
Artemis II telah kembali dengan selamat ke Bumi setelah mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, California. Pendaratan aman ini menutup perjalanan berawak yang penting bagi NASA, tetapi fokus berikutnya justru jauh lebih besar: rangkaian misi yang akan menentukan apakah manusia benar-benar siap kembali ke Bulan untuk tinggal lebih lama.
Kapsul Orion membawa empat orang awak, terdiri dari tiga astronaut NASA dan satu astronaut Kanada, dalam penerbangan menggunakan roket SLS. Mereka terbang lebih jauh dari Bumi dibanding manusia mana pun sebelumnya dan membuktikan bahwa sistem pendukung kehidupan Orion dapat bekerja dalam perjalanan jarak jauh.
Apa yang sudah dibuktikan Artemis II
Misi ini bukan sekadar uji terbang biasa. Artemis II menunjukkan bahwa kendaraan berawak NASA mampu menjaga kru tetap aman saat melintasi luar angkasa, termasuk saat menghadapi masalah teknis seperti katup helium yang bocor dan toilet yang rusak.
Berikut poin penting dari Artemis II:
- Orion mampu membawa awak dalam perjalanan jarak jauh dan kembali dengan selamat.
- Sistem pendukung kehidupan bekerja selama misi yang berlangsung lebih lama.
- Astronaut berhasil melakukan perbaikan di tengah perjalanan saat masalah muncul.
- NASA mendapat data berharga untuk misi berikutnya ke orbit Bulan dan permukaan Bulan.
Keberhasilan ini memberi kepercayaan diri baru bagi NASA, terutama untuk tahapan yang jauh lebih kompleks. Dengan misi ini, perhatian kini bergeser dari sekadar pulang dengan selamat menuju tantangan yang lebih besar: pendaratan manusia di permukaan Bulan.
Mengapa Artemis III menjadi misi penentu
Artemis III awalnya direncanakan sebagai misi pendaratan berawak pertama dalam program Artemis. Namun, penundaan pada pengembangan Starship membuat jadwal dan pilihan wahana pendarat Bulan masih belum pasti.
Saat ini, Artemis III diperkirakan berlangsung sekitar 2027 dan akan menguji wahana pendarat Bulan di orbit Bumi terlebih dahulu. Kandidatnya bisa berupa Starship HLS atau pendarat modifikasi dari Blue Origin, tergantung pada hasil pengembangan dan keputusan NASA.
NASA tetap menyiapkan roket SLS untuk mengirim sistem itu ke luar angkasa. Hingga kini, SLS masih menjadi satu-satunya peluncur yang dinilai cukup kuat untuk mendukung misi berawak ke Bulan dalam skema tersebut.
Langkah berikutnya setelah Artemis II
Rangkaian Artemis tidak berhenti pada satu misi. Setelah Artemis II, NASA menargetkan beberapa tahap lanjutan yang akan menguji pendarat Bulan, pertemuan di orbit, dan kemampuan logistik jarak jauh.
Tabel berikut merangkum alurnya:
| Misi | Target utama | Peran penting |
|---|---|---|
| Artemis II | Uji awak Orion dan perjalanan lintas Bulan | Membuktikan sistem berawak |
| Artemis III | Uji pendarat Bulan dan skema pendaratan | Menuju permukaan Bulan |
| Artemis IV | Pendaratan astronaut di Bulan | Kembali ke permukaan Bulan |
| Artemis V | Pembangunan habitat Bulan | Awal infrastruktur tinggal jangka panjang |
Menurut rencana yang disebut dalam referensi, salah satu atau kedua pendarat itu akan dikirim ke orbit tahun depan untuk uji docking dan undocking dengan Orion. Jika uji itu berhasil, dan jika sistem pengantar ke Bulan terbukti efektif, Artemis IV bisa menjadi misi yang membawa astronaut kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak era 1970-an.
Persaingan dengan China ikut memengaruhi jadwal
NASA juga bergerak dalam konteks persaingan antariksa yang makin ketat. China belum diperkirakan akan mencoba pendaratan manusia di Bulan sebelum 2030, sehingga NASA masih memiliki ruang waktu untuk menyesuaikan jadwal bila diperlukan.
Meski begitu, jeda satu tahun pada Artemis IV tidak akan menghentikan program secara keseluruhan. Dampaknya justru bisa bergeser ke Artemis V, yang diproyeksikan menjadi tonggak baru dalam eksplorasi Bulan.
Artemis V dan fase baru eksplorasi Bulan
Artemis V disebut sebagai misi yang akan membuka tahap berikutnya dalam eksplorasi dan kemungkinan kolonisasi. Misi ini direncanakan mulai membangun habitat permanen di Bulan, termasuk ruang tinggal, sistem komunikasi lokal, dan kemungkinan reaktor nuklir lunar.
Komponen-komponen itu penting karena pendaratan manusia saja tidak cukup untuk kehadiran jangka panjang. Operasi di Bulan membutuhkan pasokan energi yang stabil, jaringan komunikasi yang andal, dan tempat berlindung yang mampu mendukung kehidupan dalam lingkungan ekstrem.
Artemis II telah menunjukkan bahwa pulang dari perjalanan jauh ke luar angkasa sudah bisa dilakukan dengan aman. Tantangan berikutnya kini lebih besar, karena NASA harus membuktikan bahwa manusia bukan hanya bisa mengunjungi Bulan, tetapi juga mulai membangun masa depan di sana.









