Kunci Immobilizer Cadangan Tak Selalu Bisa Dibuat, Mobil Langka Paling Berisiko

Kehilangan atau kerusakan satu kunci mobil berimmobilizer dapat menjadi masalah lebih besar bagi pemilik kendaraan langka. Tidak semua bengkel spesialis mampu membuat kunci cadangan karena prosesnya bergantung pada perangkat lunak untuk mengakses sistem keamanan mobil.

Pada mobil yang populasinya cukup banyak di Indonesia, duplikasi kunci umumnya masih dapat dilakukan melalui pemrograman ulang. Situasinya berbeda untuk model yang sangat jarang ditemui, sebab software yang diperlukan belum tentu tersedia.

Bukan Sekadar Soal Merek Mobil

Pemilik Komandan Key, Raymond Lie, menjelaskan bahwa tingkat kesulitan membuat duplikasi kunci tidak ditentukan semata-mata oleh merek kendaraan. Faktor utamanya adalah ketersediaan software yang sesuai dengan sistem immobilizer pada mobil tersebut.

Setiap merek, bahkan beberapa model dalam merek yang sama, dapat membutuhkan perangkat lunak berbeda untuk memprogram smart key maupun immobilizer. Karena itu, bengkel yang bisa menangani satu jenis mobil belum tentu memiliki akses untuk menangani model lainnya.

Menurut Raymond, tantangan terbesar biasanya muncul pada kendaraan dengan jumlah pengguna yang sangat terbatas. Bengkel perlu mempertimbangkan pembelian software khusus, sementara kebutuhan untuk model itu belum tentu ada.

“Kalau ditanya yang paling susah sebenarnya mobil yang jarang. Jarang peminatnya, mobilnya tidak ada yang punya. Cuma ada satu atau dua unit,” ujar Raymond seperti dikutip otomotif.kompas.com.

Software Mahal, Permintaan Bisa Sangat Minim

Ketersediaan software tidak selalu berarti proses duplikasi bisa langsung dikerjakan. Harga perangkat lunak untuk sistem immobilizer dapat tinggi, sedangkan permintaan dari pemilik mobil tertentu terlalu sedikit untuk menutup biaya pengadaannya.

Raymond menyebut kondisi itu membuat bengkel harus menghitung kelayakan sebelum membeli perangkat baru. Biaya software berpotensi lebih tinggi daripada tarif yang dapat ditawarkan kepada pemilik kendaraan.

“Software ada, harganya tinggi. Tapi ternyata permintaannya tidak ada. Misalkan terlalu jarang mobilnya,” kata Raymond. Kondisi ini menjadikan mobil langka lebih berisiko menghadapi proses pembuatan kunci cadangan yang panjang atau tidak langsung tersedia.

Pemrograman kunci immobilizer membutuhkan software yang tepat agar sistem kendaraan dapat mengenali kunci baru. Tanpa perangkat yang sesuai, bengkel spesialis tidak dapat memastikan proses duplikasi dilakukan untuk model tersebut.

Pemilik Mobil Langka Perlu Menjaga Kunci Bawaan

Pemilik kendaraan dengan populasi terbatas disarankan menjaga kunci bawaan dengan lebih cermat. Kunci utama yang masih tersedia dapat menjadi hal penting ketika kendaraan memerlukan cadangan atau penggantian kunci.

Apabila duplikasi baru dibutuhkan setelah kunci bermasalah, pemilik mungkin harus menghadapi waktu pengerjaan lebih lama. Pengerjaan juga dapat memerlukan perangkat khusus yang tidak dimiliki oleh semua bengkel spesialis.

Untuk mobil dengan populasi besar, peluang mendapatkan layanan duplikasi umumnya lebih terbuka. Perangkat dan software yang dibutuhkan biasanya telah tersedia karena kebutuhan penanganannya lebih sering muncul.

Perbedaan inilah yang membuat pemilik tidak bisa menyamakan kebutuhan kunci immobilizer semua kendaraan. Sebelum membutuhkan kunci cadangan, pemilik mobil langka perlu memahami bahwa akses terhadap software dan perangkat pemrograman bisa menjadi kendala utama.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait