Firma riset industri game Niko Partners memprediksi harga konsol Nintendo Switch 2 akan mengalami lonjakan tajam hingga mencapai $499.99 pada 2026. Kenaikan harga ini terutama didorong oleh melonjaknya biaya memori dan tarif impor yang terus membebani produsen.
Meski Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, belum mengonfirmasi kenaikan harga tersebut, Niko Partners menilai bahwa kondisi pasar global memaksa Nintendo untuk menyesuaikan harga perangkatnya agar dapat menutupi biaya produksi.
Faktor Utama Pemicu Kenaikan Harga
Niko Partners merilis laporan berjudul “10 Major Trends to Watch in 2026” yang memaparkan berbagai faktor penyebab kenaikan harga Switch 2. Di antaranya adalah dampak tarif impor yang meningkat, biaya memori jenis LPDDR5X yang melonjak, serta kondisi makroekonomi global yang memburuk.
Laporan ini juga menyoroti konsol pesaing seperti Xbox dan PlayStation 5 yang terlebih dahulu mengalami kenaikan harga akibat tarif impor. Walau Nintendo berhasil mempertahankan harga peluncuran Switch 2 pada 2025, harga aksesori dan generasi konsol sebelumnya sudah mengalami peningkatan.
Dampak Tarif dan Krisis Pasokan Memori LPDDR5X
Furukawa menjelaskan dalam wawancara dengan Kyoto Shimbun bahwa tarif impor tetap menjadi isu penting bagi Nintendo. Ia tidak menampik adanya kemungkinan beban biaya ini akan diteruskan kepada konsumen. Namun, perusahaan berupaya menjaga agar dampak tersebut tidak terlalu berat bagi pengguna.
Ancaman yang lebih besar datang dari kelangkaan modul memori LPDDR5X, yang digunakan pada Switch 2. Lonjakan permintaan pusat data kecerdasan buatan memperparah krisis pasokan dan mendorong harga komponen tersebut naik signifikan. Hal ini meningkatkan biaya produksi Nintendo secara langsung.
Meskipun Nintendo mengamankan kontrak jangka panjang dengan pemasok memori untuk menstabilkan pasokan, krisis yang berkepanjangan tetap berpotensi memicu kenaikan harga konsol.
Kemungkinan Penghentian Varian Harga Lebih Rendah
Niko Partners juga memperkirakan Nintendo dapat menyetop varian Switch 2 dengan harga $449.99 yang tidak termasuk game. Hal ini terlihat dari memo internal GameStop yang mengonfirmasi penghentian bundel Mario Kart World.
Diperkirakan bahwa pada 2026 pasar akan didominasi oleh paket Switch 2 dengan harga $499.99 ke atas. Paket dengan harga lebih tinggi ini diyakini berisi bundel dengan game dan aksesori tambahan. Strategi ini juga menjadi cara Nintendo mempertahankan margin keuntungan di tengah biaya produksi yang semakin tinggi.
Ringkasan Prediksi dan Implikasi ke Depan
- Harga Nintendo Switch 2 diprediksi naik menjadi $499.99 pada 2026.
- Kenaikan harga didorong oleh tarif impor dan lonjakan harga memori LPDDR5X.
- Nintendo berupaya menunda kenaikan lewat kontrak jangka panjang dengan pemasok memori.
- Varian harga rendah kemungkinan dihentikan, meninggalkan opsi paket lebih mahal di pasar.
- Konsumen berpotensi menghadapi harga konsol genggam yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Prediksi ini menunjukkan tekanan keras pada industri perangkat keras game akibat faktor eksternal seperti tarif dan kelangkaan komponen. Nintendo akan menghadapi tantangan besar menjaga daya saing Switch 2 sambil menyeimbangkan kenaikan biaya produksi dan daya tarik harga bagi konsumen. Situasi ini patut diwaspadai oleh para penggemar serta pelaku industri yang mengamati perkembangan pasar konsol global.
