Tembus 6.500 Km di Sulawesi, Veloz Hybrid EV Tuntaskan Ujian 39 Hari Nonstop

Toyota Veloz Hybrid EV menuntaskan perjalanan lebih dari 6.500 kilometer melintasi Sulawesi tanpa kendala teknis. Ekspedisi selama 39 hari nonstop itu berakhir di Manado, Sulawesi Utara, setelah menyusuri jalur yang menuntut ketahanan kendaraan dan kenyamanan penumpang.

Perjalanan tersebut menjadi pembuktian penggunaan kendaraan hybrid di daerah dengan kondisi jalan dan akses infrastruktur yang beragam. New Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista melewati rute antarkota hingga area terpencil tanpa mengandalkan fasilitas pengisian daya eksternal.

Menaklukkan Rute Sulawesi yang Beragam

Program Lintas Nusa 2.0 dijalankan secara estafet oleh tujuh tim yang melibatkan jurnalis dan content creator. Rombongan memulai perjalanan dari Kendari, Sulawesi Tenggara, lalu melintasi enam provinsi hingga mencapai Manado.

Rute Trans-Sulawesi yang dilalui tidak hanya terdiri dari jalan perkotaan. Tim juga menghadapi kontur pegunungan, jalan pedesaan, kawasan pesisir, jalan rusak, area off-road, serta kemacetan di sejumlah kota.

Kondisi tersebut membuat ekspedisi ini menjadi pengujian penggunaan nyata, bukan sekadar perjalanan jarak jauh di satu jenis medan. Toyota menempatkan ketahanan, efisiensi, pengendalian, dan kenyamanan kabin sebagai aspek yang diuji selama perjalanan.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menyebut perjalanan ini sebagai pembuktian kemampuan Veloz Hybrid EV di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, rute menantang tersebut juga memperlihatkan peran ekosistem Toyota dalam mendukung mobilitas di berbagai daerah.

“Perjalanan selama 39 hari nonstop tersebut merupakan sarana pengetesan dan pembuktian performa, efisiensi, kenyamanan, serta keandalan Toyota Veloz Hybrid EV di wilayah timur Indonesia yang dikenal dengan jalur menantang,” kata Bansar Maduma.

Hybrid Mandiri untuk Perjalanan Jauh

Sistem self-charging hybrid menjadi salah satu poin penting dalam perjalanan ini. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik memungkinkan baterai terisi secara mandiri, sehingga kendaraan tidak perlu bergantung pada stasiun pengisian baterai saat memasuki wilayah pedalaman.

Teknologi tersebut dirancang untuk memberi kepraktisan pada perjalanan lintas daerah. Saat menghadapi tanjakan, kombinasi penggerak bensin dan motor listrik disebut tetap menghasilkan tenaga, sambil menjaga efisiensi bahan bakar.

Sektor suspensi juga mendapat perhatian karena harus menghadapi jalan bergelombang dan rusak dalam perjalanan panjang. Pada varian Q TSS Modellista, dukungan kenyamanan kabin dilengkapi sejumlah peranti, termasuk ban serep untuk menghadapi kondisi darurat di area terpencil.

Dukungan purnajual menjadi bagian lain yang disorot dalam ekspedisi ini. Toyota menyebut memiliki lebih dari 360 authorized outlet dengan teknisi tersertifikasi untuk membantu kebutuhan perawatan kendaraan di berbagai wilayah.

Rekam Jejak Lintas Nusa Lebih dari 14.200 Km

Ekspedisi Sulawesi melanjutkan program Lintas Nusa 1.0 yang sebelumnya membawa Veloz Hybrid EV melewati Nusa Tenggara, Bali, Jawa, hingga Sumatra. Perjalanan pertama itu mencatat jarak 7.700 kilometer dalam 47 hari.

ProgramWilayah PerjalananJarakDurasi
Lintas Nusa 1.0Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatra7.700 km47 hari
Lintas Nusa 2.06 provinsi di SulawesiLebih dari 6.500 km39 hari nonstop

Gabungan dua perjalanan tersebut menghasilkan rekam jejak pengujian lebih dari 14.200 kilometer di berbagai pulau Indonesia. Informasi yang dimuat www.oto.com menyebut program ini sekaligus digunakan untuk memperkenalkan kecocokan teknologi hybrid Toyota dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di beragam daerah.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide, mengatakan perjalanan itu tidak hanya menguji keandalan kendaraan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya dan alam Indonesia. Unit New Veloz Hybrid EV yang telah menuntaskan rute Trans-Sulawesi dijadwalkan dipajang di booth Toyota GIIAS 2026 pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Source: www.oto.com
Terkait