Lonjakan jumlah investor saham di Indonesia membuat isu keamanan digital kembali menjadi sorotan. Stockbit menilai pertumbuhan investor yang kini mencapai 9,73 juta per akhir Mei 2026 perlu diimbangi dengan sistem perlindungan yang kuat agar risiko serangan siber tidak ikut meningkat.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI menunjukkan jumlah investor saham naik tajam dari 5,2 juta pada akhir 2023 menjadi 6,3 juta pada akhir 2024, lalu menembus 9,73 juta pada akhir Mei 2026. Hampir 80% investor saham saat ini juga berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, sehingga kebutuhan atas keamanan akun menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya aktivitas investasi digital.
Keamanan akun jadi prioritas
Stockbit menempatkan keamanan sebagai bagian penting dari pengalaman berinvestasi, bukan sekadar fitur tambahan. Perusahaan menilai pertumbuhan pengguna yang cepat harus dibarengi dengan perlindungan yang mampu menekan peluang penyalahgunaan akun.
Head of PR & Corporate Communication Stockbit William mengatakan sistem keamanan perusahaan dirancang agar hanya pemilik akun yang bisa mengakses dan melakukan transaksi. Ia menyebut perlindungan tersebut diperkuat lewat tiga lapisan verifikasi yang ketat.
“System 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, Stockbit juga memiliki tim Cybersecurity yang standby 24/7,” kata William dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Tiga lapisan verifikasi untuk akses akun
Stockbit menggunakan teknologi 3 Factor Authentication atau 3FA yang terdiri atas Face Recognition, Trusted Device, dan Freeze Account. Kombinasi ini dirancang untuk menambah lapisan pengamanan saat pengguna masuk ke akun maupun melakukan transaksi penting.
Face Recognition berfungsi sebagai autentikasi tambahan untuk memverifikasi identitas pengguna. Sistem ini juga memberikan notifikasi ketika terdeteksi upaya login yang tidak sah, sehingga pengguna bisa lebih cepat menyadari potensi gangguan pada akun.
Trusted Device bekerja dengan menolak percobaan login dari perangkat yang belum dikenali. Sementara itu, Multiple Verification diterapkan untuk memeriksa aktivitas penting di dalam akun melalui verifikasi tambahan agar risiko penyalahgunaan bisa ditekan.
Fitur darurat saat ada aktivitas mencurigakan
Stockbit juga menyediakan Freeze Account yang memungkinkan investor membekukan akun sementara jika menemukan indikasi aktivitas mencurigakan. Fitur ini memberi ruang bagi pengguna untuk bertindak lebih cepat sebelum potensi risiko berkembang lebih jauh.
Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham. Dengan jumlah investor yang terus bertambah, ancaman keamanan digital juga berpotensi ikut berkembang, terutama pada platform yang melayani transaksi secara langsung dan real time.
Tetap fokus pada data dan kecepatan
Di luar aspek keamanan, Stockbit juga mengembangkan fitur yang mendukung kebutuhan investor berbasis data. Salah satunya adalah Stockbit AI Reports yang merangkum keterbukaan informasi emiten menjadi analisis yang lebih ringkas agar investor bisa memahami informasi penting dengan lebih cepat.
William menjelaskan bahwa aplikasi tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan investor pemula maupun investor berpengalaman. Keduanya sama-sama membutuhkan keamanan, kecepatan eksekusi transaksi, dan data pasar real time dalam satu platform.
“Para investor berinvestasi dengan cerdas dengan tidak hanya fokus pada kemudahan penggunaan aplikasi, tetapi juga memastikan adanya sistem keamanan yang kuat dan tepercaya,” ujarnya.
Di tengah pertumbuhan investor saham yang melaju cepat, isu keamanan akun, perlindungan login, dan respons terhadap aktivitas mencurigakan diperkirakan tetap menjadi perhatian utama bagi platform investasi digital seperti Stockbit.
Source: teknologi.bisnis.com






