NASA dan Lockheed Martin kini mulai menunjukkan hasil paling menarik dari proyek pesawat supersonik X-59 Quiet SuperSonic Technology, atau QueSST. Dalam video terbaru, jet eksperimental itu memperlihatkan manuver yang tajam, naik-turun yang membuat pusing, dan putaran sumbu yang presisi saat terbang di atas Gurun Mojave, California.
Kehadiran video ini menandai fase baru dari program yang sudah berjalan lebih dari satu dekade. Setelah diperkenalkan ke publik pada Januari 2025 dan menjalani penerbangan subsonik pertama pada Oktober, X-59 kini terus menambah jam terbang untuk mendekati target yang jauh lebih ambisius.
Manuver ekstrem di udara
Dalam penerbangan terbarunya pada 14 April, X-59 mencatat beberapa pencapaian terbesar sejauh ini. Pesawat itu melesat dalam pola yang menonjolkan kemampuan kendali pada manuver cepat dan perubahan arah yang sangat presisi.
Dari tampilan video, pesawat ini memang tidak terlihat seperti kendaraan yang nyaman untuk dilalui. Gerakan menanjak yang curam dan putaran axial yang rapat memberi gambaran jelas bahwa X-59 sedang diuji di batas kemampuannya.
Meski begitu, kemajuan yang ditunjukkan pesawat ini tetap signifikan. Pada penerbangan itu, X-59 belum mencapai kecepatan supersonik penuh dan hanya menyentuh sekitar Mach 0,95, atau sekitar 730 mil per jam.
Langkah menuju “quiet supersonic thump”
Lockheed mengatakan X-59 akan terus diuji pada titik performa tinggi dan cepat, sekaligus pada titik yang lebih rendah dan lambat. Setelah itu, tim gabungan Lockheed Martin dan NASA akan bergerak cepat menuju kecepatan supersonik dan target desain pesawat.
Target tersebut berada di sekitar ketinggian 55.000 kaki dengan kecepatan Mach 1,4. Pada tahap itu, X-59 diharapkan menghasilkan “quiet supersonic thump” pertama, yaitu dentuman supersonik yang jauh lebih pelan daripada sonic boom tradisional.
Jika semua berjalan sesuai rencana, pesawat ini pada akhirnya akan mencapai kecepatan sekitar Mach 1,5, atau sekitar 990 mil per jam. Saat jelajah di 55.000 kaki, kecepatannya ditargetkan berada di Mach 1,42, atau sekitar 940 mil per jam.
Mengapa X-59 berbeda
Keunggulan utama X-59 bukan hanya soal kecepatan. Pesawat ini dirancang untuk terbang sangat tinggi dan sangat cepat tanpa meninggalkan sonic boom yang keras di belakangnya.
Target suaranya juga sangat spesifik. Dentuman supersonik yang dihasilkan diproyeksikan memiliki perceived loudness atau PLdB setara dengan suara pintu mobil yang dibanting.
Itu membuatnya sekitar 16 kali lebih senyap dibanding sonic boom terkenal dari Concorde. Perbedaan inilah yang selama bertahun-tahun membuat NASA dan Lockheed menempatkan X-59 sebagai kandidat penting untuk membuka jalan bagi penerbangan komersial supersonik yang lebih bisa diterima publik.
Lebih dari sekadar demonstrasi teknologi
Walau promosi utama X-59 menyoroti masa depan penerbangan sipil supersonik, pesawat ini juga menarik perhatian karena potensi penggunaan lain. Lockheed dan NASA memang mendorong narasi bahwa teknologi ini bisa menghidupkan kembali penerbangan komersial supercepat.
Namun, pesawat generasi baru seperti ini juga diyakini memiliki kepentingan militer. Detail mengenai rencana tersebut belum diungkapkan dan tampaknya belum akan dibicarakan dalam waktu dekat.
Di tengah semua itu, fokus saat ini tetap pada pengujian bertahap. Setiap penerbangan baru memberi gambaran lebih jelas tentang seberapa dekat X-59 dengan fase paling penting dalam programnya, yaitu menembus batas supersonik sambil menjaga dentuman tetap pelan.







