The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap pada kisaran 3,50% hingga 3,75%. Keputusan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara pasar tenaga kerja AS dan risiko inflasi yang masih tinggi.
Langkah ini dianggap sebagai strategi yang bergantung pada data ekonomi terbaru, meskipun mendapat tekanan dari Gedung Putih agar mempercepat pelonggaran moneter. Kebijakan ini mengikuti tiga kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin secara berturut-turut pada akhir tahun lalu.
Kondisi Ekonomi dan Inflasi Saat Ini
Menurut pernyataan resmi, ketidakpastian terkait prospek ekonomi masih cukup tinggi. Kenaikan lapangan kerja berjalan lambat sementara tingkat pengangguran menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Namun, inflasi tetap berada di level yang sedikit tinggi, sehingga kebijakan moneter harus berhati-hati.
Dua anggota Federal Open Markets Committee dari kelompok pembuat keputusan memberikan suara berbeda saat pertemuan kali ini. Stephen Miran dan Christopher Waller, keduanya penunjukan era pemerintahan Trump, mengusulkan pemotongan suku bunga 25 basis poin. Sikap berbeda ini mencerminkan adanya perdebatan tentang ketahanan pasar tenaga kerja dan tekanan inflasi yang berkelanjutan.
Dampak Terhadap Bitcoin dan Ethereum
Pasar aset kripto bereaksi positif meskipun tidak ada perubahan suku bunga. Bitcoin diperdagangkan sekitar harga $89.500, sementara Ethereum berada di level $3.000. Kedua aset digital ini masing-masing mencatat kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tersebut terjadi usai adanya tekanan harga dari level tertinggi mingguan sebelumnya, yang sebagian dipengaruhi oleh berita terkait politik dalam negeri AS. Kondisi stabil suku bunga dan ketidakpastian kebijakan mempengaruhi sentimen pasar kripto sehingga para investor tetap waspada.
Faktor Politik dan Investigasi Terhadap Ketua The Fed
Presiden AS yang menjelang akan menunjuk pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed mendapat sorotan khusus. Masa jabatan Powell yang akan berakhir pada Mei mendatang menambah ketidakpastian lagi di pasar.
Selain itu, Powell tengah menghadapi penyelidikan pidana terkait tugasnya di Federal Reserve, termasuk penerimaan surat panggilan oleh juri agung. Dia menyatakan bahwa tindakan ini sebagai upaya untuk mengeruhkan independensi bank sentral.
Faktor Pendukung Ketidakpastian Ekonomi
Perubahan kebijakan imigrasi dan perdagangan disebut sebagai faktor yang menyulitkan The Fed untuk memproyeksikan arah ekonomi secara tepat. Ditambah lagi, gangguan data akibat penutupan pemerintah tahun lalu membuat sejumlah data kunci tidak tersedia dan menambah ketidakpastian.
Data Ekonomi Terbaru
Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan angka pengangguran Desember sebesar 4,4%, hampir sama dengan November yang direvisi menjadi 4,5%. Inflasi selama 12 bulan terakhir tercatat mencapai 2,7%. Data ini menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan The Fed dalam waktu dekat.
Prediksi dan Harapan Pasar
Menurunnya biaya pinjaman biasanya mendorong aset berisiko seperti saham dan kripto karena imbal hasil dari obligasi pemerintah AS menjadi kurang menarik. Sebelum keputusan suku bunga diumumkan, pasar meramalkan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi sekitar Juni, sebagaimana tercatat dalam CME FedWatch.
Keputusan terbaru ini menunjukkan bahwa The Fed memilih pendekatan menunggu dan melihat, sambil mengikuti perkembangan data ekonomi aktual. Para pelaku pasar kripto terutama Bitcoin dan Ethereum tetap memantau kebijakan moneter dan dinamika pasar dengan seksama, mempertimbangkan potensi perubahan suku bunga yang dapat mempengaruhi volatilitas aset digital.
