Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, alat-alat kesehatan saat ini jauh lebih canggih dan aman dibandingkan masa lalu. Namun, penting untuk melihat kembali ke masa lampau agar kita semakin bersyukur akan kemajuan teknologi medis modern. Di era sebelumnya, berbagai alat medis yang digunakan bukan hanya sederhana, tetapi juga sering kali menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan bagi pasien.
Iron Lung: Mesin Respirator Raksasa yang Mencekam
Iron lung atau paru-paru besi merupakan alat respirator besar yang digunakan pada era 1920-an hingga 1950-an untuk pasien polio dengan kelumpuhan otot pernapasan. Pasien dimasukkan ke dalam tabung logam besar dengan kepala tetap di luar, sehingga tubuh mereka terkunci di dalam seperti “peti besi hidup.” Meskipun alat ini menyelamatkan ribuan nyawa, posisi pasien yang tak bergerak dan terbatasnya interaksi menimbulkan tekanan mental yang besar.
Kostum Plague Doctor: Topeng Paruh yang Menyeramkan
Pada masa wabah pes di Eropa abad pertengahan, dokter memakai kostum khusus dengan topeng paruh panjang. Paruh itu diisi ramuan herbal sebagai filter dari bau busuk yang diyakini penyebab penyakit. Sosok ini sering dikaitkan dengan kematian massal, sehingga menjadi simbol malapetaka. Bentuk kostum yang menyerupai burung gagak besar juga menambah kesan mengerikan.
Pil Cacing Pita: Diet Berbahaya
Awal abad ke-20 sempat populer tren diet dengan menelan pil berisi telur cacing pita. Tujuannya adalah agar parasit makan makanan di usus sehingga berat badan turun tanpa diet ketat. Namun, metode ini sangat berbahaya, menimbulkan malnutrisi, sakit perut, dan berbagai komplikasi serius.
Brainwave Recorder: Alat Electroencephalograph (EEG) Jadul
Pada tahun 1940-an, alat perekam gelombang otak ini berukuran besar dengan banyak kabel dan elektroda logam yang ditempelkan ke kepala pasien. Tampilan alat ini seperti eksperimen gila dan digunakan untuk mendiagnosis kondisi otak, termasuk pasien tentara terluka pada masa perang. Suasana dan bentuk alat menciptakan kesan menakutkan bagi pasien.
Bloodletting: Praktik Keluarkan Darah Seram
Bloodletting adalah metode pengobatan standard di Eropa dan dunia Islam hingga abad ke-19 untuk berbagai penyakit, lewat pengeluaran darah pasien. Alat seperti pisau kecil, scarificator yang menciptakan banyak sayatan, hingga lintah hidup digunakan. Tidak adanya sterilisasi meningkatkan risiko infeksi berat. Metode ini kini dianggap berbahaya dan tak efektif.
Lithotomy Crutch: Penopang Operasi Pengangkatan Batu Kandung Kemih
Digunakan pada abad ke-18 dan ke-19, alat ini meletakkan pasien dalam posisi telentang dengan kedua kaki diangkat tinggi dan diikat, membuka area operasi kandung kemih. Posisi ini tidak nyaman dan berisiko menyebabkan cedera otot, patah tulang, serta tekanan saraf, membuat pasien sangat menderita selama prosedur berlangsung.
Electric Cabinet: Mesin Electrotherapy yang Menakutkan
Popular pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, alat ini terdiri dari kotak logam besar dengan kabel dan elektroda yang dialiri listrik untuk “menyembuhkan” berbagai penyakit. Pasien duduk sendiri dalam ruangan gelap dengan suara berdengung, sehingga seolah menjadi kelinci percobaan. Suasana dan alat ini memberikan pengalaman yang menegangkan sekaligus mengancam.
Cobalt Therapy: Radioterapi Kanker Masa Awal
Diperkenalkan tahun 1950-an, terapi ini menggunakan isotop radioaktif Cobalt-60 yang memancarkan sinar gamma untuk membunuh sel kanker. Mesin besar dengan lengan logam tebal ditempatkan di ruang dingin dan sunyi. Pasien ditinggal sendiri dalam ruangan, sementara petugas mengendalikan alat dari balik dinding pelindung, menciptakan suasana yang menakutkan.
Penelitian Ekstrem Guillaume Duchenne: Listrik di Wajah Pasien
Duchenne, dikenal sebagai Bapak Neurologi Modern, melakukan eksperimen dengan menyalurkan arus listrik ke otot wajah pasien untuk melihat reaksi otot mirip tertawa atau tersenyum. Ekspresi yang muncul bukanlah emosi alami melainkan efek rangsangan listrik, menghasilkan pemandangan menyeramkan seperti boneka hidup yang tersenyum tanpa sebab.
Oksigen Bayi: Alat Besar untuk Tubuh Kecil
Pada masa lalu, bayi yang membutuhkan oksigen dimasukkan dalam tabung besar atau dipasangi masker oksigen logam yang ukurannya tidak proporsional. Kontras tubuh bayi yang kecil dengan alat besar membuat kesan dramatis dan menakutkan. Risiko lain adalah kemungkinan bayi terkena hyperoxia yang berpotensi merusak paru-paru dan retina, berujung kebutaan permanen.
Melihat kembali alat-alat medis jadul tersebut, kita semakin menyadari betapa besar kemajuan teknologi kesehatan yang telah dicapai. Alat-alat saat ini tidak hanya lebih efektif, tapi juga jauh lebih manusiawi dan aman. Pengalaman pengobatan modern kini lebih nyaman dan minim risiko, sehingga pasien bisa mendapat perawatan terbaik tanpa trauma berlebih. Data dan fakta ini menjadi pengingat untuk terus menghargai inovasi medis yang menyelamatkan jutaan nyawa di era sekarang.
Src: https://www.suara.com/tekno/2025/09/29/172631/ngeri-10-alat-medis-jadul-ini-bikin-kita-bersyukur-hidup-di-zaman-sekarang?page=all
