Arinna telah berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar 4 juta dolar AS dalam putaran seed yang dipimpin oleh Spacecadet Ventures. Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan panel surya ultrathin berbahan baru yang dikembangkan selama penelitian doktoral pendirinya. Teknologi ini menjanjikan solusi baru untuk masalah pasokan daya di sektor luar angkasa, terutama bagi satelit dan wahana antariksa.
Perusahaan yang didirikan oleh dua lulusan PhD Stanford, Koosha Nazif dan Alex Shearer, berfokus pada pembuatan sel surya yang sangat fleksibel dengan efisiensi lebih tinggi dibandingkan teknologi saat ini. Arinna menggunakan material semikonduktor atomik yang disebut transition metal dichalcogenides (TMDs), yang baru dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir. Material ini memungkinkan pembuatan panel surya yang tidak hanya ringan tetapi juga tahan terhadap radiasi kosmik, suatu keunggulan yang signifikan dibanding panel silikon konvensional.
Teknologi Baru untuk Tantangan Antariksa
Sistem tenaga saat ini di luar angkasa masih mengandalkan panel surya berbahan baku langka dan mahal, yang biasanya dibuat secara custom untuk setiap satelit. Namun, dengan lonjakan produksi satelit massal, penggunaan panel silikon yang lebih murah menjadi tren, meskipun rentan terhadap degradasi akibat radiasi kosmik. Arinna mencoba mengatasi kelemahan ini dengan menawarkan panel yang lebih tangguh dan tahan lama.
Menurut CTO Arinna, Alex Shearer, panel yang dibuat akan menjalani uji kelayakan di orbit sebelum akhir tahun ini. “Kami sedang membangun panel uji yang akan digunakan oleh pelanggan pertama untuk menunjukkan efisiensi dan daya tahan sel fotovoltaik dua dimensi ini di lingkungan antariksa,” ujarnya. Jika pengujian berhasil, Arinna berencana mendirikan fasilitas produksi massal dengan kapasitas megawatt pada tahun 2028.
Keunggulan Teknologi Arinna
Arinna mengklaim panel surya mereka memiliki efisiensi 32% lebih baik dibandingkan panel tradisional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan fleksibilitas tinggi tanpa perlu perlindungan tambahan, serta mampu bertahan hingga 15 tahun di orbit luar angkasa. Proses produksinya juga dirancang agar dapat dilakukan secara roll-to-roll, teknik manufaktur yang efisien untuk mencetak lapisan-lapisan panel surya dalam skala besar.
Ben Gaddy, seorang ilmuwan material dari Breakthrough Energy, menilai teknologi Arinna sangat berbeda dibandingkan pengembangan panel surya konvensional yang hanya memperbaiki sedikit efisiensi. “Material ini benar-benar kelas baru dan membawa revolusi dalam cara menciptakan sumber daya di luar angkasa,” katanya.
Pendanaan dan Dukungan Investor
Pendanaan putaran seed ini melibatkan para investor strategis seperti Anorak Capital dan Breakthrough Energy Foundation, selain Spacecadet Ventures. Menurut Wiz Khuzai, partner dari Spacecadet Ventures sekaligus pemimpin putaran pendanaan, permasalahan utama yang dihadapi perusahaan ruang angkasa saat ini adalah keterbatasan pasokan daya. Ia optimistis teknologi Arinna akan membuka peluang baru bagi kebutuhan daya generasi berikutnya di antariksa.
Latar Belakang dan Prospek Perusahaan
Koosha Nazif dan Alex Shearer bertemu saat menempuh studi doktoral di Stanford. Nazif fokus pada pengembangan material untuk sel fotovoltaik berperforma tinggi, sementara Shearer mengembangkan metode produksi skala besar. Kolaborasi mereka berperan besar dalam penciptaan Arinna.
Ke depan, Arinna berencana terus melakukan pengujian dan penyempurnaan teknologi selama satu tahun ke depan. Jika proses ini berjalan mulus, mereka dapat memenuhi target produksi massal dan mengirimkan produk dalam waktu yang lebih cepat dibanding teknologi saat ini.
Tantangan dan Harapan
Sukses menguji panel di orbit adalah kunci dan langkah krusial bagi Arinna. Jika berhasil, inovasi ini tidak hanya akan mendukung lebih banyak misi antariksa tetapi juga mengurangi biaya dan meningkatkan keandalan sistem tenaga luar angkasa. Panel yang lebih efisien dan tahan lama ini berpotensi memenuhi kebutuhan energi satelit generasi baru dan infrastruktur ruang angkasa lainnya secara signifikan lebih baik daripada teknologi tradisional.
Dengan masa depan eksplorasi luar angkasa yang semakin ambisius, teknologi panel surya fleksibel dan tahan lama seperti yang dikembangkan Arinna bisa menjadi ujung tombak untuk memenuhi tuntutan tersebut. Pendanaan awal sebesar 4 juta dolar AS ini menjadi modal penting untuk mempercepat riset dan produksi teknologi revolusioner ini.
