Mitsubishi Siap Rilis Xforce HEV Rakitan Lokal, Harga Bisa Naik

Mitsubishi bersiap memasuki pasar mobil hybrid Indonesia dengan SUV kompak yang mengarah kuat ke Xforce HEV. Model ini dijadwalkan meluncur pada 16 Juli dan berpeluang menjadi langkah penting Mitsubishi untuk mengejar rival Jepang yang lebih dulu agresif menjual kendaraan hybrid.

Hal yang paling menarik, kendaraan tersebut disebut akan dirakit secara lokal meski membawa sistem penggerak berbeda dari Xforce bermesin bensin. Strategi itu dapat membantu Mitsubishi menyiapkan produksi tanpa harus mengandalkan impor utuh setelah peluncuran dilakukan.

Teaser Mengarah ke Xforce HEV

Mitsubishi sebelumnya telah menyebarkan teaser untuk model yang digambarkan sebagai “Elevated Urban SUV”. Siluet dan bentuk lampu daytime running light pada materi itu terlihat serupa dengan Mitsubishi Xforce, sehingga dugaan paling kuat mengarah pada versi hybrid dari SUV tersebut.

Menurut ridertua.com, Mitsubishi memilih membawa SUV hybrid alih-alih mobil listrik penumpang murni untuk pasar Indonesia. Saat ini, mobil listrik Mitsubishi yang sudah dipasarkan di dalam negeri adalah L100, sebuah van mini untuk kebutuhan niaga.

Pilihan ini membuat Mitsubishi mengambil jalur berbeda ketika banyak kompetitor menawarkan SUV serta MPV listrik dalam beragam rentang harga. Di sisi lain, pasar hybrid juga terus berkembang karena Toyota lebih dahulu meraih posisi kuat melalui model seperti Kijang Innova Zenix dan Veloz HEV.

Bekal Mesin Hybrid dari Thailand

Xforce HEV telah dipasarkan di Thailand sejak Maret tahun lalu. Selain teknologi hybrid, model tersebut mendapat penyegaran tampilan, termasuk desain grille yang berbeda dari versi konvensionalnya.

Sistem hybrid pada Xforce memakai mesin berkapasitas 1.600 cc. Tenaga gabungannya disebut mencapai 116 hp dengan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensin tanpa dukungan hybrid menghasilkan 79 hp dan 134 Nm.

KomponenXforce HEVMesin Bensin Tanpa Hybrid
Kapasitas mesin1.600 cc1.600 cc
Tenaga116 hp79 hp
Torsi255 Nm134 Nm

Perbedaan angka tersebut memperlihatkan peran sistem elektrifikasi dalam mendukung performa sekaligus menjaga emisi lebih rendah. Mitsubishi pun tampaknya ingin menawarkan alternatif SUV yang lebih efisien tanpa meninggalkan karakter kendaraan bertenaga bensin.

Rakitan Lokal dan Potensi Harga

Persiapan perakitan lokal Xforce HEV disebut telah dilakukan sejak semester pertama tahun ini. Kehadiran produksi dalam negeri menjadi poin penting karena model hybrid tersebut menggunakan mesin yang berbeda dibandingkan Xforce bensin yang telah beredar.

Meski dirakit lokal, harga Xforce HEV masih berpotensi berada di atas varian konvensional. Xforce bermesin bensin saat ini dipasarkan mulai Rp390 juta hingga Rp432,5 jutaan, bergantung wilayah penjualannya.

Belum ada angka harga resmi untuk varian hybrid tersebut. Namun, selisih harga dari versi bensin menjadi perhatian karena teknologi hybrid biasanya menambah nilai jual kendaraan, walaupun produksi lokal dapat menjadi salah satu penopang agar banderolnya tetap kompetitif.

Berpeluang Tampil di GIIAS 2026

Setelah peluncuran pada 16 Juli, Xforce HEV berpeluang diperkenalkan pula di GIIAS 2026. Pameran otomotif itu dapat menjadi panggung penting bagi Mitsubishi untuk memperluas pengenalan mobil hybrid pertamanya di Indonesia dan mendorong penjualan awal.

Selain SUV tersebut, Mitsubishi juga memiliki opsi Xpander HEV yang dinilai menjanjikan untuk pasar Indonesia. Model MPV hybrid itu berpotensi berhadapan dengan Veloz HEV, tetapi Mitsubishi belum memilih menjualnya karena dinilai belum waktunya.

Fokus awal pada Mitsubishi Xforce HEV menunjukkan arah elektrifikasi yang lebih hati-hati dari pabrikan berlogo tiga berlian ini. Keputusan soal harga, penerimaan pasar, dan respons terhadap rival hybrid nantinya akan menentukan apakah Mitsubishi segera memperluas pilihan kendaraan elektrifikasinya di Indonesia.

Terkait