CATL Bawa Baterai Ion Sodium ke Eropa, Umurnya Bisa Tembus 30 Tahun

Author: Qoo Media

CATL mulai membawa teknologi baterai ion sodium ke Eropa melalui kesepakatan penyediaan sistem penyimpanan energi berkapasitas hingga 5 GWh. Langkah ini menandai perluasan pilihan teknologi bagi proyek penyimpanan energi skala besar yang selama ini banyak mengandalkan lithium-ion.

Yang paling menonjol, sistem CATL Tener Sodium disebut memiliki ketahanan hingga 15.000 siklus penggunaan. Berdasarkan standar State of Health atau SOH 70 persen, usia operasionalnya diproyeksikan berada di kisaran 25 sampai 30 tahun.

Implementasi kolaborasi CATL dengan mitranya di Eropa dijadwalkan dimulai pada awal 2027. Kesepakatan tersebut sebelumnya dibahas sejak 2023 dan pada tahap awal masih berfokus pada pengembangan baterai lithium-ion.

Perluasan kerja sama ke ion sodium mencerminkan kebutuhan pasar terhadap opsi penyimpanan energi yang lebih beragam. Pengembangannya mencakup variasi material baterai, optimalisasi struktur, serta peningkatan kemampuan menyimpan energi.

Alternatif untuk Penyimpanan Energi Jangka Panjang

Baterai ion sodium diposisikan CATL sebagai alternatif untuk sistem penyimpanan energi yang membutuhkan performa stabil dalam waktu lama. Fokusnya bukan hanya kapasitas, melainkan juga ketahanan, efisiensi operasional, dan keselamatan sistem.

CEO Alfen Michael Colijn menyebut pengembangan ion sodium sebagai langkah strategis. “Pengembangan ion sodium ini menjadi langkah untuk menghadirkan sistem penyimpanan energi yang lebih beragam dan tangguh,” ujarnya.

Menurut laporan www.liputan6.com yang mengutip CarNewsChina, CATL Tener Sodium diperkenalkan di Munich, Jerman, pada 22 Juni 2026. Sistem itu dirancang untuk menjawab kebutuhan industri penyimpanan energi berskala besar.

Aspek Data CATL Tener Sodium
Kapasitas kesepakatan di Eropa Hingga 5 GWh
Ketahanan penggunaan Hingga 15.000 siklus
Usia operasional pada SOH 70 persen Sekitar 25-30 tahun
Kapasitas pada suhu -20 derajat Celsius Lebih dari 92 persen
Operasi pada suhu 45 derajat Celsius Lebih dari 10.000 siklus

Efisiensi Daya dan Tegangan Stabil

CATL membekali sistem ini dengan Power Conversion System atau PCS yang memakai teknologi kontrol tegangan dua arah berbasis paten. Teknologi tersebut disebut dapat menjaga keluaran tegangan pada 690 volt.

Dari sisi efisiensi, sistem ini diklaim meningkatkan Round-trip Efficiency hingga hampir 2 persen. Konsumsi daya internalnya juga disebut dapat ditekan menjadi sekitar 1 persen, atau sekitar setengah dari rata-rata sistem penyimpanan energi pada umumnya.

Efisiensi seperti ini penting bagi penyimpanan energi skala besar karena sistem harus bekerja berulang kali dalam durasi panjang. CATL menempatkan Tener Sodium sebagai teknologi yang mengutamakan biaya operasional jangka panjang tanpa mengabaikan keandalan.

Dirancang untuk Kondisi Suhu Ekstrem

CATL juga menonjolkan kemampuan sistem menghadapi perubahan suhu lingkungan. Teknologi wide-temperature bipolar pada baterai ini disebut mampu mempertahankan lebih dari 92 persen kapasitas pada suhu hingga minus 20 derajat Celsius.

Pada suhu panas hingga 45 derajat Celsius, sistem tersebut diklaim dapat beroperasi lebih dari 10.000 siklus. Operasi itu disebut tidak membutuhkan sistem isolasi tambahan maupun pendingin khusus.

Kemampuan bekerja pada suhu rendah dan panas menjadi salah satu nilai penting bagi proyek penyimpanan energi di berbagai kondisi lingkungan. CATL menilai karakter ini dapat memperluas penerapan baterai ion sodium pada kebutuhan energi masa depan.

Keselamatan Menjadi Sorotan

Selain daya tahan, CATL menerapkan desain intrinsic safety pada Tener Sodium. Desain itu diklaim dapat mengurangi gaya ekspansi sel hingga 40 persen dan menekan produksi gas hingga 35 persen.

Dalam kondisi thermal runaway, suhu permukaan sistem disebut berada di kisaran 200 derajat Celsius. CATL menyatakan angka tersebut menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Co-President CATL menilai kerja sama di Eropa akan memberi nilai tersendiri bagi pelanggan di kawasan tersebut. “Kerja sama ini akan memberikan keberlanjutan siklus sekaligus nilai unik bagi pelanggan Eropa,” katanya.

Ekspansi ini memperlihatkan ambisi CATL untuk memperkuat posisinya di pasar energi global melalui baterai ion sodium. Kehadirannya di Eropa juga memberi sinyal bahwa industri mulai mempertimbangkan alternatif selain lithium-ion untuk kebutuhan penyimpanan energi jangka panjang.

Source: www.liputan6.com
Terbaru