Artemis 2 memasuki fase akhir penerbangan sebelum splashdown yang dijadwalkan terjadi pada malam hari pukul 8:07 P.M. EDT, dan pagi hari sebelumnya menjadi kesempatan terakhir untuk mengamatinya dengan teleskop. Kapsul Orion yang membawa empat awak bergerak sangat cepat, sekitar 2.900 mph atau 4.670 km/jam, sehingga posisinya tampak bergeser relatif cepat terhadap bintang latar seperti sebuah asteroid.
Pergerakan cepat itu justru membantu pengamatan visual, karena objek dapat dipantau dari menit ke menit dengan menjadikan bintang-bintang di belakangnya sebagai penanda tetap. Pada pemotretan dengan pencahayaan panjang, lintasan Artemis 2 bahkan bisa terlihat sebagai guratan cahaya di langit.
Waktu terbaik untuk mengamati
Bagi banyak pengamat di Amerika Serikat, Artemis 2 terlihat pada pagi hari Jumat, 10 April. Dari lokasi di Midwest pada 40° N 90° W, kapsul diperkirakan terbit sedikit sebelum pukul 1 A.M. waktu setempat, mencapai titik tertinggi sekitar pukul 5 A.M., lalu masih terlihat hingga fajar dan terbenam setelah matahari terbit.
Waktu itu akan bergeser tergantung lokasi pengamat. Semakin ke selatan, kapsul akan muncul sedikit lebih awal dan mencapai puncak langit sekitar 20 hingga 30 menit lebih lambat.
Seberapa terang dan seberapa tinggi di langit
Saat mendekati Bumi pada Jumat pagi, Orion diperkirakan berada di kisaran magnitudo 14. Kecerlangan ini lebih redup dibanding tak lama setelah peluncuran karena jaraknya masih lebih jauh dari Bumi, sehingga pengamatan visual akan menantang.
Teleskop berdiameter 8 inci atau lebih besar disebut berpeluang menangkapnya, terutama bila dipadukan dengan fotografi eksposur panjang. Banyak smartscope juga berpotensi mendeteksinya karena kemampuan pemrosesan citra yang mereka miliki.
Namun ada kendala penting bagi sebagian besar pengamat di AS, karena Artemis 2 akan berada di langit selatan dan tetap rendah saat mencapai ketinggian maksimum. Dari Peoria, Illinois, kapsul bahkan tidak melewati 11° di atas horizon, sedangkan dari San Antonio, Texas, ketinggian maksimumnya sekitar 25°.
Lokasi pengamatan yang paling membantu
Peluang terbaik datang dari langit selatan yang gelap dan bersih. Horizon yang bebas dari pepohonan, gedung tinggi, atau penghalang lain menjadi faktor penting karena ketinggian objek relatif rendah.
Tempat yang lebih tinggi, seperti bukit atau lokasi yang memberi pandangan lapang, juga membantu. Dalam pengamatan objek redup seperti ini, perbedaan beberapa derajat di atas horizon bisa menentukan apakah kapsul terlihat atau tidak.
Cara melacak posisinya
Untuk pengamat pemula, TheSkyLive.com menyediakan halaman pelacakan Artemis 2 yang paling mudah digunakan. Lokasi dapat dimasukkan langsung, lalu situs menampilkan apakah objek berada di atas atau di bawah horizon, serta waktu terbit, transit, dan terbenamnya.
Situs itu juga menampilkan peta bintang interaktif yang membantu menentukan posisi kapsul di langit. Informasi koordinat ketinggian dan azimut sangat berguna, karena altitude menunjukkan seberapa tinggi objek berada di atas horizon, sementara azimut menunjukkan arah, dengan 0° di utara, 90° di timur, 180° di selatan, dan 270° di barat.
Pengamat yang lebih berpengalaman dapat memakai situs JPL Horizons milik NASA untuk mendapatkan koordinat yang lebih presisi. Layanan ini berguna terutama bagi pengguna teleskop go-to atau smartscope yang membutuhkan data terbaru dari menit ke menit.
Jika memakai smartscope Unistellar
Pemilik Unistellar smartscope punya jalur yang lebih langsung untuk ikut melacak kapsul ini. Melalui situs science.unistellar.com, pengguna dapat memilih menu Planetary Defense dan Ephemeris, lalu menentukan target Artemis II dan lokasi pengamatan sebelum menghasilkan data posisi.
Hasilnya muncul dalam beberapa entri dengan selang 10 menit. Ikon mata abu-abu menandakan objek tidak terlihat, sedangkan ikon ponsel biru menunjukkan kapsul bisa diakses langsung ke aplikasi Unistellar untuk pengamatan lebih lanjut.
Jika koordinat sudah muncul, pengguna dapat menyimpannya agar teleskop bergerak otomatis ke target. Setelah itu, pengamatan bisa direkam dan hasilnya diunggah ke jaringan sains warga Unistellar, meski bergabung ke Slack mereka tidak wajib untuk sekadar melacak atau merekam data sendiri.
Dengan langit cerah, arah selatan yang terbuka, dan alat optik yang memadai, pagi terakhir Artemis 2 di luar angkasa masih memberi peluang nyata untuk diamati sebelum kapsul itu kembali ke Bumi dan menutup misi bersejarah ini.







