Kucing Himalaya dan kucing Ragdoll sering membuat calon pemelihara bingung karena tampilannya sama-sama berbulu panjang dan bermata biru. Keduanya juga dikenal ramah dan cocok sebagai hewan peliharaan keluarga, tetapi ciri utama di balik kemiripan itu justru cukup berbeda.
Perbedaan paling penting ada pada asal ras, ukuran tubuh, karakter bulu, kebiasaan bersuara, hingga risiko kesehatannya. Karena itu, mengenali detail masing-masing jenis menjadi penting sebelum memilih salah satunya untuk dipelihara di rumah.
Asal rasnya tidak sama
Cat Fancier Association atau CFA menjadi acuan utama dalam pendaftaran silsilah kucing ras. Lembaga ini menetapkan standar resmi dan mencatat kucing Himalaya serta Ragdoll sebagai dua jenis yang berbeda.
Menurut CFA, kucing Himalaya adalah kucing ras murni yang merupakan variasi dari persia. Ras ini lahir dari perkawinan silang kucing persia dan kucing siam.
Kucing Ragdoll berada di jalur yang berbeda. CFA menyebutnya sebagai distinct breed atau ras berbeda yang berasal dari kucing domestik.
Sejarah pembentukannya juga berbeda
Persilangan kucing persia dan siam untuk menghasilkan Himalaya dimulai pada tahun 1931. Virginia Cobb dan Clyde Keeler menjalankan eksperimen itu, lalu menghasilkan kucing berbulu panjang dengan pola colorpoint.
Eksperimen tersebut diteruskan oleh Marguerita Goforth dengan tujuan agar kucing itu diakui sebagai ras baru. CFA sempat mengakui Himalaya sebagai ras baru pada tahun 1957, tetapi pengakuan itu kemudian dicabut dan kucing ini dikategorikan sebagai bagian dari persia.
Ragdoll berkembang dari pekerjaan Ann Baker pada tahun 1960. Ia menyilangkan Josephine, kucing domestik berbulu panjang dengan colorpoint yang dikenal santai saat digendong, lalu memilih indukan lain secara cermat hingga terbentuk Ragdoll.
Ukuran tubuh Ragdoll lebih besar
Secara fisik, keduanya punya warna tubuh yang mirip. Tubuhnya terang, sementara bagian wajah, kaki, ekor, dan telinga cenderung gelap, dengan mata biru sebagai ciri yang sama.
Perbedaan muncul saat dilihat dari ukuran. Kucing Himalaya memiliki tinggi rata-rata sekitar 20 cm dengan berat 3,6–5,4 kg.
Kucing Ragdoll lebih besar, dengan tinggi rata-rata 25,4 cm dan berat 6,8–9,1 kg. Dari sini terlihat bahwa Ragdoll cenderung lebih tinggi dan lebih berat.
Bulu Himalaya lebih tebal dan lebih sering rontok
Bulu Himalaya terlihat panjang, lembut, dan halus. Lapisan bulu gandanya membuat bulu jenis ini lebih tebal, lebih lebat, dan lebih sering rontok.
Ragdoll juga berbulu lembut, tetapi teksturnya lebih halus dan sering diumpamakan seperti bulu kelinci. Bulunya tetap tebal, namun tidak sepanjang dan setebal Himalaya karena tidak memiliki lapisan bulu ganda.
Perbedaan ini ikut memengaruhi perawatan. Bulu Himalaya sebaiknya disisir setiap hari agar tidak menggumpal, sedangkan Ragdoll cukup disisir 2–3 kali seminggu.
Sifatnya sama-sama ramah, tetapi berbeda cara berkomunikasi
Kedua jenis kucing ini sama-sama ramah, senang bermain, sosial, dan mudah akur dengan hewan lain. Keduanya juga membutuhkan perhatian dan tidak cocok dibiarkan sendirian terlalu lama.
Meski begitu, Himalaya dikenal lebih vokal dan sering mengeong untuk menyampaikan kebutuhan. Ragdoll cenderung lebih pendiam dan biasanya baru bersuara saat menghadapi kondisi berbahaya atau situasi ekstrem.
Dalam hal ketahanan saat ditinggal, Himalaya disebut lebih bisa bertahan dibandingkan Ragdoll. Karena itu, memelihara hewan pendamping lain bisa menjadi pertimbangan untuk keduanya.
Risiko kesehatan yang perlu diperhatikan
Kucing Himalaya memiliki wajah datar yang berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan, sindrom obstruksi brachycephalic, dan masalah mata seperti sekuestrum kornea okular. Ras ini juga rentan terhadap penyakit ginjal polikistik, batu ginjal atau kalkulus urin, serta hernia diafragma peritoneioperikardinal.
Ragdoll juga punya sejumlah risiko kesehatan. Masalah yang kerap disebut meliputi kondisi jantung, batu ginjal, penyumbatan saluran kemih, serta infeksi virus peritonitis infeksius kucing yang bisa mengancam jiwa.
Bagi pecinta kucing, perbedaan ini penting karena tampilan mirip tidak selalu berarti kebutuhan perawatan yang sama. Himalaya dan Ragdoll sama-sama menarik, tetapi masing-masing menuntut perhatian yang berbeda sejak dari bulu, perilaku, sampai kesehatan.
