Konsumen Tiongkok Beralih ke EV, Mobil Bensin Makin Tertinggal

Author: Qoo Media

Kendaraan listrik kini bukan lagi pilihan alternatif di Tiongkok, melainkan arus utama yang menggeser mobil bensin dengan cepat. Pangsa pasar EV di negara itu telah menembus 62,9 persen pada pertengahan 2026, menandai perubahan besar dalam kebiasaan beli konsumen.

Pergeseran ini terlihat kuat karena alasan utama pembelian sudah berubah. Efisiensi biaya, teknologi kabin yang semakin pintar, dan kesadaran lingkungan menjadi faktor yang lebih dominan daripada insentif pemerintah, yang justru sudah mulai dikurangi sejak 2023.

Biaya Harian Jadi Penentu

Di Chongqing, seorang konsumen bernama Wang mengaku bisa menghemat hingga 12.000 yuan per tahun setelah beralih ke EV. Penghematan itu datang dari biaya listrik yang lebih murah dibanding bensin, ditambah perawatan yang lebih sederhana karena tidak perlu ganti oli mesin atau komponen konvensional lain.

Flotim.pikiran-rakyat.com mencatat, alasan ekonomi seperti ini membuat EV semakin masuk akal bagi banyak pembeli, terutama di tengah harga yang makin kompetitif. Model entry-level kini bisa didapatkan sekitar 80.000 yuan, sehingga tidak lagi hanya menarik bagi segmen premium.

Kabin Pintar Jadi Daya Tarik Baru

Selain hemat biaya, produsen EV di Tiongkok juga berlomba menawarkan fitur kabin pintar berbasis kecerdasan buatan. Sensor wajah, pengaturan pencahayaan otomatis, musik sesuai mood, hingga aroma kabin yang bisa disesuaikan menjadi bagian dari pengalaman berkendara baru.

Bagi konsumen muda di perkotaan, fitur-fitur itu membuat mobil terasa seperti ruang hidup kedua yang mengikuti gaya hidup digital. Karena itu, kendaraan listrik tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas dan kenyamanan sehari-hari.

Persaingan Produsen Makin Ketat

Nama-nama besar seperti BYD, Xiaomi, dan Leapmotor terus mendorong inovasi untuk menjaga minat pasar. Beberapa model bahkan sudah dilengkapi sistem bantuan pengemudi semi-otonom yang mampu membaca kondisi jalan dan membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Di sisi lain, pasar EV Tiongkok juga tidak sepenuhnya mulus. Penjualan pada semester pertama 2026 turun sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya, dipicu pelemahan ekonomi domestik dan berkurangnya insentif pajak.

Fakta Utama Detail Dampak
Pangsa pasar EV 62,9 persen pada pertengahan 2026 Mobil bensin makin tertinggal
Penghematan Wang Hingga 12.000 yuan per tahun Biaya operasional lebih ringan
Harga entry-level EV Sekitar 80.000 yuan Lebih terjangkau bagi kelas menengah
Penjualan semester pertama 2026 Turun sekitar 13 persen Pasar menghadapi tekanan ekonomi

Ekspansi dan Konsolidasi Pasar

Meski tantangan ada, produsen besar tetap agresif memperluas pasar ke luar negeri. BYD dan Chery mencatat rekor ekspor tertinggi sepanjang 2026, dengan tujuan ke Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.

Ekspansi itu memperkuat posisi Tiongkok sebagai pusat produksi EV dunia sekaligus menekan harga global. Namun, kondisi pasar yang sangat kompetitif membuat hanya perusahaan bermodal kuat yang diprediksi mampu bertahan, sementara produsen kecil berisiko tersingkir atau masuk fase konsolidasi.

Pergeseran preferensi konsumen Tiongkok memberi sinyal penting bagi pasar otomotif global. Konsumen kini semakin menilai mobil dari fitur pintar dan pengalaman berkendara, bukan semata dari mesin bensin yang selama ini mendominasi.

Terbaru