Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersiap melakukan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan layanan internet dan memperkuat jaringan 5G di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan bahwa lelang frekuensi ini akan menjadi kelanjutan dari pelelangan spektrum 1,4 GHz yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Menurut Wayan, spektrum 700 MHz difokuskan untuk memperluas jangkauan mobile broadband, terutama di daerah dengan tantangan geografis.
Spektrum 700 MHz memiliki keunggulan penetrasi sinyal yang lebih baik, sehingga sangat strategis untuk mendukung pengembangan jaringan 5G di wilayah yang sulit dijangkau. Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan mobile broadband nasional. Spektrum ini memiliki lebar pita hingga 190 MHz dan didukung oleh ekosistem perangkat 4G dan 5G yang luas di tingkat global.
Target Kecepatan dan Cakupan Jaringan 5G dan 4G
Komdigi menargetkan kecepatan mobile broadband nasional meningkat signifikan hingga mencapai 100 Mbps pada tahun 2029. Pada tahun 2025, kecepatan rata-rata baru berada di angka 63,51 Mbps. Untuk tahun 2026, target kecepatan di seluruh ibu kota provinsi ditingkatkan menjadi 80 Mbps, lebih cepat dari target RPJMN awal yang ditetapkan pada 2028.
Selain itu, cakupan jaringan 5G di seluruh Indonesia telah mencapai 6,33% luas permukiman pada tahun 2025, melampaui target RPJMN sebesar 4,4%. Komdigi menargetkan peningkatan cakupan tersebut menjadi 8,5% pada 2026 dengan dukungan frekuensi baru. Pada layanan 4G, cakupan sudah hampir menyeluruh dengan 98,95% populasi pada 2025 dan ditargetkan naik menjadi 99,05% di 2026.
Untuk fixed broadband, cakupan layanan per kecamatan tercatat mencapai 72,12% atau 5.253 kecamatan pada 2025. Angka ini ditargetkan naik menjadi 82% atau sekitar 5.973 kecamatan pada 2026. Komdigi juga menargetkan 50% rumah tangga Indonesia terhubung internet fixed broadband berkecepatan 100 Mbps pada 2029.
Program Prioritas Pendukung Percepatan Digitalisasi
Selain pelelangan frekuensi, Komdigi juga melanjutkan sejumlah program prioritas guna mendukung digitalisasi nasional. Salah satunya adalah Program Kampung Internet yang hingga 2025 sudah menjangkau 1.194 titik di berbagai daerah. Komdigi menargetkan perluasan jangkauan program ini menjadi 2.194 titik pada 2026.
Komdigi juga tengah menyiapkan implementasi internet murah berkualitas berbasis spektrum 1,4 GHz. Program ini dirancang untuk melayani 10,8 juta rumah tangga hingga 2030, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas layanan internet broadband.
Dampak Lelang Frekuensi pada Ekosistem Telekomunikasi
Pelelangan frekuensi baru akan mendorong kompetisi antar operator seluler sehingga layanan 5G dan broadband di Tanah Air bisa lebih cepat dan luas. Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan bagian penting untuk memenuhi kebutuhan kapasitas data yang terus meningkat seiring transformasi digital di berbagai sektor.
Frekuensi 700 MHz dianggap ideal untuk penetrasi sinyal ke kawasan pedesaan dan daerah pegunungan, sedangkan pita 2,6 GHz memberikan keunggulan kecepatan dan volume trafik yang lebih besar di area perkotaan. Pengelolaan spektrum ini diharapkan dapat menurunkan angka kesenjangan digital antar wilayah.
Dengan perencanaan pelelangan frekuensi yang terstruktur dan target capaian jaringan yang ambisius, Komdigi berperan penting dalam mendorong kemajuan teknologi komunikasi di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung transformasi digital nasional dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.







