Lele bullhead hitam mungkin tidak seterkenal lele konsumsi yang umum dijumpai di Indonesia, tetapi spesies ini menyimpan sejumlah fakta menarik. Ikan berkumis bernama ilmiah Ameiurus melas ini hidup di Amerika Utara dan dikenal punya kemampuan bertahan yang tidak biasa.
Salah satu daya tahannya terlihat dari kemampuannya hidup di air hangat dan perairan dengan kadar oksigen rendah. Kondisi itu membuat lele bullhead hitam mampu menyesuaikan diri di banyak habitat, termasuk beberapa tipe kolam tertentu, dan bahkan masih bisa ditemukan di air payau dengan salinitas cukup tinggi.
Asal-usul dan penyebaran
Lele bullhead hitam merupakan satwa asli benua Amerika. Penyebaran alaminya mencakup Amerika Serikat dan sebagian Kanada, sebelum kemudian meluas hingga bisa ditemukan di perairan Eropa.
Di Eropa, ikan ini berstatus sebagai spesies introduksi dan invasif. Artinya, lele bullhead hitam bukan hewan asli wilayah tersebut dan populasinya dapat berkembang tanpa kendali, sehingga berpotensi merugikan ekosistem maupun kehidupan manusia.
Ukuran dan ciri fisik
Dari sisi ukuran, lele bullhead hitam bisa tumbuh hingga panjang maksimal sekitar 66 sentimeter. Namun, panjang rata-ratanya hanya sekitar 26 sentimeter, dengan bobot maksimal mencapai 3,6 kilogram.
Secara tampilan, spesies ini masih menunjukkan ciri khas lele pada umumnya. Tubuhnya licin, kepalanya mendatar, memiliki kumis di sekitar mulut, dan berwarna gelap dengan perpaduan cokelat, abu-abu, hitam, serta kehijauan.
Meski mirip lele lain, ada ciri pembeda yang cukup jelas. Badannya cenderung sedikit gemuk dan siripnya tidak menyatu dengan ekor, sehingga bentuk tubuhnya tampak berbeda saat dilihat lebih dekat.
Pola makan yang sangat fleksibel
Lele bullhead hitam termasuk omnivor atau pemakan segala. Makanannya mencakup material tanaman, serangga, ikan kecil, krustasea, telur ikan, hingga bangkai hewan.
Kemampuan mencari makan ikan ini juga didukung kumis yang sensitif. Alat itu membantu lele bullhead hitam mendeteksi makanan di air keruh atau saat suhu air menurun, sementara giginya yang tajam, pendek, dan lurus memudahkan ikan ini mencengkeram mangsa bertubuh licin.
Pertahanan diri yang perlu diwaspadai
Di balik ukurannya yang tidak selalu besar, lele bullhead hitam menyimpan pertahanan diri yang kuat. Pada sirip atasnya terdapat duri atau patil berbisa yang dapat menimbulkan rasa sakit kuat jika menusuk kulit manusia.
Rasa sakit itu bahkan bisa bertahan hingga satu minggu. Karena itu, lele bullhead hitam tidak boleh dipegang sembarangan meski kulitnya terlihat licin dan bentuknya mirip lele lain yang lebih dikenal.
Spesies ini memperlihatkan bahwa ikan lele punya banyak variasi dengan kemampuan hidup yang ekstrem. Dari habitat minim oksigen, makanan yang sangat beragam, hingga patil berbisa, lele bullhead hitam menjadi salah satu contoh paling menarik dari keluarga catfish di Amerika Utara.
Source: www.idntimes.com






