Mazda CX-30 kini mendapat opsi transmisi manual enam percepatan untuk pasar Eropa. Pilihan ini memberi ruang bagi pengemudi yang masih mencari keterlibatan lebih besar saat mengatur perpindahan gigi.
Di tengah dominasi transmisi otomatis, kehadiran pedal kopling pada SUV kompak ini menjadi pembeda yang cukup menonjol. Mazda mempertahankan pendekatan berkendara aktif yang sejalan dengan filosofi Jinba Ittai.
Pembaruan ini tidak hanya menyentuh pilihan transmisi, tetapi juga mencakup mesin, sistem keselamatan, tampilan, dan kelengkapan tiap varian. Dengan begitu, CX-30 diarahkan untuk tetap menawarkan karakter premium sekaligus praktis untuk penggunaan harian.
Manual enam percepatan untuk sensasi berkendara aktif
Opsi manual dipadukan dengan mesin e-Skyactiv G 2.5 liter mild hybrid yang menghasilkan tenaga sekitar 138 hp. Kombinasi tersebut menempatkan pengemudi sebagai pihak yang lebih aktif dalam menentukan putaran mesin dan perpindahan tenaga.
Mazda juga menyediakan mesin e-Skyactiv X 2.0 liter mild hybrid dengan tenaga hingga 183 hp. Kedua pilihan mesin dirancang untuk menyeimbangkan performa, efisiensi bahan bakar, dan emisi yang lebih rendah.
| Mesin | Teknologi | Tenaga | Penggerak |
|---|---|---|---|
| e-Skyactiv G 2.5 liter | Mild hybrid | Sekitar 138 hp | FWD tersedia |
| e-Skyactiv X 2.0 liter | Mild hybrid | Hingga 183 hp | AWD i-Activ pada varian lebih bertenaga |
Pilihan penggerak roda depan atau FWD tetap tersedia pada jajaran CX-30. Untuk varian bermesin lebih bertenaga, Mazda menawarkan sistem AWD i-Activ guna membantu meningkatkan traksi pada beragam kondisi jalan.
Menurut banjarnegara.pikiran-rakyat.com, penyegaran ini dilakukan untuk model terbaru CX-30 di Eropa. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa transmisi manual masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas berkendara Mazda.
Pembaruan keselamatan untuk kondisi jalan yang lebih kompleks
Sistem keselamatan i-Activsense turut memperoleh peningkatan dalam pembaruan CX-30. Adaptive Cruise Control kini dapat bekerja bersama fitur pembaca rambu lalu lintas untuk membantu pengaturan kecepatan.
Pengemudi juga dapat menyesuaikan kecepatan melalui tombol yang berada di lingkar kemudi. Pengaturan ini membuat akses terhadap fungsi bantuan berkendara lebih praktis tanpa perlu banyak mengalihkan perhatian.
Sistem pengereman darurat otomatis dan pemantau titik buta dikabarkan disempurnakan agar dapat mendeteksi sepeda motor dengan lebih akurat. Mazda juga menambahkan bantuan saat berbelok di persimpangan serta sistem pencegah tabrakan yang lebih responsif.
Fitur pemantau konsentrasi pengemudi menjadi bagian lain dari paket keselamatan tersebut. Kehadirannya ditujukan untuk mendukung keamanan selama perjalanan, terutama ketika pengemudi menghadapi kondisi berkendara yang menuntut perhatian penuh.
Kabin dan eksterior dibuat lebih premium
Dari sisi tampilan, Mazda CX-30 hadir dengan sembilan pilihan warna eksterior. Aero Grey dan Zinc Green termasuk warna baru yang memberi nuansa lebih modern pada SUV ini.
Bagian kabin juga memperoleh peningkatan material untuk menciptakan kesan yang lebih mewah. Mazda melakukan sentuhan pada desain panel, konsol tengah, dan pencahayaan kabin guna meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Pembaruan kelengkapan kemudian dibedakan menurut trim yang dipilih. Prime-Line mendapat lampu DRL LED baru, aksen hitam di konsol tengah, serta trim jendela berwarna hitam.
Centre-Line memperoleh tambahan pencahayaan pada area konsol. Sementara Exclusive-Line dilengkapi kamera 360 derajat dan rel atap berwarna perak.
Pada posisi tertinggi, varian Takumi membawa jok berventilasi serta aksen interior berwarna hitam. Kelengkapan tersebut memperkuat perbedaan karakter antartipe tanpa menghilangkan fokus utama CX-30 pada pengalaman berkendara yang lebih terlibat.







