Motor Listrik Bekas Memang Lebih Murah, Tapi Baterai Bisa Jadi Biaya Tak Terduga

Motor listrik bekas dapat menjadi jalan masuk yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak. Namun, harga unit yang lebih rendah tidak selalu berarti biaya kepemilikannya akan ringan setelah transaksi selesai.

Komponen yang paling menentukan layak atau tidaknya sebuah motor listrik bekas adalah baterai. Bila kondisinya sudah menurun, pembeli bisa menghadapi kebutuhan penggantian dalam waktu dekat.

Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, menilai pembelian unit bekas tetap memungkinkan dilakukan. Ia menyarankan konsumen yang belum mengenal kendaraan listrik untuk mempertimbangkan unit baru agar lebih mudah memahami kondisi dan perawatannya.

Menurut Alfian, pengguna baru umumnya belum terbiasa memeriksa kesehatan baterai maupun komponen kelistrikan. Kondisi ini dapat membuat pembeli sulit mendeteksi unit yang sebenarnya membutuhkan perbaikan.

Baterai Menjadi Titik Pemeriksaan Utama

Perhatian khusus perlu diberikan pada motor listrik bekas yang masih memakai baterai Sealed Lead Acid atau SLA. Jenis baterai ini memiliki masa pakai yang perlu dipertimbangkan sebelum calon pembeli menyepakati harga.

“Kalau sudah masa pakai satu setengah sampai dua tahun, kalau masih baterai SLA pasti baterainya mulai ngedrop,” kata Alfian kepada otomotif.kompas.com. Penurunan daya baterai dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan motor sehari-hari.

Motor listrik bekas dengan baterai lama bukan berarti otomatis harus dihindari. Alfian menyebut unit tersebut masih dapat menjadi pilihan apabila baterainya sudah diganti dengan yang baru.

“Aman kalau baterainya diganti baru,” ucapnya. Karena itu, calon pembeli perlu menanyakan secara jelas apakah baterai pada unit yang ditawarkan masih bawaan lama atau sudah pernah diganti.

Riwayat Pemakaian Tidak Boleh Diabaikan

Selain kondisi baterai, riwayat penggunaan kendaraan perlu menjadi pertimbangan penting. Motor yang dipakai untuk aktivitas ringan harian tentu memiliki potensi tingkat keausan yang berbeda dengan unit yang bekerja menempuh jarak jauh setiap hari.

Penggunaan sebagai armada ojek online juga patut ditelusuri sebelum membeli. Alfian mengingatkan pembeli untuk melihat apakah motor sebelumnya dipakai “buat ojol atau buat harian biasa”.

Riwayat tersebut dapat membantu pembeli memperkirakan kondisi komponen yang telah bekerja lebih keras. Pemeriksaan tidak cukup hanya mengandalkan tampilan bodi yang masih terlihat bersih atau harga yang tampak menarik.

Periksa Komponen dan Kelengkapan Sebelum Transaksi

Calon pembeli disarankan mengecek kondisi fisik motor secara menyeluruh. Sistem pengereman, ban, dan suspensi perlu diperiksa untuk mengetahui apakah ada bagian yang membutuhkan perbaikan atau penggantian.

Kelengkapan charger juga tidak boleh terlewat dalam proses pengecekan. Komponen ini menjadi bagian penting karena motor listrik bergantung pada sistem pengisian daya untuk digunakan secara rutin.

Dokumen kendaraan harus dipastikan lengkap sebelum transaksi dilakukan. Kelengkapan administrasi sama pentingnya dengan kondisi teknis karena akan berkaitan dengan kepemilikan kendaraan setelah pembelian.

Bila memungkinkan, pemeriksaan dilakukan bersama bengkel yang memahami motor listrik. Langkah ini dapat membantu calon pembeli mengenali kondisi baterai dan sistem kelistrikan yang mungkin sulit dinilai tanpa pengalaman.

Dengan pemeriksaan yang teliti, motor listrik bekas tetap dapat menjadi opsi ekonomis. Kuncinya adalah menghitung kondisi baterai, riwayat pemakaian, serta kebutuhan perbaikan sebelum memutuskan membeli.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait