Sains Di Balik Bawang, 5 Trik Potong Tanpa Air Mata yang Paling Efektif

Memotong bawang memang kerap membuat banyak orang menyerah sebelum masuk ke tahap memasak. Mata perih dan berair terjadi karena ada reaksi kimia alami saat sel bawang rusak terkena pisau.

Bawang dari genus Allium menyimpan sulfur dari tanah, lalu melepaskan enzim alliinase ketika dipotong. Enzim ini memicu terbentuknya gas syn-propanethial-S-oxide yang dikenal sebagai penyebab iritasi mata, sebagaimana dijelaskan dalam referensi yang dikutip dari VNE.

Begitu gas itu naik ke udara dan menyentuh kelembapan di permukaan mata, ia berubah menjadi senyawa yang memicu rasa perih. Tubuh lalu merespons dengan memproduksi air mata agar iritan itu cepat keluar, sehingga proses memotong bawang terasa seperti “drama” di dapur.

Mengapa bawang bikin mata perih

Reaksi ini terjadi karena bawang mengeluarkan senyawa sulfur saat jaringan selnya pecah. Semakin banyak sel yang rusak, semakin besar pula peluang gas iritan menyebar ke udara.

Itulah sebabnya cara memotong sangat berpengaruh pada tingkat pedih yang dirasakan. Teknik yang tepat bisa menekan jumlah senyawa yang lepas sebelum mencapai mata.

5 trik ampuh agar tidak menangis saat memotong bawang

  1. Dinginkan bawang lebih dulu
    Masukkan bawang ke freezer selama 15–20 menit sebelum dipotong. Suhu rendah membantu memperlambat aktivitas enzim dan menekan laju pelepasan senyawa sulfur.

  2. Gunakan pisau yang sangat tajam
    Pisau tajam memotong serat bawang lebih bersih dan tidak terlalu merusak sel. Pisau tumpul justru menghancurkan jaringan bawang lebih banyak, sehingga gas penyebab perih keluar lebih banyak pula.

  3. Potong dekat air atau aliran air
    Beberapa koki memotong bawang di bawah air mengalir atau di wadah berisi air bersih. Senyawa iritan bawang mudah larut dalam air, sehingga peluangnya mencapai mata jadi lebih kecil.

  4. Letakkan cuka pada permukaan kerja
    Olesan tipis cuka putih pada talenan atau pisau bisa membantu mengubah kondisi permukaan menjadi lebih asam. Lingkungan asam dapat menghambat aktivitas enzim alliinase yang berperan dalam pembentukan gas penyebab iritasi.

  5. Jangan buru-buru memotong bagian akar
    Bagian akar menyimpan konsentrasi senyawa sulfur yang lebih tinggi dibanding bagian lain bawang. Potong bagian atas terlebih dahulu, lalu kupas, dan sisakan akar untuk dipotong terakhir agar paparan gas lebih minim.

Trik tambahan yang sering dipakai dapur profesional

Selain lima cara utama itu, sirkulasi udara juga membantu. Menyalakan kipas kecil di samping talenan bisa mendorong uap bawang menjauh dari wajah.

Kondisi bawang juga ikut menentukan. Bawang yang sudah lama disimpan biasanya punya konsentrasi sulfur lebih tinggi daripada bawang segar, sehingga efek pedihnya bisa lebih kuat.

Menggabungkan dua teknik sekaligus sering memberi hasil terbaik dalam praktik dapur. Misalnya, bawang didinginkan dulu lalu dipotong dengan pisau tajam, atau dipotong sambil ada aliran udara dari kipas kecil.

Tips praktis agar hasilnya lebih nyaman

  1. Simpan bawang di tempat sejuk dan kering sebelum digunakan.
  2. Siapkan semua alat sebelum mulai mengupas agar proses berlangsung cepat.
  3. Basahi sedikit talenan jika ingin menambah efek meredam uap.
  4. Hindari memencet bawang terlalu keras saat memotong.
  5. Bersihkan pisau sesekali agar permukaannya tetap bekerja optimal.

Cara kerja bawang memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya karena berasal dari reaksi alaminya. Namun, dengan pendinginan, pisau tajam, pengaturan air atau udara, penggunaan cuka, serta urutan potong yang tepat, tugas memotong bawang bisa jauh lebih nyaman tanpa harus meneteskan air mata berlebihan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version