Indonesia ternyata sudah memiliki sejumlah motor listrik nasional sebelum Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan meluncurkan motor listrik nasional dalam beberapa minggu. Dua nama yang telah memiliki pengembangan dan produksi di dalam negeri adalah Gesits serta Maka Motors.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat pidato sambutan Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (18/7/2026). Ia menyebut Indonesia akan segera mempunyai motor dan mobil yang dibuat oleh anak-anak Indonesia.
“Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Namun, catatan produk yang telah beredar menunjukkan motor listrik nasional bukan hal baru di Indonesia.
Gesits dan Maka sudah lebih dulu hadir
Berdasarkan penelusuran www.suara.com, Gesits diproduksi oleh PT Gesits Motor Nusantara. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Industri Baterai Indonesia atau IBC dan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi.
Gesits berawal dari pengembangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS di Surabaya sejak 2007. Motor listrik ini kemudian dikembangkan lebih serius pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan telah diekspor ke Senegal pada 2021.
Di sisi lain, PT Kendaraan Listrik Nusantara atau KLN mengembangkan merek Maka Motors. Perusahaan yang berdiri pada 2022 itu didirikan oleh dua pengusaha dan insinyur muda Indonesia, Raditya Wibowo serta Arief Fadillah.
| Merek | Pengembang | Fasilitas dan catatan |
|---|---|---|
| Gesits | PT Gesits Motor Nusantara | Pabrik di Cilengsi, berawal dari pengembangan ITS sejak 2007 |
| Maka Motors | PT Kendaraan Listrik Nusantara | Pabrik di Cikarang, kapasitas 100.000 unit per tahun |
Gesits memiliki pabrik di Cilengsi, wilayah pinggiran Jakarta yang tidak jauh dari Sentul, Bogor. Produk ini juga disebut telah banyak digunakan oleh pengemudi ojek online.
Maka Motors menyatakan motornya dirancang, dikembangkan, dan diproduksi oleh tenaga Indonesia. Produk perdananya, Maka Cavalry, diluncurkan pada tahun lalu dan mendapat sambutan cukup luas di pasar domestik.
Perusahaan tersebut juga memiliki pusat riset dan pengembangan di Indonesia. Keberadaan pusat R&D lokal menjadi salah satu pembeda karena fasilitas semacam itu masih relatif jarang ditemukan di industri kendaraan listrik Tanah Air.
Fasilitas produksi Maka Motors berada di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas hingga 100.000 unit per tahun. Data ini memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik roda dua oleh perusahaan lokal telah berjalan sebelum rencana peluncuran yang disebut Presiden.
Tantangan insentif masih membayangi
Meski produk lokal telah hadir, industri motor listrik nasional masih menghadapi persoalan pasar dan kebijakan. Pendiri Maka Motors dalam beberapa kesempatan mengeluhkan penjualan motor listrik yang anjlok akibat belum jelasnya kebijakan insentif dari pemerintah.
Menurut mereka, motor listrik buatan nasional sulit berkembang tanpa dukungan yang lebih menyeluruh, termasuk insentif seperti yang diberikan pemerintahan sebelumnya. Kepastian kebijakan dinilai penting bagi produsen yang telah menanamkan investasi pengembangan dan manufaktur di Indonesia.
Selain Gesits dan Maka Motors, terdapat pula merek Electro dari PT Mobil Anak Bangsa. Perusahaan otomotif nasional itu juga mengembangkan bus, truk, serta mobil listrik di Indonesia.
Polytron turut menjual jajaran motor listrik Fox dan mobil listrik. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah pabrik di Jawa Tengah, menambah daftar pelaku lokal yang telah masuk ke pasar kendaraan listrik.
Dengan keberadaan Gesits, Maka Motors, Electro, dan Polytron, pernyataan bahwa Indonesia baru akan mempunyai motor listrik nasional tidak selaras dengan produk yang sudah lebih dahulu dikembangkan di dalam negeri. Perhatian utama industri kini tidak hanya pada peluncuran produk, melainkan juga keberlanjutan dukungan kebijakan agar produsen lokal dapat berkembang.
