Bayi Tyrannosaurus rex diduga tidak menghabiskan masa awal hidupnya dengan pasif menunggu makanan dari induk. Bukti dari tulang kaki dan keausan gigi menunjukkan predator kecil ini kemungkinan sudah aktif mencari serta membunuh mangsa tidak lama setelah menetas.
Temuan tersebut mengubah gambaran tentang masa bayi salah satu dinosaurus pemangsa terbesar yang pernah hidup di Bumi. Meski saat lahir ukurannya diperkirakan hanya sebesar kucing rumahan dewasa, bayi T. rex tampaknya sudah memiliki perilaku yang jauh dari jinak.
Tulang Kaki Mengungkap Usia Sangat Muda
Petunjuk penting itu berasal dari sebuah tulang metatarsal, yaitu tulang kaki, yang ditemukan Nicholas Longrich dari University of Bath dalam koleksi Royal Saskatchewan Museum, Kanada. Fosil tersebut sebelumnya belum diteliti, lalu menarik perhatian Eric Snively dari Oklahoma State University yang lama mengkaji metatarsal T. rex dewasa.
Pemindaian CT pada tulang itu tidak menemukan cincin pertumbuhan, sehingga individu pemiliknya diperkirakan berusia kurang dari satu tahun. Jaringan pembuluh darah dan sel-sel tulang yang saling terhubung juga memperlihatkan pertumbuhan sangat cepat.
Pertumbuhan semacam itu masuk akal bagi hewan yang kelak berkembang menjadi predator raksasa. Namun, bentuk saluran di dalam tulang memberi petunjuk lain yang lebih mengejutkan, yakni anak-anak tyrannosaurus tampaknya cepat meninggalkan sarang dan mulai berkeliaran.
Snively menilai metatarsal bayi tyrannosaurus dapat membantu menjawab apakah anak dinosaurus itu langsung berburu atau tinggal di sarang lebih lama. Hasil pemeriksaan tulang mengarah pada kemungkinan bahwa mereka telah bergerak aktif sejak fase hidup yang sangat awal.
Gigi Aus Menunjukkan Mangsa Bukan Sekadar Hewan Kecil
Bukti dari tulang kaki itu diperkuat oleh temuan keausan gigi pada bayi T. rex. Keausan tersebut menunjukkan mereka tidak hanya menerima makanan yang telah dicerna sebagian oleh induknya.
“Bayi-bayi ini sudah menghancurkan tulang mangsa mereka, sama seperti T. rex dewasa,” kata Snively, dikutip Kompas.com. Ia juga menyatakan bahwa bayi tyrannosaurus sudah keluar dari sarang dan aktif membunuh mangsa.
Ukuran tubuh yang kecil tidak otomatis membatasi pilihan mangsa mereka pada hewan seukuran tikus. Menurut penafsiran dari keausan gigi, bayi T. rex kemungkinan menangani hewan yang cukup besar hingga giginya mengalami aus.
| Spesies | Perkiraan jumlah telur | Catatan masa awal hidup |
|---|---|---|
| Tyrannosaurus rex | 15–30 butir | Diduga cepat keluar dari sarang dan mencari makan sendiri |
| Gorgosaurus libratus | Sekitar 15 butir | Pola asuh diperkirakan sedikit lebih mirip burung |
Banyak Telur, Perawatan Induk Lebih Terbatas
Peneliti memperkirakan T. rex menghasilkan 15 hingga 30 telur dalam sekali bertelur. Jumlah itu mengarah pada strategi reproduksi dengan banyak anak, tetapi investasi perawatan yang lebih terbatas untuk setiap individu.
Longrich menjelaskan bahwa hewan pada dasarnya harus memilih antara menghasilkan banyak anak atau memberi perhatian besar kepada sedikit anak. Ukuran tubuh tyrannosaurus yang relatif kecil saat lahir dinilai mendukung strategi menghasilkan banyak keturunan dengan pola asuh minimal.
Pola asuh minimal tidak berarti induknya pasti meninggalkan seluruh anak tanpa perlindungan. Snively memperkirakan induk masih mungkin menjaga sarang dan membimbing anak untuk sementara waktu, seperti buaya atau burung besar semacam burung unta.
Perbedaan strategi itu terlihat bila dibandingkan dengan penyu laut yang dapat menghasilkan hingga ratusan telur ketika hampir tidak memberikan perawatan setelah bertelur. Karena jumlah telur T. rex jauh lebih sedikit, masih ada kemungkinan induknya memberi perlindungan awal sebelum anak-anaknya mandiri.
Fosil Bayi yang Sangat Langka
Fosil bayi tyrannosaurus sangat jarang ditemukan karena sebagian besar anak dinosaurus ini diperkirakan mati sebelum mencapai usia reproduktif. Penemuan tulang dalam koleksi museum juga menunjukkan bahwa fosil kecil serupa mungkin masih tersimpan tanpa dikenali.
Studi yang dipublikasikan secara terbuka dalam jurnal Biology turut mendeskripsikan tulang bayi Gorgosaurus libratus, theropoda karnivora dari era yang sama. Kedua bayi dinosaurus itu diperkirakan memiliki bobot hampir setara, walau Gorgosaurus dewasa hanya mencapai sekitar seperempat hingga sepertiga berat T. rex dewasa.
