Mengenal Upaya Sui Network Tingkatkan Privasi Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum

Sui Network tengah mengembangkan fitur transaksi pribadi di jaringan layer-1 mereka. Fitur ini dirancang untuk memungkinkan pembayaran on-chain yang mulus dan sesuai regulasi tanpa memerlukan persetujuan pengguna secara eksplisit.

Inisiatif Sui Network ini muncul di saat industri kripto semakin waspada terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh perkembangan komputer kuantum. Ancaman tersebut khususnya berfokus pada kerentanan sistem kriptografi yang selama ini menjadi dasar keamanan blockchain Bitcoin.

Transaksi Privasi Sui untuk Perlindungan Pengguna

Co-founder sekaligus Chief Product Officer Mysten Labs, Adeniyi Abiodun, mengonfirmasi bahwa fitur transaksi pribadi di jaringan Sui dapat diluncurkan sekitar tahun 2026. Implementasi ini akan mengandalkan primitive privasi bawaan di level protokol yang memungkinkan menjaga kerahasiaan transaksi.

Sistem ini dibangun agar hanya pengirim dan penerima yang dapat melihat detail transaksi. Pendekatan tersebut menggunakan komponen privasi yang telah dikembangkan sejak 2-3 tahun lalu, sekaligus menyediakan alat protokol untuk mendukung pengembangan DeFi dan aplikasi lainnya.

Meski mengedepankan privasi, Sui tetap mempertahankan keunggulan jaringan berupa throughput tinggi dan biaya transaksi rendah. Abiodun menegaskan bahwa jaringan Sui berambisi menjadi pemimpin dunia dalam ekosistem blockchain yang mengutamakan privasi.

Langkah ini dianggap sebagai antisipasi dini terhadap peningkatan pengawasan regulasi dan potensi ancaman dari komputer kuantum yang sedang dalam tahap pengembangan. Pendekatan privasi Sui dipandang sebagai benteng pertahanan untuk mengurangi risiko keamanan teknologi kuantum di masa mendatang.

Ancaman Komputer Kuantum terhadap Bitcoin

Para ahli teknologi memperingatkan bahwa komputer kuantum berpotensi menguraikan kriptografi Elliptic Curve Cryptography (ECC). ECC merupakan pondasi utama tanda tangan digital dan alamat pada sebagian besar blockchain, termasuk Bitcoin.

Pada Oktober lalu, analis kripto Charles Edwards menekankan perlunya solusi terhadap ancaman komputer kuantum dalam waktu dekat. Menurutnya, komunitas Bitcoin harus segera menyiapkan pembaruan tahan kuantum, jika ingin menjaga keberlangsungan Bitcoin.

Namun, pandangan Edwards tidak sepenuhnya diterima oleh semua pihak. Michael Saylor, executive chairman dari Strategy—perusahaan pengelola treasury Bitcoin—berkeyakinan bahwa teknologi kuantum justru dapat memperkuat Bitcoin, bukan melemahkannya.

Langkah Proaktif Sui Network

Dengan rencana penerapan transaksi privat, Sui Network menunjukkan sikap proaktif dalam menghadapi tantangan teknologi yang berkembang. Inovasi ini memungkinkan Sui untuk menarik perhatian institusi yang membutuhkan solusi blockchain yang aman dan sesuai regulasi.

Mereka menyajikan opsi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan privasi pengguna, tapi juga menjaga ekosistem blockchain tetap tangguh menghadapi potensi gangguan dari komputer kuantum ke depan. Ini adalah langkah strategis dalam memadukan skalabilitas, privasi, dan keamanan di era kripto modern.

Berbagai aspek tersebut membuat Sui Network menjadi proyek yang layak diamati, khususnya oleh para pelaku industri blockchain yang mencari perlindungan dan transparansi dalam transaksi digital. Dengan waktu peluncuran yang direncanakan dalam beberapa tahun mendatang, pengembangan ini dapat membuka paradigma baru dalam ekosistem blockchain global.

Exit mobile version