Jetour T2 resmi terdaftar di laman Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, menandai langkah awal kemunculannya di pasar otomotif Indonesia. Berdasarkan data NJKB yang diakses pada pertengahan September 2025, Jetour T2 hadir dalam tiga varian dengan harga NJKB mulai dari Rp 275 juta hingga Rp 305 juta untuk varian plug-in hybrid (PHEV). Harga ini belum termasuk pajak dan biaya administrasi lain, sehingga perkiraan banderol resmi di pasar diperkirakan sekitar Rp 400 jutaan.
Nilai NJKB yang terdaftar untuk Jetour T2 cukup bervariasi, yaitu T2 2.5 TD-7DCT (4×2) senilai Rp 275 juta, T2 2.0 TD-7DCT (4×4) senilai Rp 295 juta, serta T2 PHEV 1.5TD-1DHT 4×2 yang mencapai Rp 305 juta. Jika dilihat dari perbandingan NJKB dan harga pasar Jetour Dashing yang mencapai selisih sekitar Rp 146 jutaan, maka sangat logis jika harga resmi Jetour T2 di pasar Indonesia berada di kisaran Rp 400 jutaan. Ini menunjukkan Jetour T2 akan menjadi pilihan kompetitif di segmen SUV dengan harga yang terjangkau namun tetap menawarkan teknologi terkini.
Jetour T2: SUV Setir Kanan Pertama dari Jetour
Menariknya, Jetour T2 akan menjadi model pertama dari Jetour yang hadir dengan setir kanan secara global. Pilihan ini disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia yang sangat potensial, khususnya segmen SUV bergaya offroad yang terus menunjukkan tren pertumbuhan. Dengan konfigurasi setir kanan, Jetour menegaskan komitmennya untuk lebih dekat dengan konsumen lokal Indonesia.
SUV ini menggunakan dimensi yang tergolong besar untuk kelas SUV D, yakni panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan wheelbase sepanjang 2.800 mm. Ukuran ini menjadikan Jetour T2 tangguh dan nyaman untuk digunakan di berbagai kondisi jalan di Indonesia, termasuk medan offroad yang menantang. Desain bodinya pun menonjolkan kesan maskulin dan modern, sesuai tren gaya SUV global.
Varian dan Spesifikasi Teknis Jetour T2
Jetour T2 menawarkan tiga varian dengan teknologi dan konfigurasi yang berbeda, yaitu:
- Varian 2.5 TD-7DCT (4×2) — pilihan mesin turbo diesel dengan transmisi dual-clutch 7 percepatan.
- Varian 2.0 TD-7DCT (4×4) — varian 4WD yang lebih tangguh untuk medan berat.
- Varian PHEV 1.5TD-1DHT 4×2 — model plug-in hybrid yang mengusung teknologi ramah lingkungan sekaligus efisien bahan bakar.
Varian PHEV menjadi sorotan utama karena menyuguhkan teknologi hibrida canggih yang masih jarang diterapkan pada segmen SUV setir kanan di Indonesia. Dengan kombinasi mesin turbocharged dan motor listrik, Jetour T2 PHEV menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan emisi yang lebih rendah.
Potensi Pasar dan Harga yang Kompetitif
Perkiraan harga Jetour T2 sekitar Rp 400 jutaan menempatkan model ini sebagai opsi yang menarik di kelasnya, terutama bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman SUV offroad modern dengan teknologi canggih tetapi tetap mengedepankan nilai ekonomis. Di tengah persaingan pasar otomotif yang ketat, termasuk oleh merek Jepang dan Korea, Jetour T2 membawa daya tarik baru dengan fitur lengkap dan harga yang bersaing.
Kehadiran Jetour T2 juga akan menambah pilihan bagi masyarakat Indonesia yang mencari SUV keluarga dengan kemampuan jelajah yang baik serta kenyamanan interior yang memadai. Dengan dukungan teknologi PHEV, Jetour T2 berpotensi menjadi pelopor SUV ramah lingkungan di segmen kelas menengah.
Kesempatan Baru untuk Pasar SUV Indonesia
Melihat tren positif permintaan SUV di Indonesia, Jetour T2 hadir pada waktu yang tepat. Dimensi besar, konfigurasi setir kanan, serta ketersediaan teknologi plug-in hybrid menjadi kelebihan yang jarang ditemukan di pesaing lain. Informasi detail mengenai harga resmi dan tanggal peluncuran rencananya akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.
Dengan nilai NJKB yang sudah terbit dan spesifikasi yang siap bersaing, Jetour T2 siap menyapa pasar Indonesia dengan penawaran lengkap dari kemampuan mesin diesel turbo hingga teknologi hibrida. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar otomotif Indonesia terus dinamis dan terbuka untuk produk baru yang inovatif dari merek global.





