Suspensi belakangnya masih keras, bahkan saat melewati polisi tidur dan permukaan tidak rata.
Di atas kertas, perubahan besar pada motor ini memang bukan di mesin utama, melainkan pada racikan torsinya. Mesin 157 cc, satu silinder, 4-katup, eSP+ berpendingin cairan itu masih menghasilkan tenaga maksimal 15,3 dk, namun torsinya naik dari 13,8 Nm menjadi 14 Nm.
Efeknya terasa jelas saat berkendara. Tarikan bawah New Honda Vario Evo 160 menjadi lebih responsif, sehingga pengendara tidak perlu terlalu dalam memelintir gas untuk berakselerasi cepat atau bermanuver di tengah kemacetan.
Rasa Sporty yang Dibayar dengan Kenyamanan
Karakter agresif itu datang bersama kompromi di sektor kenyamanan. Bantingan kaki-kaki belakang terasa kaku saat motor diajak melewati jalanan tidak rata, dan sensasinya tetap keras bahkan ketika dipakai berboncengan.
Jok bawaan motor ini juga disebut memiliki busa yang terbilang keras. Kombinasi suspensi belakang dan jok membuat pengalaman melintas di jalan rusak terasa kurang nyaman untuk pemakaian harian.
| Bagian | Karakter | Dampak ke Pengendara |
|---|---|---|
| Mesin | 157 cc, 1 silinder, 4-katup, eSP+, berpendingin cairan | Tenaga tetap 15,3 dk |
| Torsi | Naik dari 13,8 Nm menjadi 14 Nm | Tarikan bawah lebih buas dan responsif |
| Suspensi belakang | Cenderung keras | Kurang nyaman di jalan rusak dan saat boncengan |
| Jok | Busa terbilang keras | Menambah rasa tidak nyaman saat perjalanan harian |
Beruntung, suspensi teleskopik di depan masih memberi peredaman yang lebih baik. Untuk ukuran skutik 160 cc, bagian depan masih dinilai cukup nyaman saat dipakai harian.
Di www.suara.com, Danang Priyo Kumoro selaku Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta menjelaskan bahwa suspensi lama memang dipertahankan tanpa perubahan. Menurutnya, hasil survei AHM tidak menunjukkan isu berarti, dan secara fungsional suspensi itu masih dianggap cukup andal.
“Suspensi yang lama itu memang dengan yang sekarang tidak ada perubahan sama sekali. Karena secara survei memang dari AHM tidak ada isu di situ. Artinya secara fungsional untuk kerja dari suspensi itu masih cukup diandalkan.” ujar Danang.
Pada akhirnya, New Honda Vario Evo 160 tetap punya daya tarik kuat bagi pengendara yang mengutamakan tarikan agresif dan respons cepat. Namun, bagi yang sering melintasi jalan keriting, karakter suspensi belakangnya jelas perlu dipertimbangkan sebelum memilih motor ini.
Bila kenyamanan dirasa belum cocok, opsi sokbreker aftermarket tetap bisa jadi jalan keluar untuk menyesuaikan karakter motor dengan kebutuhan pemakaian harian.
Source: www.suara.com






