Finchetto CEO Ungkap Cara Pakai Cahaya untuk Kurangi Latensi Jaringan dan Hemat Energi

Finchetto, startup photonics asal Inggris, menghadirkan inovasi revolusioner dengan teknologi optical packet switching yang sepenuhnya berbasis cahaya. Teknologi ini memungkinkan data dikirim dan dialihkan tanpa perlu konversi dari cahaya ke elektronik, sehingga menghilangkan proses bolak-balik yang selama ini menyebabkan latensi dan konsumsi daya tinggi pada jaringan tradisional. Menurut CEO Finchetto, Mark Rushworth, inovasi ini bisa memberikan lonjakan kecepatan dan efisiensi, sangat penting saat kapasitas jaringan nasional dan global mulai terbebani oleh kebutuhan pemrosesan AI dan hyperscale data center.

Teknologi optical packet switching ini bekerja dengan mengontrol cahaya menggunakan cahaya itu sendiri. Hal ini berbeda dengan metode photonics konvensional yang masih menggunakan circuit switching—membuka jalur permanen dari satu titik ke titik lain dengan pengaturan mekanis seperti cermin MEMS. Circuit switching memiliki kelemahan, yaitu kecepatan rekonfigurasi yang lambat dan tidak mampu menangani pengalihan packet demi packet di kecepatan sangat tinggi, seperti 1.6 atau 3.2 Tbps. Finchetto menutup celah ini dengan switching paket berbasis optik yang sangat cepat dan fleksibel.

Keunggulan Optical Packet Switching Finchetto
Teknologi Finchetto membawa beberapa keuntungan penting bagi jaringan hyperscale dan AI, antara lain:

  1. Kecepatan Tinggi: Proses pengalihan paket yang berlangsung langsung dalam domain optik menghilangkan delay konversi sinyal, memangkas latensi secara signifikan.
  2. Efisiensi Energi: Tidak adanya konversi dari cahaya ke elektronik menghemat konsumsi listrik, yang menjadi prioritas utama di pusat data besar.
  3. Skalabilitas: Kemampuan routing pada level paket memungkinkan distribusi beban kerja yang lebih merata, sehingga jaringan dapat diperluas hingga puluhan ribu node tanpa bottleneck.
  4. Resiliensi Tinggi: Pengurangan komponen elektro-optik yang sering gagal memperkuat ketahanan jaringan.

Penerapan teknologi ini dapat terjadi secara bertahap, memungkinkan pusat data untuk meningkatkan performa dan efisiensi tanpa perlu membongkar jaringan yang sudah ada. Pendekatan ini memudahkan integrasi Finchetto dengan infrastruktur yang memakai transceiver, NIC, GPU, dan kabel standar, sehingga dapat digunakan pada segmen kritis terlebih dahulu seperti cluster AI.

Manfaat Nyata untuk Beban Kerja AI
AI, terutama dalam pelatihan model, memerlukan perpindahan data sangat cepat antar GPU dengan waktu sangat presisi. Keterbatasan switching elektronik saat ini sering menyebabkan hardware mahal tersebut menganggur karena delay komunikasi. Dengan teknologi photonic packet switching Finchetto, bottleneck jaringan ini dapat dihilangkan, mempercepat proses dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya compute. Teknologi ini juga membuka kemungkinan desain arsitektur jaringan yang baru dan lebih efisien, misalnya arsitektur topologi torus atau dragonfly yang sebelumnya terbentur batas latensi.

Menghadapi Tantangan dan Masa Depan Photonics
Meski memiliki potensi besar, tantangan utama teknologi photonics adalah kepercayaan operator terhadap sistem baru dan kemampuan integrasi dengan perangkat keras yang sudah ada. Finchetto mengatasi ini dengan desain yang kompatibel dan pasif secara optik, sehingga tidak membutuhkan penggantian alat elektronik saat terjadi peningkatan kecepatan jaringan. Sistemnya juga dilengkapi mekanisme penghindaran tabrakan paket dan pengiriman ulang yang berjalan sepenuhnya di lapisan optik, menjaga kestabilan jaringan tanpa buffer elektronik.

Dari perspektif industri Inggris, Finchetto menyoroti perlunya dukungan yang lebih kuat bagi startup lokal agar inovasi photonics bisa berkembang dan diterapkan secara nyata. Langkah ini akan membantu menghindari ketergantungan penuh pada penyedia teknologi asing serta mendukung kedaulatan teknologi data center dan AI nasional.

Aplikasi Photonics di Area Lebih Luas
Di luar pusat data hyperscale, teknologi photonics Finchetto juga berpotensi mengubah bidang lain seperti komunikasi antar satelit, konektivitas dalam ruang bebas untuk daerah terpencil, dan jaringan berkecepatan tinggi dengan keamanan tinggi untuk kendaraan otonom atau aplikasi militer. Fokus utama saat ini memang pada jaringan kecepatan tinggi dan kebutuhan AI, tapi teknologi dasar yang dikembangkan juga siap beradaptasi dengan masa depan seperti quantum networking dan komputasi optik.

Teknologi switching berdasarkan nonlinear optics yang dikembangkan Finchetto menawarkan fleksibilitas untuk berbagai kasus penggunaan tanpa harus mengubah inti sistem saat kebutuhan teknologi berubah. Hal ini menempatkan Finchetto sebagai pemain penting dalam evolusi jaringan kecepatan tinggi dengan efisiensi energi dan kemampuan skalabilitas yang unggul.

Inovasi Finchetto menjanjikan perubahan besar dalam cara data dipindahkan dan dialihkan dalam jaringan hyperscale dan AI. Dengan memungkinkan pengalihan paket seluruhnya dalam domain optik, teknologi ini mengurangi latensi, menghemat energi, dan membuka peluang desain jaringan baru yang lebih canggih. Hal ini menjadi jawaban penting terhadap tuntutan performa tinggi dan efisiensi energi yang terus berkembang di era komputasi modern.

Berita Terkait

Back to top button