Harga BBM Pertamina pada 17 Juli 2026 masih belum bergerak dari tarif yang berlaku sejak awal bulan. Pengguna Pertalite, Pertamax, hingga Biosolar Subsidi masih membayar harga yang sama di masing-masing wilayah pemasaran.
Stabilnya harga ini terjadi setelah penyesuaian pada 1 Juli 2026 yang menyentuh Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara Pertamax serta Pertamax Green 95 telah lebih lama bertahan karena terakhir mengalami perubahan pada 10 Juni 2026.
Harga BBM di Pulau Jawa
Untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Biosolar Subsidi juga tidak berubah di Rp6.800 per liter.
| Jenis BBM | Spesifikasi | Harga per Liter |
|---|---|---|
| Pertalite | RON 90 | Rp10.000 |
| Biosolar Subsidi | CN 48 | Rp6.800 |
| Pertamax | RON 92 | Rp16.250 |
| Pertamax Pertashop | – | Rp16.150 |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp17.000 |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp19.300 |
| Dexlite | CN 51 | Rp19.700 |
| Pertamina Dex | CN 53 | Rp21.150 |
Harga di Pulau Jawa menjadi salah satu acuan karena mencakup wilayah dengan tarif produk nonsubsidi yang relatif lebih rendah dibanding sejumlah daerah lain. Namun, harga tersebut tidak otomatis berlaku sama di seluruh Indonesia.
Perbedaan Tarif Antarwilayah
Besaran harga BBM dipengaruhi biaya distribusi, kondisi geografis, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB, serta kebijakan khusus di wilayah tertentu. Kawasan Free Trade Zone atau FTZ seperti Sabang dan Batam memiliki tarif beberapa produk yang berbeda dari daerah sekitarnya.
Mengacu pada daftar harga yang dihimpun moladin.com, Pertalite tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter di semua wilayah yang tercantum. Perbedaan paling terlihat berada pada produk nonsubsidi, khususnya Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Turbo | Dexlite / Pertamina Dex |
|---|---|---|---|
| Aceh; Sumatera Utara; Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp20.150 / Rp21.650 |
| FTZ Sabang | Rp15.250 | – | Rp18.450 / – |
| Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau | Rp17.000 | Rp20.150 | Rp20.550 / Rp22.100 |
| FTZ Batam | Rp15.500 | Rp18.350 | Rp18.700 / Rp20.100 |
| DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur | Rp16.250 | Rp19.300 | Rp19.700 / Rp21.150 |
| Bali dan NTB; NTT | Rp16.250 | Rp19.300 | Rp19.700 / Rp21.150 |
| Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp20.150 / Rp21.650 |
| Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara | Rp17.000 | Rp20.150 | Rp20.550 / Rp22.100 |
| Seluruh Sulawesi | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp20.150 / Rp21.650 |
| Maluku dan Maluku Utara | Rp16.650 | – | Rp20.150 / – |
| Papua | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp20.150 / – |
Harga Pertamax paling rendah dalam daftar tersebut tercatat di FTZ Sabang, yakni Rp15.250 per liter. Sebaliknya, tarif Pertamax Rp17.000 per liter berlaku di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Pertamax Green 95 dan Produk yang Tidak Tersedia di Semua Daerah
Pertamax Green 95 dalam daftar harga 17 Juli 2026 tercantum untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan harga Rp17.000 per liter. Produk ini tidak dicantumkan dalam daftar wilayah lain pada data yang tersedia.
Pertamax Turbo dan Pertamina Dex juga tidak muncul pada seluruh daftar regional. Di FTZ Sabang, Maluku, Maluku Utara, serta Papua, daftar yang tersedia tidak mencantumkan Pertamina Dex, sedangkan Pertamax Turbo tidak tercantum untuk FTZ Sabang serta Maluku dan Maluku Utara.
Bagi pemilik kendaraan, perbedaan tarif regional perlu diperhatikan sebelum mengisi bahan bakar di luar daerah domisili. Hingga 17 Juli 2026, seluruh harga tersebut masih mengacu pada ketentuan yang berlaku tanpa penyesuaian lanjutan dari Pertamina.







