Max Space Menghadirkan Thunderbird, Stasiun Antariksa Inflatable Revolusioner Pengganti ISS Menjelang Era Baru Eksplorasi Luar Angkasa

NASA berencana pensiun stasiun luar angkasa internasional, ISS, dan menggantinya dengan alternatif komersial pada 2030 mendatang. Situasi ini memicu persaingan ketat antarnegara dan perusahaan teknologi untuk menguasai orbit rendah Bumi dan membangun infrastruktur penting di luar angkasa.

Dalam perlombaan ini, sebuah startup bernama Max Space tampil dengan inovasi teknologi unik. Perusahaan ini fokus pada habitat luar angkasa yang dapat mengembang, memungkinkan pengiriman dan perakitan yang lebih cepat serta aman dibandingkan ISS yang memerlukan lebih dari 40 peluncuran selama satu dekade.

Teknologi Habitat Inflatable dari Max Space

Max Space menyebut diri mereka sebagai "pelopor real estate luar angkasa" dengan spesialisasi di habitat yang dapat diperluas. Modul inflatable ini mampu mengembang hingga 20 kali ukuran asli saat sudah berada di orbit. Keunggulan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan pendirian ISS yang kompleks dan membutuhkan waktu lama.

Perusahaan ini menargetkan pengembangan modul dengan volume hingga 10.000 meter kubik, yang akan mengefisienkan biaya dan meningkatkan prediktabilitas pemasangan di luar angkasa. Teknologi ini berpotensi mengubah cara manusia membangun ruang hidup di orbit bumi maupun misi eksplorasi bulan dan Mars.

Thunderbird: Proyek Perdana Max Space

Produk utama Max Space yang tengah dikembangkan adalah stasiun luar angkasa bernama Thunderbird. Habitat ini mengusung konsep “morphic interior structure” yang memungkinkan pengaturan ruang internal secara fleksibel. CEO Saleem Miyan menjelaskan bahwa fitur ini dapat disamakan dengan furnitur yang bisa dipindahkan sehingga memberi ruang yang dapat dipersonalisasi dan luas untuk keperluan manufaktur skala besar di orbit.

Thunderbird memiliki volume tekan sekitar 12.300 kaki kubik atau setara sepertiga ukuran ISS. Fasilitasnya mencakup lebih dari 60 tempat penyimpanan muatan, ruang pribadi, area umum yang dapat diatur ulang, galeri observasi, dan laboratorium penelitian. Stasiun ini dirancang untuk mendukung empat kru penuh waktu serta delapan pengunjung.

Peluncuran dan Dukungan Teknologi

Salah satu keunggulan Thunderbird adalah kemampuannya diluncurkan menggunakan roket berukuran lebih kecil seperti Falcon 9 milik SpaceX. Sebaliknya, stasiun komersial lain mungkin membutuhkan beberapa peluncuran atau roket yang lebih besar seperti Starship. Max Space menargetkan peluncuran Thunderbird pada tahun 2029 dan berencana menguji prototipe berukuran 175 kaki kubik pada 2027 dengan sebutan Mission Evolution.

Misi ini sangat penting untuk memverifikasi kekuatan struktur dan sistem kontrol lingkungan serta dukungan kehidupan di dalam modul. Peluncuran awal menggunakan Falcon 9 juga merupakan bagian dari kesepakatan awal Max Space dengan SpaceX.

Masa Depan Stasiun Komersial dan Kolaborasi NASA

Max Space sangat berharap untuk menjadi pemain utama dalam proyek Commercial Low Earth Orbit Destinations (CLD) milik NASA. Proyek ini bertujuan menggantikan ISS dengan opsi komersial yang melibatkan sejumlah startup dan mitra industri melalui perjanjian Space Act, bukan kontrak pengadaan langsung.

Rencana jangka panjang Max Space antara lain membangun stasiun yang jauh lebih besar, termasuk stasiun lunar berukuran 30 kali Thunderbird dan stasiun super besar seluas lebih dari 350.000 kaki kubik untuk mendukung kolonisasi di bulan dan Mars. Untuk mewujudkan visi ini, Max Space telah menggandeng berbagai mitra seperti SpaceX, Omi, Astro Digital, Redwire, dan Voyager.

Persaingan dan Inovasi di Pasar Habitat Inflatable

Meskipun Max Space terdepan dalam menjadwalkan peluncuran modul expandable, mereka bukan satu-satunya yang mengejar teknologi ini. NASA sendiri mengembangkan konsep habitat lunar bernama Foundation Surface Habitat sebagai bagian dari misi Artemis. Perusahaan besar seperti Lockheed Martin dan Sierra Space juga fokus mengembangkan stasiun luar angkasa komersial.

Namun, dengan rencana peluncuran prototipe yang sudah jelas dan pendekatan modular yang inovatif, Max Space menempatkan diri sebagai kandidat kuat dalam dunia stasiun luar angkasa komersial. Integrasi teknologi inflatable diprediksi akan menjadi standar baru yang lebih efisien untuk eksplorasi luar angkasa masa depan.

Terkait