Penemuan Kapal Pesiar Kuno Dekat Istana Cleopatra Ungkap Sejarah Mesir Klasik

Para arkeolog menemukan sisa kapal pesiar Mesir kuno di dekat reruntuhan istana Ratu Cleopatra VII yang hilang. Penemuan ini terjadi di pelabuhan kerajaan Alexandria, tepatnya di kawasan Portus Magnus Alexandria yang diyakini sebagai lokasi istana Cleopatra.

Penggalian dilakukan oleh tim dari Institut Arkeologi Bawah Air Eropa pada awal Desember 2025. Kapal yang ditemukan merupakan jenis thalamegos, yaitu kapal tongkang mewah yang biasanya digunakan untuk pesta, upacara keagamaan, dan pelayaran rekreasi pada masa Mesir kuno.

Kepala tim arkeolog, Franck Goddio, menyatakan kapal ini mungkin tenggelam saat penghancuran Kuil Isis sekitar tahun 50 Masehi. Kapal tersebut diduga sedang melakukan ritual tahunan sang ratu dari Portus Magnus menuju tempat suci Osiris di Canopus melalui Kanal Canopic.

Ukuran kapal sangat besar dengan panjang mencapai 115 kaki dan lebar 23 kaki, sementara 92 kaki dari strukturnya masih dalam kondisi utuh. Kapal itu kemungkinan memiliki kabin yang didekorasi mewah dan digerakkan sepenuhnya dengan dayung untuk menunjang kenyamanan perjalanan.

Konstruksi kapal ini unik karena lambungnya berdasar datar dengan garis tajam di bagian haluan serta lengkungan membulat pada buritan. Desain tersebut memaksimalkan lebar kapal agar dapat menampung paviliun tengah yang mewah, sesuai fungsinya sebagai kapal pesiar kerajaan.

Selain kapal, para arkeolog juga menemukan grafiti berbahasa Yunani dari paruh pertama abad pertama Masehi. Meskipun isi grafiti masih belum diketahui, keberadaannya menguatkan dugaan bahwa kapal ini dibangun di Alexandria.

Temuan ini menjadi penting untuk memahami kehidupan istana dan tradisi ritual di masa pemerintahan Cleopatra VII. Kapal thalamegos ini memberikan gambaran tentang kemewahan dan peranan pelayaran dalam kehidupan sosial serta keagamaan Mesir kuno.

Dari segi sejarah, penemuan ini menambah bukti tentang bagaimana Alexandria pada masa itu menjadi pusat budaya dan kekuasaan yang dipenuhi dengan simbol-simbol kerajaan. Selain sebagai alat transportasi, kapal pesiar ini juga berfungsi sebagai ruang eksklusif untuk acara kerajaan dan hubungan diplomatik.

Upaya penggalian ini dilakukan dengan metode arkeologi bawah air yang cermat agar semua artefak dapat dipelajari dengan detail. Hasil temuan kemudian dianalisis untuk mengungkap lebih banyak informasi mengenai struktur kapal dan konteks sejarahnya.

Dengan ditemukannya kapal pesiar ini, para peneliti berharap dapat menelusuri lebih jauh kehidupan Cleopatra serta aktivitas di pelabuhan kerajaan Alexandria. Penemuan ini juga diharapkan membuka peluang untuk menemukan tambahan artefak penting di sekitar reruntuhan istana.

Seiring dengan kemajuan teknologi arkeologi, penelitian terhadap kapal ini terus dilakukan untuk melestarikan dan memahami warisan budaya Mesir kuno secara menyeluruh. Temuan ini menunjukkan betapa besar potensi sejarah yang masih tersembunyi di bawah laut Alexandria.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version