Peneliti di China baru-baru ini memperkenalkan robot humanoid bernama GrowHR yang mampu mengubah bentuk, mengapung, berenang, terbang, dan berjalan di atas air dengan mudah. Robot ini mengadopsi struktur tulang manusia yang bisa berkembang dan menyesuaikan diri, membawa teknologi robotik ke level yang lebih maju dan fleksibel.
Berat robot hanya sekitar 4,5 kilogram dan bisa memperpanjang tubuhnya hingga hampir tiga kali lipat. GrowHR menggunakan sistem linkage yang terhubung dan koordinasi motor yang canggih untuk bergerak dengan cepat dan stabil dalam berbagai kondisi.
Inovasi Desain Terinspirasi Struktur Tulang Manusia
GrowHR dirancang berdasarkan karakteristik tulang manusia yang memiliki berbagai fungsi seperti pertumbuhan, kekakuan, serta penyerapan guncangan. Struktur yang menempel pada robot menggabungkan ruang yang bisa mengembang secara lunak, kabel tegang, dan adaptor kaku. Hal ini memungkinkan robot dapat berubah bentuk sambil mempertahankan stabilitas dan ketahanan.
Robot ini juga dilapisi kain tidak elastis yang memberikan kekakuan aksial, serta menggunakan sistem kabel sinkron yang memastikan ekstensi yang halus dan seragam. Linkage pada robot ini memiliki berat masing-masing sekitar 350 gram, yang berkontribusi pada desain ringan keseluruhan robot.
Kemampuan Adaptasi yang Fleksibel dan Serbaguna
Dengan kemampuannya untuk memperbesar tubuh hingga 315 persen dan mengecil hingga 36 persen pada tingginya serta 61 persen pada lebarnya, GrowHR dapat menavigasi ruang-ruang sempit dengan mudah. Robot ini juga dapat merangkak dengan kecepatan 112,2 mm per menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan robot yang hanya menggunakan motor.
Berat yang ringan membuat GrowHR mampu mengapung di air dan berenang. Selain itu, robot ini dapat terbang menggunakan kipas terarah (ducted fans) atau quadrotor serta melakukan langkah di atas permukaan air dengan kecepatan 16 mm per detik.
Perpaduan Multi-Mode Lokomosi untuk Lingkungan Kompleks
GrowHR sangat cocok untuk berbagai aplikasi, dari misi penyelamatan hingga eksplorasi di medan yang sulit. Mode lokomosi yang beragam – berjalan, merangkak, berenang, mengapung, dan terbang – memungkinkan robot menyesuaikan diri dengan situasi tak terduga.
Menurut Wang Ting, mahasiswa PhD di Southern University of Science and Technology, penambahan linkage teleskopik berbahan serat karbon membantu menjaga keseimbangan dan stabilitas robot saat melakukan gerakan dinamis. Kemampuan ini melampaui robot humanoid yang sebelumnya hanya mengandalkan rangka tetap dan motor sederhana.
Potensi Penggunaan di Berbagai Bidang
Robot ini dapat memiliki dampak besar dalam beberapa sektor berikut:
- Penyelamatan bencana dengan navigasi lewat celah sempit dan medan berat.
- Eksplorasi luar angkasa dengan kebutuhan mobilitas dan ketahanan.
- Pelayanan kesehatan dan telepresence dengan gaya gerak yang ramah manusia.
- Industri berat yang butuh robot kuat namun fleksibel.
- Penelitian lingkungan dengan operasi di air dan udara.
Catatan penting, penelitian tim ini dipublikasikan di jurnal terkemuka Science Advances, menunjukkan validitas ilmiah dan kemajuan teknologi yang signifikan dalam pengembangan robot humanoid.
GrowHR membuka jalan baru dalam dunia robotika dengan pendekatan bio-inspirasi yang menggabungkan struktur yang dapat tumbuh, motor yang terintegrasi, dan algoritma kontrol adaptif. Kemampuan tersebut menjadikan robot ini sebagai contoh futuristik yang mampu berinteraksi secara aman dan efektif di lingkungan yang tidak terstruktur serta menjalankan berbagai tugas kompleks.
