Mitsubishi Xforce HEV mencatat konsumsi bahan bakar 23 kilometer per liter pada perjalanan pulang-pergi Jakarta, Karawang, hingga Pulomas. Angka pada Multi Information Display (MID) itu diraih ketika mobil digunakan dalam kondisi lalu lintas harian yang padat, tetapi tetap mengalir.
Efisiensi tersebut menjadi perhatian karena sistem pendingin kabin dan media hiburan tetap dinyalakan selama perjalanan. Empat penghuni kabin juga tetap menikmati penggunaan kendaraan secara normal, termasuk akselerasi yang disesuaikan dengan ritme arus lalu lintas.
Pengujian melintasi beberapa karakter jalan, dari kawasan perkotaan Jakarta dan jalan tol hingga jalur tanah serta berbatu di Karawang, Jawa Barat. Rute tersebut memberi gambaran penggunaan SUV Hybrid ini di jalan beraspal maupun permukaan yang tidak rata.
Hasil Konsumsi BBM dan Klaim Jarak Tempuh
Berdasarkan laporan CNN Indonesia, angka 23 km per liter tercatat pada perjalanan dari Jakarta menuju Karawang lalu kembali ke Pulomas. Hasil tersebut tampil di MID kendaraan setelah rangkaian perjalanan selesai dilakukan.
Mitsubishi juga pernah melakukan pengujian internal dengan hasil berbeda. Perusahaan menyebut Xforce HEV dapat menempuh lebih dari 1.000 kilometer tanpa mengisi bensin dengan kapasitas tangki 42 liter, yang berarti konsumsi dapat mencapai 27 km per liter.
| Parameter | Hasil | Kondisi/Keterangan |
|---|---|---|
| Konsumsi pada MID | 23 km per liter | Jakarta–Karawang–Pulomas |
| Klaim uji internal Mitsubishi | 27 km per liter | Lebih dari 1.000 km per tangki |
| Kapasitas tangki | 42 liter | Digunakan pada perhitungan klaim jarak tempuh |
Perbedaan angka itu menunjukkan hasil penggunaan dapat dipengaruhi rute dan metode pengujian. Dalam perjalanan ini, konsumsi BBM tidak diperoleh dengan mematikan fitur kenyamanan kendaraan.
Motor Listrik Menjadi Penggerak Utama di Banyak Kondisi
Xforce HEV menggunakan mesin 1.600 cc DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik. Motor listriknya menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensin menyumbang tenaga 107 PS serta torsi 134 Nm.
Menurut Mitsubishi, motor listrik mengambil peran sebagai penggerak utama pada banyak situasi berkendara. Peran itu terutama hadir ketika mobil mulai bergerak, berjalan pada kecepatan rendah, dan menghadapi lalu lintas perkotaan.
Karakter kerja tersebut relevan dengan kondisi jalan yang banyak ditemui selama pengujian. Saat kendaraan menghadapi kepadatan kota, sistem hybrid dirancang untuk mengandalkan motor listrik pada fase-fase yang kerap membutuhkan respons awal.
Pengemudi juga mendapat tujuh pilihan mode berkendara. Mode itu mencakup Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge.
| Komponen | Tenaga | Torsi |
|---|---|---|
| Motor listrik | 116 PS | 255 Nm |
| Mesin 1.600 cc DOHC MIVEC | 107 PS | 134 Nm |
Suspensi dan Kelengkapan Berbeda dari Model Konvensional
Selain efisiensi, Mitsubishi melakukan penyempurnaan pada suspensi Xforce HEV. Saat melalui jalur tanah, bebatuan, serta simulasi jalan tidak rata di Sirkuit Bridgestone Karawang, stabilitas dan kenyamanan kendaraan dilaporkan tetap terjaga.
Mobil juga menjalani simulasi akselerasi, zig-zag, dan manuver di sirkuit tersebut. Pengujian itu melengkapi rute jalan umum yang sebelumnya dilalui dari Jakarta menuju Karawang.
Dari sisi tampilan, model hybrid ini memakai pelek 18 inci dengan desain khusus HEV, emblem Hybrid EV di samping, serta emblem HEV pada bagian depan dan belakang. Ada pula aksen grille depan, lampu kombinasi belakang tipe clear smoke, dan electric shifter.
Kelengkapan kabinnya mencakup bangku belakang dengan delapan pengaturan kenyamanan, Dual Auto A/C dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate, ambient light, serta panoramic roof. Sistem keselamatan dan bantuan berkendaranya meliputi FCM, ACC dengan low-speed follow, AHB, LCDN, BSW, RCTA, LCA, dan Multi Around Monitor.
Xforce HEV dibanderol Rp445 juta. Model konvensionalnya dijual Rp399 juta dan Rp388 juta, dengan harga yang disebut berlaku terbatas untuk pemesanan pada Kamis (16/7) hingga 28 Juli 2026.
Source: www.cnnindonesia.com






