Rahasia Pembuatan Roket Raksasa Artemis II NASA: Proses, Tantangan, dan Inovasi Teknologi Terbaru

Author: Qoo Media

NASA telah membangun roket Artemis II sebagai bagian dari Sistem Peluncuran Antariksa (Space Launch System/SLS) terbesar yang pernah dibuat. Roket ini memiliki tinggi 212 kaki dan mampu menghasilkan daya dorong sekitar 8,8 juta pon saat peluncuran. Daya dorong utama sebagian besar berasal dari dua roket pendorong padat (solid rocket boosters/SRB) yang masing-masing memberikan sekitar 75% tenaga awal.

Artemis II membawa misi berawak pertama sejak program Apollo yang memungkinkan manusia melihat sisi gelap bulan. Tim empat astronot akan melakukan perjalanan sekitar 10 hari, berkeliling bulan tanpa mendarat, menandai pencapaian terjauh manusia dari Bumi dalam lebih dari lima dekade. Namun, perjalanan konstruksi dan persiapan roket ini berlangsung dengan proses yang lambat dan cermat.

Perakitan Solid Rocket Boosters

Setiap solid rocket booster terdiri dari 10 segmen terpisah yang diproduksi di Utah. Segmen-segmen ini kemudian dikirim melintasi delapan negara bagian sejauh 1.600 mil menggunakan jalur kereta api ke Kennedy Space Center, Florida. Tim perakitan kemudian menumpuk segmen-segmen tersebut secara vertikal, bergantian di kedua sisi roket untuk menjaga keseimbangan struktur agar tetap stabil. Setiap segmen disambungkan dengan presisi dan dikencangkan dengan baut, hingga membentuk dua SRB lengkap terdiri atas lima segmen per booster yang ditutup dengan nos dan rakitan depan.

Transportasi dan Perakitan Inti Roket

Bagian inti roket, yang juga berukuran luar biasa besar, disimpan dan dirakit di fasilitas Michoud, New Orleans. Selanjutnya, bagian ini diangkut dengan tongkang melewati jalur air sejauh 900 mil menuju Kennedy Space Center. Bagian inti menyimpan sekitar 700.000 galon bahan bakar kriogenik yang sangat dingin. Setelah tiba, bagian inti ini diangkat secara vertikal dan dipasang di antara kedua roket pendorong padat dengan presisi tinggi, mengisi ruang sempit yang ada untuk membentuk tulang punggung utama roket.

Tahapan Perakitan Selanjutnya

Setelah SRB dan bagian inti terpasang, tim melanjutkan pemasangan adaptor tahap kendaraan peluncuran. Komponen ini memberi dukungan struktural sekaligus melindungi sistem avionik dan kelistrikan di dalam roket. Tahap terakhir termasuk instalasi tahap atas roket bernama Interim Cryogenic Propulsion Stage, diikuti dengan pemasangan wahana antariksa Orion beserta sistem peluncur keamanannya. Seluruh proses perakitan ini berlangsung secara vertikal di dalam Vehicle Assembly Building (VAB) yang sangat besar, berbeda dengan metode perakitan horizontal yang lebih umum pada roket lain seperti Falcon 9.

Alasan Penundaan Peluncuran Artemis II

Misi Artemis II awalnya direncanakan diluncurkan pada September 2025. Namun, temuan masalah pada pelindung panas (heat shield) wahana Orion pasca misi Artemis I menyebabkan keterlambatan. Masalah yang disebut uneven ablation ini tidak membahayakan keselamatan astronot, tetapi NASA memilih untuk memastikan penyebab dan solusi secara menyeluruh sebelum melanjutkan.

Penelitian teknis menunjukkan bahwa perubahan trajektori masuk kembali ke atmosfer cukup untuk menjaga keselamatan saat wahana memperlambat kecepatannya dari hampir 25.000 mph menjadi 325 mph sebelum parasut utama dibuka. Ini memungkinkan misi Artemis II tetap berjalan dengan protokol keamanan yang optimal. NASA sekarang menargetkan peluncuran misi ini paling lambat pada bulan April 2026, dengan kemungkinan lebih cepat pada bulan Februari.

Sekilas Mengenai Tim Artemis II

Tim astronot yang akan menjalankan Artemis II terdiri dari empat orang yaitu Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, serta spesialis misi Christina Koch dan Jeremy Hansen. Selama misi, mereka akan menguji berbagai sistem wahana dan peralatan saat beroperasi di lingkungan ruang angkasa yang jauh dari Bumi. Ini sangat penting untuk mempersiapkan misi berikutnya yang bertujuan mendaratkan manusia di bulan (Artemis III).

NASA terus mengembangkan teknologi roket ini sebagai tonggak sejarah dalam upaya eksplorasi luar angkasa lebih jauh. Dengan sistem peluncuran yang sangat besar dan tenaga dorong luar biasa, Artemis II bukan hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga simbol ambisi manusia menjelajahi ruang angkasa lebih dalam. Teknologi dan metode perakitannya menggabungkan presisi, jangkauan logistik luas, dan inovasi struktural demi memastikan keberhasilan misi berawak generasi terbaru ini.

Terbaru