Cara Membuat eFlesh 3D-Printable untuk Sensor Robot Taktile Mudah dan Efektif di Rumah

Author: Qoo Media

Para ilmuwan dari New York University telah mengembangkan desain “eFlesh,” sebuah material sensor robotik yang dapat dicetak menggunakan printer 3D rumahan. eFlesh memungkinkan robot untuk merasakan sentuhan dengan akurat dan memegang objek dengan lembut namun kuat. Inovasi ini mempermudah pembuatan sensor genggaman robotik yang terjangkau dan mudah dibuat di rumah dengan peralatan dasar.

eFlesh dirancang untuk membantu robot berinteraksi dengan objek yang beragam dan rapuh dalam lingkungan yang tidak terstruktur. Tim peneliti telah membagikan secara terbuka file 3D, model pelatihan, dan kode perangkat lunak yang memungkinkan siapa saja membuat sensor ini. Pada demonstrasi, eFlesh berhasil memegang telur, perangkat USB, dan boneka tanpa merusak objek tersebut, menunjukkan kestabilan dan kepekaan sensor secara realistis.

Komponen dan Proses Pembuatan eFlesh

Menurut para ilmuwan, hanya diperlukan empat komponen sederhana untuk membuat sensor eFlesh:

  1. Printer 3D hobi dengan kemampuan mencetak filament TPU.
  2. Magnet off-the-shelf yang harganya kurang dari 5 dolar.
  3. Model CAD dari bentuk yang diinginkan.
  4. Papan sirkuit magnetometer untuk mendeteksi medan magnet.

Proses pencetakan melibatkan penyisipan kisi magnetik secara manual saat lapisan filament mencapai setengah inci untuk meningkatkan fungsi sensor. Teknologi open source ini juga menyediakan alat konversi dari model CAD ke file STL eFlesh yang siap di-print.

Kemampuan Sensor dan Kinerja

eFlesh memiliki akurasi lokalisasi sentuhan hingga 0,5 mm dan prediksi gaya tekan dengan kesalahan sekitar 0,27 N pada sumbu z serta 0,12 N pada bidang x dan y. Model deep learning yang digunakan dapat mendeteksi slip objek dengan tingkat akurasi 95 persen, yang tidak hanya memberikan informasi sentuhan, tapi juga mengantisipasi pergeseran objek saat digenggam.

Fungsi visuotactile ini meningkatkan kinerja manipulasi robot hingga 40 persen dibandingkan hanya menggunakan sensor visual saja. Hal tersebut terbukti dalam tugas praktis seperti memasukkan kabel USB dan menggesek kartu kredit, yang memerlukan kepekaan tinggi agar tidak merusak benda.

Aksesibilitas dan Dampak Teknologi

Salah satu keunggulan utama eFlesh adalah keterbukaannya untuk umum. Dengan membuka desain dan perangkat lunak secara gratis, tim NYU berusaha mendemokratisasi teknologi robotik yang sebelumnya sulit dan mahal. Hal ini memungkinkan para hobiis, peneliti, dan pelaku industri kecil untuk mengembangkan robot dengan kemampuan taktil tanpa biaya tinggi.

Kemudahan pembuatan dari printer 3D rumahan dan bahan yang murah mendukung pengembangan robot yang lebih adaptif dan efisien, terutama dalam menangani barang-barang dengan bentuk tidak beraturan dan bahan rapuh. Dengan kemampuan ini, robot bisa lebih banyak diterapkan dalam bidang layanan, manufaktur, hingga eksplorasi.

Inovasi eFlesh menghadirkan solusi praktis bagi tantangan lama dalam bidang robotika terkait dengan kesulitan sensor taktil yang akurat dan responsif. Dengan dukungan teknologi cetak 3D dan komponen yang mudah diperoleh, masa depan robot yang mampu berinteraksi layaknya manusia dalam memegang dan merasakan objek bisa segera terwujud. Teknologi ini membuka peluang kolaborasi dan pengembangan yang lebih luas dalam komunitas robotika global.

Terbaru