Mengapa Xforce HEV Didahulukan, Mitsubishi Mengubah Arah Hybrid di ASEAN

Mitsubishi memilih mendahulukan Xforce HEV di Indonesia ketimbang membawa Xpander HEV yang sudah lebih dulu dipasarkan di Thailand. Keputusan ini menandai perubahan fokus perusahaan, dengan SUV menjadi fondasi utama pengembangan produk untuk kawasan ASEAN.

Langkah tersebut bukan sekadar penambahan varian elektrifikasi pada lini yang sudah ada. Mitsubishi ingin memakai teknologi hybrid untuk memperkuat daya saing Xforce di tengah persaingan SUV kompak lima penumpang yang makin ketat.

SUV Jadi Prioritas di ASEAN

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita, menyatakan arah itu telah diumumkan Mitsubishi Motors dalam rencana bisnis jangka menengah pada Februari lalu. Dalam strategi tersebut, SUV ditempatkan sebagai produk yang akan diperkuat di Asia Tenggara.

“Mitsubishi Motors sudah mengumumkan mid-term plan sekitar Februari lalu. Filosofinya adalah memperkuat produk di ASEAN sebagai produk SUV,” ujar Kurita.

Menurut Kurita, Mitsubishi menilai kombinasi kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE dan hybrid masih paling sesuai untuk kebutuhan konsumen ASEAN, termasuk Indonesia. Pendekatan ini juga diterapkan untuk pasar prioritas lain seperti Thailand dan Filipina.

Strategi Mitsubishi di ASEAN berbeda dengan pasar Eropa. Di wilayah tersebut, perusahaan memanfaatkan sinergi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi untuk menawarkan model yang berbeda sesuai karakter pasar setempat.

Untuk Asia Tenggara, fokusnya tetap pada SUV hybrid dan model ICE. Kurita menjelaskan bahwa kebutuhan konsumen kawasan ini masih belum lepas dari kendaraan konvensional, tetapi teknologi elektrifikasi dinilai penting untuk melengkapi pilihannya.

“Untuk konsumen ASEAN, khususnya Indonesia, solusi yang kami lihat saat ini adalah SUV hybrid dan ICE,” kata Kurita. Ia menegaskan Mitsubishi dapat menawarkan model berbeda di negara lain melalui aliansinya, tetapi arah utama ASEAN tetap berada pada dua teknologi tersebut.

Xforce Dipilih untuk Memperkuat Posisi Model yang Sudah Ada

Pilihan pada Xforce juga berkaitan dengan perjalanan SUV tersebut di pasar nasional. Xforce telah dipasarkan sejak 2023, sehingga Mitsubishi melihat adanya ruang untuk meningkatkan penerimaan konsumen melalui kehadiran sistem hybrid.

Kurita mengatakan perusahaan ingin mengembangkan Xforce secara lebih serius setelah dua tahun berada di pasar. Teknologi hybrid diharapkan menjadi jawaban atas masukan konsumen sekaligus membuat model ini lebih kompetitif.

“Kenapa bukan Xpander? Karena setelah dua tahun meluncurkan Xforce pada 2023, kami ingin lebih serius mengembangkan Xforce agar semakin diterima masyarakat,” ungkap Kurita. Karena itu, Xforce hybrid menjadi model yang didahulukan untuk strategi elektrifikasi Mitsubishi di Indonesia.

Menurut OTO, Xforce HEV diposisikan sebagai bagian dari strategi regional, bukan hanya pelengkap jajaran produk. Kehadirannya diharapkan memperkuat citra Mitsubishi di segmen SUV kompak lima penumpang sekaligus memperluas pilihan kendaraan berlistrikasi.

Target Penjualan Naik Menjadi 1.000 Unit per Bulan

Sebelum varian hybrid hadir, penjualan Xforce bermesin bensin berada di bawah 500 unit per bulan. Setelah Xforce HEV bergabung, MMKSI membidik total penjualan gabungan varian ICE dan hybrid sekitar 1.000 unit per bulan.

FokusRealisasi SebelumnyaTarget Mitsubishi
Penjualan Xforce ICEDi bawah 500 unit per bulanMenjadi bagian dari target gabungan ICE dan HEV
Penjualan Xforce ICE dan HEVSekitar 1.000 unit per bulan
SPK Xforce HEV di GIIAS 2026Sekitar 1.000 SPK

Target tersebut menunjukkan ekspektasi besar Mitsubishi terhadap kontribusi Xforce HEV. Varian hybrid diharapkan tidak hanya menambah pilihan, tetapi juga mendongkrak volume penjualan Xforce secara signifikan.

MMKSI juga membawa optimisme itu ke GIIAS 2026 dengan membidik sekitar 1.000 surat pemesanan kendaraan untuk Xforce HEV selama pameran. Sasaran ini memperlihatkan bahwa Xforce memegang peran penting dalam upaya Mitsubishi memperkuat bisnis SUV elektrifikasi di Indonesia.

Source: www.oto.com
Terkait